Rabu, 09 Juli 2014

Putri Ana

Putri Ana adalah seorang putri yang sangat cantik dan baik hati. Karena kecantikannya ini sehingga banyak Pangeran yang datang untuk memintanya menjadi permaisuri. Tapi Putri Ana belum mau menikah sehingga para Pangeran itu semuanya ditolak. 

Pangeran-pangeran itu datang dengan membawa bunga, pakaian yang indah juga perhiasan. Tapi tidak satu pun barang-barang pemberian para pangeran yang diterima oleh Putri Ana. 

“Semua barang-barang ini dibeli oleh pangeran dengan uang kerajaan mereka, bukan dari jerih payah pangeran. Jadi aku tidak mau menerimanya. “ begitu alasan Putri Ana. 

Salah satu pangeran tersebut adalah Pangeran Jonas. Ia justru kagum pada sikap Putri Ana. 

“Putri ini bukan hanya cantik dan baik hati, tapi ia juga seorang Putri yang punya harga diri. “ Pikir Pangeran Jonas. 

Untuk bisa lebih dekat dan lebih mengenal Putri Ana, maka Pangeran Jonas menyamar sebagai penjaga kuda di istana Putri Ana. Untuk memanfaatkan waktu luangnya, Pangeran Jonas membuat alat musik. 

Alat musik yang pertama kali dibuat oleh Pangeran Jonas adalah gendang. Pangeran Jonas mengambil sebatang kayu bulat dan kulit kuda yang sudah diawetkan dalam kandang. Selama beberapa hari, Pangeran Jonas mengukir kayu untuk gendang dan memolesnya hingga halus. 

Ketika untuk pertama kalinya Pangeran Jonas memainkan gendang tersebut, suara yang terdengar sangat indah dan membangkitkan semangat. Putri Ana sangat senang mendengarnya, ia pun kemudian datang ke kandang kuda. 

“Apa yang kau mainkan itu, penjaga kuda?” tanya Putri Ana. 

“Ini adalah gendang tuan Putri.” 

“Dari mana kau mendapatkan gendang ini?” Putri Ana sangat kagum pada ukiran yang terdapat pada gendang. 

“Hamba membuatnya sendiri, tuan Putri.” 

Putri Ana mencoba memainkan gendang tersebut. Pangeran Jonas yang menyamar itu, mengajarinya dengan senang hati. Ketika Putri Ana merasa sudah bisa memainkan gendang tersebut, maka ia ingin memilikinya. 

“Terima kasih, kau telah mengajarku memainkan gendang ini, penjaga kuda.” Kata Putri Ana dengan lembut. 

“Itu sudah menjadi kewajiban hamba untuk mengabdi pada tuan Putri.” Jawab Pangeran Jonas dengan penuh hormat. 

“Maukah kau memberikan gendang itu untukku?” 

Pangeran Jonas berpikir sebentar sebelum kemudian ia menjawab, “Hamba membuat gendang ini dengan sepenuh hati tuan Putri, jadi hamba akan sangat senang kalau tuan Putri mau menerima hasil karya hamba ini.” 

“Kalau begitu, bawalah gendang ini ke kamarku.” Perintah Putri Ana. 

“Bukan begitu maksud hamba tuan Putri. Hamba akan memberikan gendang ini kepada tuan Putri jika anda mau memberikan sepuluh ciuman untuk hamba.” 

Putri Ana merasa ragu, tapi tak lama kemudian ia menghampiri Pangeran Jonas dan memberikan sepuluh ciuman untuknya. Setelah itu PAngeran Jonas membawa gendang buatannya ke kamar Putri Ana. 

“Sekarang aku tahu siapa Putri Ana sebenarnya. Ternyata aku salah menilai. Putri Ana bukan seorang Putri yang mempunyai harga diri, bahkan ia rela merendahkan dirinya demi sebuah gendang.” 

Pangeran Jonas merasa sangat kecewa. Setelah memberikan gendang pada Putri Ana, Pangeran Jonas segera kembali ke negerinya. Ia tidak lagi menginginkan Putri Ana sebagai calon permaisurinya. 

Pesan : Jangan mudah tergoda oleh mainan atau barang apapun yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal.

0 komentar:

Posting Komentar