Selasa, 22 Juli 2014

Pengalaman Nelayan

Cerita Dari Iran 

Seorang guru bahasa ingin pergi ke sebuah pulau. Ia menumpang perahu seorang nelayan. Nelayan itu tinggal di desa terpencil sehingga ia kurang bisa menguasai bahasa nasional. Maka ketika guru bahasa itu mengajaknya mengobrol, si nelayan hanya menjawab dengan kata-kata singkat. 

“Di mana rumahmu, bapak nelayan?” tanya guru bahasa itu. 

 “Pulau tengah.” Jawab si nelayan singkat. 

“Apakah maksudmu di tengah-tengah pulau?” tegas guru bahasa itu lagi. 

“Iya.” Lagi-lagi si nelayan menjawab dengan singkat. Ia takut salah mengucapkan kata-kata. 

“Seharusnya kau banyak belajar tentang bahasa, karena bahasa itu digunakan semua orang di setiap waktu sampai kapan pun juga. Jadi kalau kau tidak menguasai bahasa dengan baik, maka hidupmu akan sia-sia. Kau tidak akan bisa berkomunikasi dengan baik dengan siapapun.” 

“Benar.”kata nelayan sambil terus mendayung perahunya. 

Tiba-tiba angin bertiup semakin kencang hingga si nelayan kesulitan menguasai perahunya yang kecil itu. Tak berapa lama kemudian , perahu itu oleng kemudian terbalik. Si nelayan serta si guru bahasa tercebur ke laut. 

Guru bahasa itu memeluk perahu yang terbalik dengan sangat kuat, badannya gemetar karena ketakutan. Si nelayan berenang mendekatinya, “ayo kita segera berenang ke tepi pantai.” 

“Tidak bisa.” Jawab guru bahasa itu semakin ketakutan. 

“Kita akan terbawa ombak kalau terus di sini.” Saran si nelayan lagi. 

“Tapi aku tidak bisa berenang.” 

“Kalau begitu sia-sia sajalah hidupmu.” Kata si nelayan. 

Namun demikian akhirnya si nelayan tetap menolong si guru bahasa menuju pantai. 

Pesan : Jangan pernah merasa puas dengan satu kemampuan yang kita miliki. Ada baiknya kita juga mempelajari kemampuan lain, karena suatu saat mungkin kita akan memerlukannya

0 komentar:

Posting Komentar