Kamis, 03 Juli 2014

Putri Tasya Dan Tujuh Merpati

Putri Tasya tinggal di sebuah istana yang sangat besar. Ayahnya adalah seorang Raja di kerajaan Kaki Langit. Tapi Putri Tasya tidak mempunyai saudara, ia adalah anak tunggal. 

Untuk menghilangkan rasa sepi, Putri Tasya setiap hari bermain-main dengan merpati. Tujuh ekor merpati selalu datang setiap pagi di dekat jendela kamar Putri Tasya. Mereka memakan biji-bijian yang disebar oleh Putri Tasya. Merpati itu sangat senang, begitu juga dengan Putri Tasya. Menjelang siag hari, ketujuh merpati itu akan terbang kembali ke rumahnya. Tapi Putri Tasya tidak pernah tahu di mana rumah merpati-merpati itu. 

Pada suatu ketika, terjadi pemberontakan di kerajaan Kaki Langit. Pemberontakan itu dipimpin oleh paman Putri Tasya. Ayah Putri Tasya disekap dalam penjara bawah tanah. Sedangkan Putri Tasya dan ibunya berhasil melarikan diri dengan ditemani oleh beberapa pengawal istana. 

Pasukan pemberontak ternyata mengejar Putri Tasya dan ibunya. Mereka terus mengejar dan berhasil menyusul rombongan Putri Tasya di tepi hutan. Karena pengawal istana yang menemani Putri Tasya hanya sedikit, pasukan pemberontak berhasil mengalahkannya dan menangkap ibu Putri Tasya. 

Sementara itu Putri Tasya berhasil meloloskan diri. Ketika malam tiba Putri Tasya sudah sangat lelah dan akhirnya pingsan di tegah hutan. Pagi harinya Putri Tasya siuman. Ia sudah berada di dalam sebuah gua dengan ditemani oleh tujuh peri. 

“Di mana aku berada dan siapa kalian?” tanya Putri Tasya dengan suara lemah. 

Salah satu peri itu menjawab, “aku adalah merpati yang datang ke istanamu setiap pagi. Sekarang kau berada di tempat yang aman, tidak ada satu orang pun yag mengetahui tempat kami ini.” 

Putri Tasya kemudian menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya dan kerajaan Kaki Langit. Selesai mendengar cerita Putri Tasya, salah satu dari peri itu berubah menjadi seekor merpati dan terbang menuju istana Kaki Langit. 

Di sana Peri Merpati menemui ayah dan ibu Putri Tasya di penjara bawah tanah. Raja kemudian menulis tujuh surat, dan meminta tolong kepada Peri Merpati untuk menyampaikan surat tersebut kepada tujuh kerajaan sahabat. 

Dengan membawa ketujuh surat itu, Peri Merpati kembali ke gua tempatnya tinggal. Sesampainya di sana Peri Merpati menceritakan keadaan Raja dan Ratu kepada Putri Tasya. Setelah itu ia berbagi tugas dengan ketujuh Peri Merpati untuk mengantarkan surat kepada tujuh kerajaan sahabat. 

Setelah membaca surat tersebut, ketujuh kerajaan sahabat mengirimkan pasukan untuk merebut kembali kerajaan Kaki Langit. Setelah berhasil dikuasai kembali, Raja dan Ratu kembali memimpin kerajaan Kaki Langit. Putri Tasya bisa kembali lagi ke istananya dan bermain dengan tujuh merpati setiap pagi. 

Pesan : Jika sesuatu sudah menjadi hak kita, maka jika ada orang yang merebutnya, pasti selalu ada jalan untuk kita miliki lagi.

0 komentar:

Posting Komentar