Senin, 14 Juli 2014

Legenda Suku Belut

Cerita Dari Timor Leste 

Di sebuah desa, tinggal tujuh bersaudara yang semuanya adalah laki-laki. Si sulung bernama Lela dan si bungsu bernama Pedro. Sebagai anak bungsu, Pedro selalu saja diperintah oleh kakak-kakaknya. 

Pada suatu hari Lela menyuruh Pedro untuk mengambil air di sungai. Tapi Lela menjadi marah ketika melihat air yang dibawa Pedro. 

“Mengapa air yang kau bawa kotor sekali?” tanya Lela ketika Pedro kembali ke rumah dengan membawa air kotor. 

“Ada banyak sekali belut di sungai kak, jadi airnya kotor.” Jawab Pedro ketakutan. 

“Kalau begitu aku akan mengusir belut-belut itu dari sungai.” Kata Lela marah. 

Lela bersama dengan dua adiknya yang lain pergi ke sungai untuk menangkap belut. Mereka memasukkan belut-belut itu ke dalam ember kemudian menutupnya. 

“Pedro, potong-potonglah belut ini lalu kau masak untuk makan kita semua.” Perintah Lela. 

Pedro menuruti perintah kakaknya. Ia segera pergi ke dapur sambil membawa seember Belut. Ketika Pedro memotong seekor Belut yang besar, tiba-tiba ia mendengar sebuah suara. 

“Kalau kau masak aku, maka kau akan menjadi seperti diriku pada saat matahari terbenam nanti.” Suara itu ternyata berasal dari belut besar yang akan dipotong Pedro. 

Tapi Pedro tidak menghiraukan larangan Belut itu. Ia tetap saja memasak daging belut dan menghidangkan untuk makan keenam kakak-kakaknya. Ketika matahari terbenam, tubuh Pedro perlahan-lahan berubah, badannya menjadi badan belut namun kepalanya masih kepala manusia. 

“Apa yang terjadi pada dirimu?” tanya Lela yang mengkhawatirkan adik bungsunya. 

“Aku telah melanggar larangan Belut. Tapi semua sudah terjadi, kita semua tidak perlu menyesali.” Jawab Pedro sedih. 

“Apa yang bisa kami semua lakukan untukmu Pedro?” kata Lela menyesal karena telah menyuruh adiknya itu memasak Belut. 

“Buatlah upacara pengorbanan untukku dengan memasak nasi dan memotong kambing.” Pinta Pedro dengan air mata berlinang. 

Keenam kakak Pedro segera menyiapkan upacara pengorbanan untuk adik bungsu mereka. Setelah upacara pengorbanan itu dilaksanakan, Pedro berubah menjadi seekor belut. 

Sebelum pergi, Pedro berpesan, “Jangan pernah kalian memakan Belut dan memberi nama Lela pada keturunan kalian nanti.” 

Sejak saat itu kakak-kakak Pedro dan keturunannya menamakan diri mereka suku Belut untuk mengingat adik bungsu mereka. Sampai sekarang, Suku Belut masih tinggal di daerah Timor Leste. 

Pesan : Jangan suka melanggar larangan, karena biasanya sebuah larangan dibuat untuk sebuah kebaikan.

0 komentar:

Posting Komentar