Rabu, 30 Juli 2014

Putri Senaya

Cerita Dari Republik Ceko 

Putri Senaya adalah putri Raja Ronas yang cantik dan pintar. Setiap hari Putri Senaya selalu bermain-main dengan ditemani oleh binatang peliharaannya yaitu Argo dan Kima. Argo adalah seekor anjing hutan yang cerdik dan Kima adalah seekor monyet yang lincah. 

Kecantikan Putri Senaya juga terkenal di negeri tetangga. BAnyak Pangeran yang datang melamar Putri Senaya untuk menjadi permaisuri mereka. Sayangnya diantara pangeran tersebut belum ada yang disukai oleh Putri Senaya. 

HIngga pada suatu hari datang Pangeran Lorka. Pangeran ini terlihat sangat jahat dari wajahnya. Ia datang dengan membawa pasukan yang asangat banyak jumlahnya, layaknya seperti akan pergi berperang. 

“Aku menginginkan Putri Senaya untuk menjadi permaisuriku,” kata Pangeran Lorka kepada raja Ronas. Seperti biasanya, Raja Ronas memanggil dan meminta jawaban langsung dari Putri Senaya. 

“Apakah kau mau menerima lamaran PAngeran Lorka putriku?” tanya Raja Ronas. 

“Melihat wajahnya saja aku sudah ketakutan, apalagi menjadi permaisurinya,” begitu pikir Putri Senaya. 

Putri Senaya kemudian memberikan jawaban yang jujur kepada Pageran Lorka, “aku tersanjung karena Pangeran yang perkasa sepertimu ingin menjadikanku sebagai permaisur. Tapi mohon maaf karena aku belum bisa menerima lamaranmu.” 

Pangeran Lorka sangat marah hingga ia langsung berdiri dan berkata dengan kasar, “ kalau begitu aku nyatakan perang sekarang juga terhadap kerajaan ini.” 

Dalam sekejab pasukan yang menyertai Pangeran Lorka langsung menyerbu kerajaan Raja Ronas. Karena serbuan yang mendadak dan jumlah pasukan Pangeran Lorka sangat banyak, maka Kerajaan Putri Senaya dalam waktu yang tidak begitu lama bisa dikuasai oleh PAngeran Lorka. Raja kemudian ditangkap dan ditawan disebuah gua di dalam hutan. Di luar Gua itu terdapat segerombolan semut besar dan dua ekor kera besar sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa melepaskan Raja Ronas dari sana. 

Putri Senaya sangat sedih dan ia pun ingin menolong ayahnya, juga merebut kembali kerajaan dari Pangeran Lorka. Semalaman Putri Senaya tidak bisa tidur memikirkan cara untuk membebaskan ayahnya dan juga mengusir Pangeran Lorka dari kerajaannya. 

Maka pada keesokan harinya, Putri Senaya pergi menghadap Pangeran Lorka, “aku menyerah Pangeran. Aku bersedia menjadi permaisurimu, tapi untuk dapat melangsungkan pernikahan kita, maka ayahku harus dihadirkan di sini. Aku mohon sebagai calon menantu yang baik, bebaskanlah ayahku. Buktikan padaku bahwa kau adalah benar-bear seorang pangeran perkasa yang memang pantas menjadi suamiku nanti. Oleh karena itu bebaskanlah ayahku dengan tanganmu sendiri.” 

Mendengar ucapan Putri Senaya, Pangeran Lorka sangat gembira. Tanpa pikir panjang ia langsung pergi untuk mengambil kembali Raja Ronas di dalam gua. Namun tanpa sepengetahuan Pangeran Lorka, diam-diam Kima, monyet peliharaan Putri Senaya telah memercikkan madu ke seluruh permukaan baju yang dipakai oleh Pangeran Lorka. 

Secara diam-diam, Putri Senaya mengikuti PAngeran Lorka menuju ke gua tempat Raja Ronas ditawan. Putri Senaya telah membawa satu tandan pisang dan sekaleng minyak tanah. Ketika sudah mendekati gua, Putri Senaya membaasahi bajunya dengan minyak tanah. Ia beserta Kima dan Argo menunggu ditempat tersembunyi sambil terus mengamati Pangeran Lorka. 

Sementara itu Pangeran Lorka mulai memasuki gua. Di bagian pintu gua di jaga oleh segerombolan semut besar. Sedikit saja orang menyenggolnya, bisa dipastikan gerombolan semut-semut itu pasti akan pudar dan menyerang manusia yang ada di dekatnya. Mengetahui hal itu, PAngeran Lorka berjalan dengan hati-hati. NAmun karena mencium bau madu pada baju 

Pangeran Lorka, semut-semut itu justru mengikutinya. Sedikit demi sedikit badan PAngeran Lorka dikerubuti oleh semut hingga akhirnya tidak ada bagian tubuh Pangeran Lorka yang terlihat. PAngeran Lorka bergulingan menahan sakit karena sengatan semut-semut besar itu sebelum akhirnya ia tidak bergerak sama sekali. 

Setelah melihat keadaan aman, maka Putri Senaya dengan diikuti oleh Argo dan Kima berjalan menuju gua. Baju Putri Senaya yang berbau minyak tanah membuat gerombolan semut-semut itu menjauh. Putri Senya juga tidak lupa memercikkan minyak tanah disepanjang jalan yang dilaluinya di dalam gua agar ketika keluar nanti ia tidak tersesat. 

Ketika sampai di dalam gua, dua ekor monyet besar telah menghadangnya. Putri Senaya kemudian memberikan setandan pisang yang dibawanya. Kedua monyet itu sangat senang dan menikmati pisang yang dibawa oleh Putri Senaya. Sehingga mereka tidak mempedulikan ketika Putri Senaya membebaskan ayahnya. 

Bahkan ketika Putri Senaya, Raja Ronas, Kima dan Argo berjalan keluar, kedua monyet besar itu masih asyik menikmati pisang. Dengan kemampuan penciuman Argo yang tajam, mereka semua bisa keluar dari gua dengan selamat. Dengan kepintarannya Putri Senaya telah bisa menyelamatkan ayahnya dan juga negerinya. 

PESAN 
Orang yang pandai bisa mengalahkan orang yang kuat. Namun kalau kalian menjadi orang pintar, gunakan kepintaran itu untuk kebaikan.

0 komentar:

Posting Komentar