Selasa, 22 Juli 2014

Murid-Murid Guru Gampar

Cerita Dari Malaysia 

Guru Gampar dikenal sebagai seorang guru yang pintar. Ia mempunyai empat orang murid yang sangat patuh padanya. Keempat muridnya selalu diajarkan untuk selalu menghormati orang tua dan menuruti perintahnya. Mereka rajin bekerja dan juga belajar, tapi Guru Gampar selalu menganggap keempat muridnya itu masih bodoh. 

Pada suatu hari Guru Gampar mengajak keempat muridnya untuk mengunjungi saudaranya yang akan mengadakan pesta. Karena jaraknya cukup jauh, maka bereka berlima menaiki sebuah gerobak yang diterik oleh seekor sapi. Setelah beberapa saat perjalanan mereka, Guru Gampar merasa mengantuk. 

“Aku akan tidur sebentar. Ingat! Kalian jangan pernah melakukan apapun kalau tidak aku suruh.” Begitu pesan Guru Gampar sebelum ia tidur. 

Di tengah perjalanan penutup kepala Guru Gampar terjatuh, karena guncangan kereta yang sangat keras ketika melewati jalanan berbatu. Keempat murid Guru Gampar sebenarnya tahu, tapi mereka tidak berani mengambil penutup kepala itu karena tidak ada perintah dari Guru Gampar. 

Rupanya Guru Gampar merasa ada sesuatu miliknya yang terlepas, maka ia pun bangun sebentar. Setelah meraba kepalanya ia pun bertanya, “Kemana penutup kepalaku?” 

“Tadi terjatuh Guru,” jawab salah satu muridnya. 

“Mengapa tidak kalian ambil?” tanya Guru Gampar lagi. 

“Kami tidak berani karena tidak ada perintah dari Guru.” Murid yang lain membela diri. 

“Nanti kalau ada benda yang terjatuh lagi cepatlah kalian ambil.” Kata-kata Guru Gampar ini dianggap sebagai perintah oleh murid-muridnya. 

Maka ketika Sapi yag menarik gerobak itu menjatuhkan kotorannya, salah satu dari murid Guru Gampar segera mengambilnya. Tentu saja Guru Gampar merasa jijik dengan hal ini. Ia pun kemudian membuat daftar benda-benda apa saja yang boleh mereka ambil jika terjatuh nanti. 

“Selain benda yang ada dalam catatan ini, jangan pernah kalian mengambilnya.” Pesan Guru Gampar sambil menyerahkan catatan yang dibuatnya kepada keempat muridnya. 

Di sebuah jalan berbatu, gerobak yang mereka naiki melewati sebuah lubang yang tidak begitu dalam. Guru Gampar yang duduk paling depan terpental dan jatuh ke sawah yang penuh lumpur. Tapi gerobak yang dikemudikan oleh murid-murid Guru Gambar itu terus melaju. 

“Hai, aku terjatuh, bawalah aku kembali ke atas gerobak.” Teriak Guru Gambar. 

Guru Gampar terus berteriak, namun keempat muridnya tetap patuh pada perintahnya, yaitu hanya mengambil benda-benda yang terjatuh sesuai dengan daftar yang ia buat sendiri. 

“Tapi Guru tidak ada dalam daftar benda-benda yang boleh kami ambil.”

Pesan : Jangan suka menganggap orang lain itu lebih bodoh dari kita, karena sifat yang demikian sebenarnya adalah sifat yang sombong dan akan merugikan diri kita sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar