Jumat, 04 Juli 2014

Pict Book ku di tolak

Ini adalah cerita pengalaman ketika beberapa waktu lalu aku menawarkan sebuah konsep pict book kepada penerbit. Pict book atau piture book adalah buku cerita anak bergambar. Ketebalan buku bergambar ini adalah 24, 32 atau 48 halaman. 

Naskah ini bukan saja aku tawarkan ke satu penerbit, tapi beberapa penerbit. Ketika satu penerbit menolak, maka aku tawrakan kepada penerbit lain. Begitu seterusnya sampai aku berharap ada penerbit yang mau menerima naskahku dan menerbitkannya menjadi buku cerita bergambar bagi anak-anak. 

Salah satu alasan penolakan adalah penjualan picture book yang kurang bagus,. Ini karena pict book itu tipis sehingga akan mudah rusak ketika berada di rak toko buku. Dengan demikian kemungkinan buku itu dikembalikan dalam keadaan rusak sangat besar. Tentu saja kalau hal ini terjadi maka penerbit yang akan merugi. Kalau kita dibayar dengan sistem royalti, maka kerugian juga akan dialami oleh si penulis. 

Ada juga penerbit yang memberikan jawaban bahwa mereka bisa menerima naskah tersebut dengan revisi. Yang dimaksud dengan revisi disini adalah memperbaiki konsep sehingga lebih inspiratif dan berbeda dari pict book yang sudah ada di pasaran. 

Sebuah pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini adalah : 

  • Sebelum menentukan akan menulis apa hari ini perlu dipertimbangkan aspek pemasaran tulisan kita.
  • Buat konsep yang bagus 
  • Lebih baik menjadi pelopor dengan konsep baru daripada mengekor dengan mengikuti konsep orang lain. 
  • KAlaupun harus jadi pengekor setidaknya kita haru bisa tampil beda agar karya kita bisa mendapat perhatian pembaca. 


0 komentar:

Posting Komentar