Kamis, 17 Juli 2014

Pembantu Pemalas

Cerita Dari Filiphina 

Seorang Putri Tenun yang sakti tinggal bersama seorang gadis yang menjadi pembantunya. Putri Tenun setiap hari kerjanya selalu menenun kain di dalam sebuah ruangan. Sedangkan si pembantu setiap hari kerjanya hanya bermalas-malasan. Pekerjaan rumah yang harus ia kerjakan di rumah Putri Tenun tidak terlalu banyak, sehingga si pembantu tidak perlu bangun pagi-pagi sekali dan sebelum tengah hari pekerjaannya sudah selesai. 

Waktu luang si pembantu hanya digunakan untuk tidur, makan dan berdandan. Sementara itu Putri Tenun sudah mulai bekerja menenun kain sejak matahari mulai terbit dan baru selesai ketika matahari terbenam. Putri Tenun tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh pembantunya itu selama ia sibuk bekerja. 

Seharusnya pembantu itu bisa belajar menenun baju pada Putri Tenun setelah ia menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Sudah beberapa kali juga Putri Tenun meminta pembantunya ini untuk belajar. Sayangnya si pembantu adalah seorang gadis pemalas, sehingga ada saja alasan untuk menolak permintaan tuannya itu. 

“Lebih baik aku tidur dari pada harus bersusah-susah menenun.” Pikir si pembantu. 

Pada suatu hari Putri Tenun merasa dirinya kurang sehat, padahal ia harus segera menyelesaikan tenunan baju. Putri Tenun tidak ingin mengecewakan orang yang telah memesan kain tenun padanya. Maka Putri Tenun meminta bantuan pembantunya untuk menyelesaikan pekerjaannya sementara ia ingin tidur sebentar. NAmun sebelumnya Putri Tenun mengajari pembantunya itu bagaimana cara menenun. 

“Ambillah kapas dan letakkan di atas kulit binatang ini, kemudian pukul-pukullah dengan kayu setelah itu dipintal hingga menjadi benang. Benang ini nanti harus kau tenun dengan alat kayu itu, setelah menjadi kain, baru kau potong sesuai dengan pola yang sudah aku buat ,dan setelah itu dijahit higga menjadi baju.” Setelah mengajari pembantunya, Putri Tenun pergi ke kamar untuk beristirahat sebentar. 

Pembantu yang pemalas itu merasa bahwa pekerjaan memintal benang dan menenun adalah sangat membosankan dan membuang waktu. Maka ia mengambil kulit binatang yang digunakan untuk memukul kapas, kemudian mengguntingnya sesuai pola yang diberikan padanya. Ia kemudian menjahit potongan kulit binatang tersebut. 

Suara mesin jahit membangunkan Putri Tenun yang sedang tertidur, ia pun menjadi curiga dan terbangun, “cepat sekali pembantu itu mengerjakan baju, belum begitu lama aku tinggal tidur tapi ia sudah menjahit baju.” 

Betapa terkejutnya Putri Tenun bahwa pembantu itu tidak menuruti perintahnya. Maka dengan marah ia mengambil baju dari kulit binatang dan melemparkannya ke badan si pembantu. Karena Putri tenun adalah seorang yang sakti, maka si pembantu berubah menjadi monyet karena kulit binatang yang menempel pada tubuhnya itu adalah kulit monyet. 

Pembantu itu ingin melarikan diri, namun Putri Tenun masih marah, ia mengambil kayu pemukul kapas dan melemparkan kepada si pembantu, kali ini kayu itu menempel di belakang dan menjadi ekor monyet. Itulah balasan yang setimpal bagi gadis pemalas yang tidak menurut. 

Pesan : Jangan menjadi anak pemalas, karena bermalas-malasan adalah pekerjaan yang sia-sia dan membuang-buang waktu.

0 komentar:

Posting Komentar