Kamis, 03 Juli 2014

Penebang Kayu

Tuan Wiliam adalah seorang pengusaha kayu. Ia mempunyai banyak sekali karyawan yang bertugas menebang kayu. Suatu saat tuan Wiliam ingin menambah penebang kayu sebanyak dua orang. 

Orang-orang dari desa banyak yang datang melamar, tapi tuan Wiliam hanya membutuhkan dua orang. Jadi Tuan Wiliam harus menyeleksi mereka semua. Hingga akhirnya Tuan Wiliam memutuskan untuk menerima Grek dan Twinkle. Grek mempunyai tubuh yang besar, sehingga ia pasti bisa menebang kayu dengan cepat. Twinkle badannya tidak sebesar Grek, tapi ia kelihatannya cerdas dan rajin bekerja. 

“Kalian bisa mulai bekerja besok pagi. Tapi ingat, kalian harus bisa menebang paling sedikit sepuluh pohon dalam satu hari.” Kata Tuan Wiliam. 

Keesokan harinya Grek dan Twinkle mulai bekerja. Pada hari pertama Grek yang berbadan besar berhasil menebang lima belas pohon cemara. Sedangkan Twinkle hanya mampu menebang sepuluh batang pohon. 

Hari kedua Grek masih tetap menebang lima belas pohon dan Twinkle tetap menebang sepuluh pohon. Pada hari ketiga, pohon yang berhasil ditebang oleh Grek berkurang, hari itu Grek hanya menebang tiga belas pohon. 

Semakin hari pohon yang ditebang oleh Grek semakin berkurang, sedangkan pohon yang berhasil ditebang oleh Twinkle tetap saja sebanyak sepuluh pohon. Pada hari kesepuluh, Grek hanya mampu menebang delapan pohon. 

Tentu saja Grek ditegur oleh Tuan Wiliam. “Seharusnya kau meniru cara Twinkle menebang pohon.” 

Merasa malu ditegur oleh Tuan Wiliam, pada keesokan harinya Grek sengaja datang lebih dahulu dari pada Twinkle. Ia ingin melihat bagaimana cara Twinkle menebang pohon, sehingga dari awal bekerja hingga hari kesepuluh Twinkle tetap bisa menebang sepuluh pohon. 

Ketika Twinkle tiba di hutan cemara, Grek bersembunyi di balik semak-semak mengawasi Twinkle. Ternyata Twinkle mengasah kapak yang akan ia pakai terlebih dahulu sebelum mulai menebang pohon. 

“Pantas saja Twinkle tetap bisa menebang pohon yang banyak karena kapaknya selalu diasah setiap hari.” Pikir Grek. 

Selama ini Grek tidak pernah mengasah kapaknya, sehingga semakin lama kapak itu semakin tumpul. Walaupun Grek telah mengeluarkan tenaganya sebanyak mungkin, tetap saja jumlah pohon yang berhasil ia tebang semakin berkurang. 

Setelah mengasah kapaknya setiap hari, Grek selalu bisa menebang pohon lebih banyak daripada Twinkle. Grek juga tidak lupa berterima kasih kepada Twinkle dan mengaku bahwa diam-diam ia meniru kebiasaan Twinkle. Tentu saja Twinkle sangat senang karena apa yang ia lakukan bisa membawa kebaikan bagi temannya. 

Pesan : Jangan hanya mengandalkan tenaga yang kita miliki, tapi kita juga harus memanfaatkan kemampuan berpikir semaksimal mungkin.

0 komentar:

Posting Komentar