Rabu, 23 Juli 2014

Pelajaran Dari Peri Stuf

Cerita Dari Belanda 

Peri Styf memang seorang Peri yang jahil. Walaupun begitu kejahilannya adalah untuk kebaikan. Ia tinggal di sebuah pondok sederhana di kaki gunung. Dari pondokannya yang kecil ini ia bisa melihat kegiatan seluruh desa yang berada di lembah. Oleh karena itu semua persoalan yang ada di desa selalu bisa ia tangani walupun tidak ada seorang pun yang memintanya untuk membantu. 

Ia paling tidak suka dengan anak-anak yang pemalas. Termasuk dengan anak-anak yang jorok dan semaunya sendiri. Ada saja akal Peri Styf yang pada akahirnya bisa membuat anak-anak menjadi jera. Seperti misalnya yang dilakukan untuk memberi pelajaran bagi Ruud kali ini. 

Suatu pagi pendengaran peri Styf yang tajam di kejutkan oleh sebuah teriakan marah seorang ibu. “Ruuuuuuuddddddddddddd………………… sudah berapa kali ibu suruh kau membersihkan sendiri sepatumu. Lihatlah sepatumu ini sudah tidak lagi terlihat bentuk sepatu. Di sana-sini tanah kering menempel mengotori sepatumu itu. 

Ibu tidak punya uang kali ini untuk membelikanmu sepatu baru dan ibu juga tidak bisa mencucikan sepatumu karena pekerjaan ibu sangatah banyak. Orang-orang pasti akan marah jika datang kemari dan roti pesanan mereka belum ibu buat. Jadi kau cuci sendiri sepatumu itu, bukankah kau sendiri yang memakainya. Apa kau tidak malu Ruud ketika berjalan dan semua orang memandangmu dengan pandangan aneh.” Omelan ibunya yang sudah sering kali di dengar tidak dihiraukan oleh Ruud. Ia pun menarik selimutnya lebih ke atas dan kembali tidur. 

Peri Styf yang mempunyai penglihatan sangat tajam bisa melihat semua kejadian itu, ia pun kesal pada Ruud, “dasar anak pemalas, aku harus memberinya pelajaran supaya ia mau mendengar apa yang dinasehatkan oleh orang tuanya dan tidak menjadi anak pemalas lagi.” 

Peri Styf berpikir sejenak mencoba menemukan pelajaran apa yang pantas ia berikan pada Ruud. Tak lama kemudian tersenyum gembira, tanda ia sudah mendapatkan jawabannya. Ia terus mengamati rumah Ruud dan menunggu anak itu keluar untuk bermain. Peri Styf tahu persis biasanya anak-anak di desa bermain di lapangan, di sana mereka akan melepas sepatunya masing-masing dan bermain dengan telanjang kaki. Inilah saat yang ditunggu Peri Styf untuk menjalankan rencananya. 

Tak lama setelah Ruud keluar rumah dan berjalan menuju lapangan bermain, Peri Styf pun keluar dari rumahnya dan berjalan cepat menyusul Ruud menuju ke lapangan. “Ini akan menjadi hari yang tak terlupakan bagimu Ruud. Kau pasti akan mengingatnya seumur hidupmu sebagai hari perubahan dalam hidupmu. Hari ini aku akan merubahmu menjadi anak yang rajin dan tidak jorok lagi.” 

Sementara itu setelah melepas sepatunya, Ruud segera berlari ke tengah-tengah bergabung dengan teman-temannya untuk bermain. Saat itulah Peri Styf menebarkan kerikil kerikil yang sangat banyak di sepanjang jalan menuju rumah Ruud. Setelah pekerjaannya selesai, ia pun segera kembali ke lapangan. 

“Aoooommmmmmm…………..” Peri Styf menirukan suara auman serigala untuk menakut-nakuti ana-anak yang sdang bermain. 

Tentu saja anak-anak itu menajdi panik dan lari tunggang langgang menuju pinggir lapangan untuk mengambil sepatu mereka. Setelah memakai sepatu masing-masing dengan cepat, anak-anak itu kembali berlari menuju rumah masing-masig. 

Dengan tongkat ajaibnya, Peri Styf menyihir tanah yang berada di dekat Ruud menjadi sebuah kubangan lumpur. Karena tidak melihat, Ruud pun masuk ke dalam kubangan lumpur. 

Dengan susah payah Ruud keluar dari kubangan lumpur. Bajunya semua basah termasuk juga sepatu yang dipakainya Langkahnya menjadi berat karena sepatu yang dipakainya basah dan penuh dengan lumpur yang menempel. Ia pun kemudian berhenti sejenak untuk melepas sepatu. Sambil menenteng sepatu Ruud. berjalan perlahan. Kakinya semakin lama terasa semakin sakit karena menginjak kerikil yang tadi di sebar oleh Peri Styf. Tapi apa boleh buat, Ruud tidak bisa menghindar lagi. Ia harus berjalan melalui jalan berkerikil tersebut karena itu adalah jalan satu-satunya menuju rumah. 

Sesampainya di rumah Ruud sudah tidak mampu lagi menahan tangis. “Kakiku sakit bu, dan sepatuku basah.” 

Ibu Ruud malah tersenyum,”Ibu tahu, ini pasti pelajaran yang sengaja diberikan oleh Peri Styf untukmu agar kau tidak menjadi anak pemalas.” 

“Tapi aku bukan anak pemalas bu,” Ruud mencoba menyangkal tuduhan ibunya. 

“Jadi apa namanya kalau bukan pemalas, buat anak yang tidak pernah mencuci sepatunya selama berbulan-bulan hingga sepatunya nampak kumal. Pastilah Peri Styf mendengar perkataan ibu yag tidak kau hiraukan kemaren. 

“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang bu?” kata Ruud mengiba pada ibunya 

“Segera pergilah mandi dengan sabun hingga badanmu bersih dan sekalian kau cuci baju juga sepatumu.” 

Ruud segera pergi ke kamar mandi dan menuruti apa yang diperintahkan ibunya. Sejak saat itu ia selalu rajin mencuci sepatu dan menjadi anak yang rajin. Ia tidak mau mendapat pelajaran dari Peri Styf. 

PESAN Orang akan senang melihat kita dalam keadaan bersih dan rapi. Oleh karena itu jagalah kebersihan badan dan juga pakaian yang kamu pakai setiap hari

0 komentar:

Posting Komentar