Rabu, 09 Juli 2014

Perempuan Yang Pintar

Cerita Dari Nepal 

Seorang perempuan cantik baru saja menikah dengan seorang laki-laki kaya raya di desanya. Orang tua laki-laki itu membuat pesta yang meriah dan menghabiskan biaya yang sangat banyak. Anak laki-lakinya memilih perempuan itu karena selain cantik, ia juga pintar. 

Pada suatu hari ayah laki-laki itu bertanya pada menantunya untuk membuktikan apakah benar bahwa menantunya ini pintar, “menurutmu berapa uang yang telah aku keluarkan untuk biaya pernikahan kalian kemaren?” 

“Tidak lebih dari sekarung beras.” Jawab perempuan cantik itu sambil tersenyum. 

Setelah mendengar jawaban menantunya itu, si ayah berkata dalam hati, “kata anakku istrinya adalah seorang yang pintar, tapi mengapa ia bodoh sekali. Semua orang juga tahu kalau aku telah mengeluarkan biaya yang sangat banyak untuk pernikahan mereka kemaren.” 

Di hari berikutnya ketika mereka semua dalam perjalanan hendak berkunjung ke rumah salah satu saudara di luar desa, si ayah menyapa seorang petani. 

“Panenmu banyak sekali pak petani.” Sapa si ayah. 

“Apakah ini panenan tahun ini atau tahun kemaren?” tanya si perempuan cantik menantunya itu. 

Lagi-lagi ayah mertuanya kesal, “bodoh sekali pertanyaan menantuku ini, jelas-jelas petani ini panen padi sekarang.” 

Mereka meneruskan perjalanan dan bertemu dengan serombongan orang yang menggotong jenazah ke pemakaman. Lagi-lagi perempuan cantik ini menyapa rombongan itu dengan pertanyaan yang aneh. 

“Apakah ini kematian satu orang atau banyak orang?”tanya perempuan cantik itu. 

Ayah mertuanya kali ini sangat kesal, ia malu dengan pertanyaan-pertanyaaan bodoh menantunya. Jelas-jelas mereka semua melihat rombongan itu hanya menggotong satu mayat. Lalu si ayah bertanya kepada menantunya. 

“Anakku bilang kalau kau adalah seorang perempuan yang pintar, tapi kenyataannya kau selalu bertanya kepada orang lain dan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaaan dan jawaban yang bodoh.”kata si ayah. 

Perempuan cantik itu tersenyum dan menjelaskan kepada ayah mertuanya dengan sabar, “begini ayah, ketika ayah bertanya padaku berapa biaya yang telah ayah keluarkan untuk pernikahan kami, itu memang hanya seharga satu karung beras bukan? Kalau ayah merasa telah mengeluarkan biaya yang banyak itu adalah untuk pestanya.” 

Ayah laki-laki itu berkata dalam hati, ” benar juga.” 

“Tadi aku tanyakan kepada petani itu apakah ini panen sekarang atau tahun kemaren. Bisa jadi tahun kemaren petani itu gagal panen atau banyak hutang, sehingga hasil panen tahun ini adalah untuk menutup hutang tahun kemaren. Tapi kalau memang mereka tidak punya hutang itu berarti ini adalah hasil panen tahun ini. “ lanjut si perempuan cantik itu lagi. 

“Lalu apa artinya pertanyaan yang kau berikan kepada rombongan pengantar jenasah tadi?” tanya si ayah penasaran. 

“Biasanya orang yang meninggal adalah kepala rumah tangga yang menanggung kebutuhan hidup keluarganya. Sehingga kematian orang itu akan menjadi kematian orang-orang yang ditinggalkan karena tidak ada lagi yang bisa bekerja untuk membiayai kehidupan mereka.” 

Kini si ayah menjadi yakin bahwa menantunya ini adalah benar-benar perempuan cantik yang sangat pintar. 

Pesan : Seseorang yang pintar selalu berpikir panjang ketika berhadapan dengan suatu peristiwa sehingga nantinya ia akan bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu belajarlah yang rajin agar bisa menjadi anak yang pintar.

0 komentar:

Posting Komentar