Minggu, 13 Juli 2014

Menangkap Raksasa

Sebuah desa di kaki bukit sedang mengalami kekeringan. Sawah-sawah tidak bisa ditanami. Air di sungai dan sumur semua kering sehingga menyebabkan tanah-tanah merekah. Pohon-pohon besar menggugurkan daun-daunnya yang kering. 

Tidak ada pilihan lain bagi penduduk desa, selain tetap tinggal di sana, karena daerah yang lain juga mengalami hal yang sama. Mereka hanya bisa makan singkong, satu-satunya tanaman yang masih bisa tumbuh di desa itu. 

Belum juga bencana ini selesai, tiba-tiba datang bencana baru. Seorang raksasa datang ke desa itu dan mengambil hampir semua singkong yang tersisa. Sepertinya tempat tinggal raksasa itu juga mengalami kekeringan sehingga ia mencari makan ke tempat lain. 

Penduduk desa menjadi resah dengan kedatangan raksasa itu. Maka pada suatu hari, ketika raksasa itu kembali ke rumahnya, warga desa berkumpul mengadakan sebuah pertemuan. 

“Kita harus secepatnya mengusir raksasa itu dari desa ini.” Kata kepala desa. “Raksasa itu sangat besar, tidak mungkin kita sanggup melawannya.” Jawab salah satu penduduk desa. 

Semua yang hadir di tempat itu terdiam. Masing-masing berpikir untuk melawan raksasa itu tanpa harus terjadi pertarungan. Hingga akhirnya seorang pemuda menemukan sebuah cara. 

“Aku punya ide,” kata si pemuda dengan suara keras. “Apa idemu anak muda?” tanya kepala kampung. 

“Aku tahu raksasa itu selalu melewati bukit di atas sana sebelum sampai di desa ini. Kita buat jebakan di bukit itu.” Jelas si pemuda. 

“Raksasa itu pasti akan mengamuk, suaranya yang besar pasti akan terdengar sampai ke sini. Itu sangat mengganggu.” Kata salah seorang yang mengikuti rapat itu. 

“Kita buat Raksasa itu sibuk di bukit. Aku akan meminta raksasa itu menumbuk bawang, air matanya yang banyak akan tertampung dalam lubang jebakan itu. Nantinya air itu akan kita alirkan ke desa ini untuk mengairi sawah-sawah dan pohon-pohon yang ada di sini.” Pemuda itu memberi penjelasan. 

Penduduk desa yang ada dalam pertemuan itu saling berbisik satu dengan yang lain. Tapi akhirnya mereka setuju. “Baiklah, tidak ada salahnya kalau kita coba.” Kata kepala desa. 

Keesokan harinya semua penduduk desa bersama-sama membuat jebakan serta saluran air. Setelah selesai, mereka menunggu kedatangan raksasa. 

Sesuai dengan rencana, raksasa tersebut masuk ke dalam lubang besar yang dibuat oleh penduduk desa. Raksasa itu tidak bisa keluar, tapi si pemuda dengan kata-kata lembut membujuknya untuk tetap tenang. 

“Kami akan memberimu singkong yang banyak setiap hari, asal kau mau membantu kami menumbuk bawang.” Kata si pemuda. 

Ternyata raksasa itu setuju. Maka sejak saat itu sedikit demi sedikit sawah-sawah mendapatkan air dan pohon-pohon yang kering subur kembali. Ini semua karena air mata si raksasa yang keluar ketika ia menumbuk bawang. 

Lama kelamaan air sumur dan air sungai kembali mengalir. Desa-desa kembali subur dan penduduk desa membebaskan raksasa. Ia kemudian kembali lagi ke tempat asalnya. 

Pesan : Selalu ada cara untuk mengatasi kesulitan asalkan kita mau berpikir dan berusaha.

0 komentar:

Posting Komentar