Kamis, 03 Juli 2014

Lidah Ular Bercabang

Cerita Dari Nepal 

Seekor burung Garuda terbang ke sana ke mari mencari Ibunya. Garuda selalu bertanya kepada siapapun yang ditemuinya untuk mengetahui di mana ibunya berada. 

“Apakah kalian melihat ibuku? Sudah lebih dari tujuh hari ibuku menghilang dan sampai sekarang aku belum bisa menemukannya kembali.” Tanya burung Garuda kepada Rusa yang sedang makan rumput. 

“Sepertinya aku melihat ada sesuatu yang aneh di sarang ular Kadru.” Jawab Rusa sambil terus mengunyah rumput. 

“Kalau begitu aku akan melihat apakah ibuku ada di sana.” Burung Garuda langsung terbang menuju ke sarang ular Kadru. 

Sarang ular Kadru berada di sebuah semak-semak yang penuh dengan rumput. Di sana ada banyak sekali ular berbisa, sehingga burung Garuda harus berhati-hati. Setelah mengawasi tempat tersebut beberapa saat, burung Garuda melihat ada ibunya di sana. Burung Garuda merasa senang, tapi ia kemudian berpikir bagaimana cara menyelamatkan ibunya dari sarang ular Kudra. 

Ternyata ular Kudra sudah terlebih dahulu melihat kedatangan burung Garuda. “Aku tahu kau pasti datang ke sini untuk menyelamatkan ibumu.” 

“Lepaskan ibuku, aku akan membawanya pulang.” Jawab burung Garuda. 

“Tidak bisa semudah itu, bawakan aku Amrita, air suci para Dewa, maka aku akan melepaskan ibumu.” Kata pimpinan ular Kudra. 

Burung Garuda akhirnya menyetujui untuk mengambil Amrita yang disimpan di Bulan. Air suci itu dijaga oleh seratus Dewa, karena hanya para Dewa saja yang bisa mengambil air tersebut. Siapapun yang meminum Amrita akan hidup abadi, oleh karena itu para Dewa selalu menjaganya dengan baik agar tidak disalah gunakan oleh makhluk hidup di Bumi. 

Ketika burung Garuda datang dan meminta air suci tersebut, tentu saja para Dewa menolak untuk memberikannya. Maka terjadilah pertarugan burung Garuda melawan seratus Dewa penjaga Amrita. Namun akhirnya burung Garuda bisa mendapatkan Amrita dan membawanya kepada ular Kudra. 

Ular Kudra menepati janjinya untuk membebaskan ibu burung Garuda setelah burung Garuda menyerahkan air suci Amrita. Beberapa saat setelah burung Garuda dan ibunya terbang meninggalkan ular Kudra, tiba-tiba datang Dewa Indra yang langsung merebut guci air suci Amrita. 

Ular Kudra berusaha mempertahankan guci tersebut hingga sebagian airnya menetes di atas rumput. Tapi Dewa Indra lebih kuat dari ular Kudra, dengan mudah Dewa Indra bisa merebut guci Amitra dan langsung membawanya pergi. Ular Kudra hanya bisa meminum air suci Amitra yang menetes di atas rumput. Karena daun rumput itu tajam, maka lidah ular Kudra menjadi tersayat dan terbelah dua. Hingga kini, keturunan ular semuanya mempunyai lidah yang bercabang. 

Pesan : Sayangilah orang tua kalian dengan sepenuh hati. Jika orang tua kalian meminta bantuan, maka bantulah mereka dengan ikhlas.

0 komentar:

Posting Komentar