Sabtu, 12 Juli 2014

Putra Yang terbuang

Raja Kerajaan Puspanagari sudah lama meninggal dunia. Sekarang pimpinan kerajaan Puspanagari adalah Ratu Puspita. Raja dan Ratu memiliki dua anak kembar, Pangeran Rangga dan Pangeran Raksa. 

Sebenarnya masih ada satu lagi putra Ratu Puspita, bernama Pangeran Ragil. Sayangnya Ratu Puspita telah membuang Pangeran Ragil ke hutan Jati, bersama dengan salah seorang pengasuh istana yang bernama Mbok Nami. 

Ratu Puspita merasa malu mempunyai seorang anak yang buta. Maka ketika tabib istana memberitahu bahwa bayi yang dilahirkan oleh Ratu Puspita buta, Raja Puspanagari memerintahkan Mbok Nami untuk membawa pergi anak bungsunya itu 

“Bawalah Pangeran Ragil ke hutan Jati. Kalian berdua, tinggallah di sana dan jangan pernah kembali lagi.” Perintah Raja Puspanagari. 

Sejak saat itu Mbok Nami dan Pangeran Ragil hidup berdua di hutan Jati dengan damai. Mereka berdua tinggal di sebuah gubuk kecil di tengah hutan. Di belakang gubuk itu terdapat sebidang tanah yang ditanami jagung dan singkong. 

Mbok Nami telah menganggap Pangeran Ragil sebagai anaknya sendiri, ia membesarkan Pangeran Ragil dengan penuh kasih sayang. Mbok Nami juga mengajarkan budi pekerti yang baik kepada Pangeran Ragil. 

Maka ketika sudah dewasa, Pangeran Ragil menjadi seorang pemuda yang bijaksana dan penuh kasih sayang. Binatang di hutan sangat menyukai Pangeran Ragil. Walaupun Pangeran Ragil buta, tapi ia selalu melihat segala sesuatu dengan menggunakan mata hatinya. 

Beberapa tahun kemudian, kerajaan Puspanagari mengalami bencana kekeringan yang sangat panjang. Sawah-sawah tidak bisa ditanami padi sehingga rakyat banyak yang mati karena kelaparan. 

Pada suatu malam, Ratu Puspita bermimpi. Dalam mimpinya itu, Ratu Puspita didatangi oleh seorang pemuda yang sangat gagah. “Siapa kau?” tanya Ratu Puspita. 

Pemuda itu langsung bersujud dihadapan Ratu Puspita, “Apakah bunda lupa? Aku adalah Pangeran Ragil.” 

Pada saat bersamaan, tiba-tiba langit menjadi mendung dan turun hujan dengan deras. Ratu Puspita merasa sangat gembira dan ia pun terbangun dari tidurnya. 

Keesokan harinya Ratu Puspita memanggil penasehat istana dan menceritakan mimpinya. 

“Mungkin itu adalah sebuah petunjuk yang bisa menyelamatkan kerajaan ini dari bencana kekeringan.” Kata penasehat istana. 

“Aku pikir juga begitu. Tapi apa yang harus kita lakukan?” tanya Ratu Puspita. 

“Menurut hamba, sebaiknya Pangeran Ragil dipanggil kembali ke kerajaan ini.” Saran penasehat istana. 

“Baiklah.” 

Ratu Puspita terlihat sangat menyesal karena telah membuang Pangeran Ragil ke hutan Jati. Tanpa menunggu lama, Ratu Puspita mengutus pengawal istana untuk menjemput Pangeran Ragil dan Mbok Nami. 

Ketika Pangeran Ragil dan Mbok Nami sampai di istana kerajaan Puspanagari, mereka berdua mendapat sambutan yang luar biasa. Ratu Puspita memeluk Pangeran Ragil dengan erat. Ia begitu menyesal hingga air matanya menetes dengan deras. Sungguh ajaib. 

Di saat yang sama tiba-tiba awan menjadi mendung dan tak lama kemudian turun hujan yang sangat lebat. Seluruh kerajaan Puspanagari bergembira, kedatangan Pangeran Ragil telah menghilangkan bencana kekeringan. 

Ratu Puspita sangat kagum pada Pangeran Ragil yang tumbuh menjadi pemuda yang sangat bijaksana. Beberapa hari kemudian, Pangeran Ragil dinobatkan sebagai Raja di Kerajaan Puspanagari menggantikan Ratu Puspita.  

Pesan : Bagaimanapun kondisi anak, mereka mempunyai hak untuk mendapat kasih sayang orang tua.

0 komentar:

Posting Komentar