Jumat, 25 Juli 2014

Niat Buruk Si Nelayan

Cerita Dari Uzbekistan 

 Ada seorang nelayan tua yang sudah tidak kuat lagi untuk pergi mencari ikan ke laut. Untuk menyambung hidupnya ia hanya mengandalkan dari hasil memancing yang tentu saja tidak sebanyak hasil menangkap ikan dilaut dengan jaring. 

Setiap hari ia pergi ke sebuah karang yang letakkanya menjorok ke laut. Di bawah karang itu banyak sekali ikan sehingga si nelayan tua akan mendapatkan ikan yang lumayan jika ia memancing dari pagi hingga sore hari. 

Suatu hari, ketika si nelayan tua menunggu pancingnya termakan ikan, datanglah seekor burung besar. “Apa yang kau lakukan di sini nelayan tua,” tanya burung besar . 

Nelayan tua itu kaget melihat burung besar yang bisa bicara. “Ini pasti burung ajaib,” pikir si nelayan. “Aku memancing ikan untuk aku jual.” Jawab si nelayan tua. 

“Orang tua sepertimu mengapa masih saja bekerja keras. Seharusnya kau sudah bersantai di rumah menikmati hari tuamu.” 

“Aku hanya hidup sendiri, tidak ada satu pun saudara bahkan anak yang aku punya.” 

“Kasihan sekali kau nelayan tua. Aku akan menolongmu. Setiiap pagi datanglah ke tempat ini. Kau tidak perlu lagi memancing ikan seharian karena aku akan selalu membawakanmu ikan yang sangat besar untuk kau jual ke pasar.” 

“Terima kasih burung besar, kalau boleh aku bertanya, siapa namamu?” 

“Namaku Kaha.” Burung besar itu kemudian pergi meninggalkan si nelayan tua. 

Pagi harinya si nelayan tua sudah menunggu di karang tempatnya biasa memancing. Seperti yang telah djanjikan kemaren, tak lama kemudian burung kaha nampak terbang di kejauhan. Ketika sudah dekat, burung kaha menjatuhkan seekor ikan yang sangat besar. Si nelayan tua sangat bahagia dan membawa ikan tersebut ke pasar ikan. Di sana pedagang ikan membelinya dengan harga yang tinggi. 

Setiap hari burung kaha melakukan hal yang sama. Uang hasil penjualan ikan itu masih banyak tersisa setelah digunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari si nelayan tua. Semakin hari uang sisa penjualan ikan yang dikumpulkan nelayan tua semakin banyak. Nelayan tua itu hidup berkecukupan. Rumahnya telah menjadi bagus dan tanahnya sangat luas. Burung kaha masih tetap mengirimkan ikan besar untuknya. 

Pada suatu hari pengawal istana berkeliling menyampaikan pengumuman. 

SAAT INI TUANKU RAJA SEDANG SAKIT DAN HANYA BISA DIOBATI DENGAN DARAH BURUNG KAHA. BAGI SIAPA SAJA YANG BISA MENANGKAP BURUNG KAHA DAN MENYERAHKANNYA KE KERAJAAN, MAKA IA AKAN DIBERI HADIAH BERUPA SEPAROH DARI KERAJAAN INI. 

Si nelayan tua sangat gembira, “aku pasti bisa mendapatkan separoh kerajaan ini. Burung kaha setiap hari mendatangiku hingga dengan mudah aku bisa menangkapnya.” 

Maka si nelayan tua itu segera menemui pengawal istana dan berkata, ”tuan pengawal, aku tahu tentang keberadaan burung kaha. NAmun untuk menangkap burung besar itu aku perlu bantuan orang banyak. Burung itu sangat besar sehigga tidak mungkin aku bisa menangkapnya sendiri.” 

Para pengawal istana itu menyanggupi untuk membantu si nelayan tua menangkap burung kaha. Keesokan harinya, seperti biasa si nelayan tua pergi ke karang tempatnya biasa bertemu dengan burung kaha. NAmun kali ini ia tidak sendiri. Sepasukan pengawal istana menyertainya dengan bersembunyi dibalik semak-semak yang berada di dekat sana. 

Tak perlu lama menunggu, burung kaha sudah terbang dari kejauhan. Para pengawal istana sudah bersiap-siap untuk menangkap. Ketika burung kaha mendarat, dan memberikan ikan, nelayan tua itu segera memegang kakinya. Tanpa dikomando para pengawal istana berhamburan dan ikut memegang kaki burung kaha. 

Betapapun banyaknya dan kuatnya para pengawal istana itu memegangi kaki burung kaha, namun burung ajaib itu sangatlah kuat. Saat burung itu terbang, mau tidak mau para pengawal istana menyerah dan melapaskan pegangannya. Sayangnya si nelayan tua yang serakah itu tetap saja memegangi kaki burung kaha, hingga akhirnya ia dibawa terbang oleh burung kaha entah ke mana dan tidak pernah kembali lagi. 

PESAN 
 Berkhianat adalah tindakan yang tidak boleh ditiru, apalagi berkhianat kepada orang yang telah menolong kita. Jika kita telah ditolong, maka seharusnya kita berterima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar