Senin, 07 Juli 2014

Penjahit Yang Serakah

Cerita Dari Jepang 

Di kota Kanji hanya ada seorang penjahit. Setiap hari ia menerima beberapa kain untuk dijahit. Walaupun penjahit ini meminta bayaran yang tinggi, tetap saja banyak orang yang datang menjahitkan baju kepadanya. Pada suatu hari ada seorang wanita dengan pakaian yang sangat jelek datang ke tempat penjahit. Ibu itu membawa sebuah kain sutra. 

“Kain ini pemberian anakku dan akan aku pakai minggu depan.” Kata wanita itu memberikan kainnya. 

Penjahit itu mengamati wanita tersebut dari atas sampai ke bawah, sepertinya ia tidak yakin kalau wanita ini mempunyai uang untuk membayar dirinya. 

“Tidak bisa bu, aku tidak punya waktu. Kain yang harus aku jahit terlalu banyak.” Jawab penjahit itu dengan ketus. 

“Tolonglah aku.” Wanita itu terus memohon kepada si penjahit. 

“Baiklah kalau begitu.” Kata penjahit itu akhirnya. 

Seminggu kemudian wanita tersebut kembali lagi untuk mengambil bajunya. “Apakah bajuku sudah selesai tuan penjahit?” tanya si wanita. 

“Sudah. Ini lihatlah.” Si penjahit menyerahkan sebuah baju kepada si wanita dan ia melanjutkan kembali pekerjaannya. 

“Baju ini sangat indah, terimalah kotak kayu ini sebagai bayaran atas jahitan yang bagus ini.” Wanita itu menyerahkan sebuah kotak ukiran dari kayu yang biasa digunakan untuk menyimpan uang. 

Penjahit itu terlihat marah, “Apa? Aku hanya mau dibayar dengan uang.” 

“Tapi kotak kayu ini sangat indah tuan penjahit, sangat cocok untuk menyimpan uangmu tang sangat banyak.” 

“Tidak bisa. Sekarang juga kau bayar aku dengan sekeping uang emas atau aku akan mengambil kembali baju yang telah aku jahit itu darimu.” Ancam si penjahit. 

“Baiklah kalau itu maumu tuan penjahit.” 

Wanita itu membuka kotak kayu yang dipegangnya. Ternyata di dalamnya terdapat sepuluh keping uang emas. Wanita itu hanya mengambil satu keping uang emas dan memberikannya kepada si penjahit. 

Si penjahit masih terus memandang wanita itu ketika keluar dari rumahnya. Seandainya saja ia tadi mau menerima kotak kayu itu, maka yang ia dapatkan bukan hanya satu keping melainkan sepuluh keping uang emas. 

Yang lebih mengejutkan lagi adalah wanita itu ternyata ibu dari Gubernur kota Kanji. Pantas saja ia memberikan sebuah kain sutra yang sangat bagus kepada ibunya. Andai saja penjahit yang serakah itu tidak memberikan penilaian buruk terhadap wanita yang berpakaian jelek . 

Tapi semua sudah terjadi. Yang tertinggal sekarang hanyalah penyesalan dari penjahit yang serakah. 

Pesan : Jika ada orang yang membutuhkan bantuan kalian, maka bantulah orang itu dengan ikhlas tanpa mengharapkan bayaran atau balasan dari orang tersebut. Siapa tahu Tuhan akan membayar kita dengan bayaran yang berlipat ganda.

0 komentar:

Posting Komentar