Rabu, 30 Juli 2014

Ratu Yang Pelit

Cerita Dari Irak 

Raja adalah seorang yang sangat baik. Ia juga bijaksana dan dermawan, jadi tidak heran kalau sang raja sangat dicintai oleh rakyatnya. Namun sayangnya ratu mempunyai sifat kebalikannya. Sang ratu sering marah-marah kepada setiap orang, walaupun orang tersebut hanya berbuat sedikit saja kesalahan. Selain itu sang ratu juga terkenal sangat pelit. 

Sebagai bukti cinta mereka pada raja, rakyat di kerajaan tersebut seringkali mengirim makanan untuk raja. Tanpa sepengetahuan ratu, biasanya raja meminta pelayan untuk kembali memberi hadiah kepada orang yang telah mengirim makanan tersebut. 

Pernah pada suatu ketika raja dan ratu sedang duduk berdua di balkon yang terletak tepat di pinggir sungai. Pada saat yang bersamaan ada seorang nelayan yang lewat. Nelayan itu membawa muatan ikan yang sangat banyak. 

“Selamat siang tuanku raja dan ratu,” sapa nelayan itu sambil memberi hormat. Ia pun kemudian menghentikan perahunya. 

Raja tersenyum dan membalas sapaan nelayan, “selamat siang bapak nelayan. Sepertinya ini adalah hari keberuntunganmu. Aku lihat banyak sekali ikan hasil tangkapanmu hari ini.” 

“Benar tuanku raja, dan hamba juga telah menangkap seekor ikan yang paling besar.” Nelayan itu mengmbil ikan yang terbesar diantara ikan-ikan lain di dalam perahunya. 

Kemudian ia menyerahkan ikan tersebut kepada raja, “tuanku, ikan ini akan hamba berikan kepada tuanku karena hamba tahu tuanku sangat senang makan ikan.” 

Raja terlihat sangat bahagia, ia memang sangat senang makan ikan. Setiap hari di meja makan istana harus selalu ada hidangan dari ikan sebagai hidangan utama untuk sang raja. 

“Terima kasih bapak nelayan, kau telah memberikan ikan terbesar hasil tangkapanmu hari ini untukku. Sebagai tanda terima kasihku aku akan memberimu hadiah …..” 

Sebelum sang raja menyelesaikan perkataaannya, ratu cepat-cepat memotong, “sebelumnya aku perlu bertanya dulu padamu bapak nelayan, apakah ikan yang kau berikan pada raja itu adalah ikan laki-laki atau ikan perempuan?” 

Ratu yang pelit sudah merencanakan niat buruk pada si nelayan. Kalau nelayan itu menjawab bahawa ikan yang ia berikan pada sang raja adalah ikan laki-laki, maka sang ratu akan bilang kalau sang taja hanya menyukai ikan perempuan. Dan kalau bapak nelayan itu menjawab ikan yang ia berikan adalah ikan perempuan maka sang ratu akan menjawab kalau sang raja hanya menyukai ikan laki-laki. Dengan demikian ratu berharap hadiah dari raja tidak perlu diberikan kepada nelayan, melainkan bisa diambil kembali oleh ratu. 

“Mohon maaf tuanku ratu, ikan yang hamba berikan untuk tuanku raja adalah ikan yang sangat istimewa, sehingga ia bukanlah ikan laki-laki atau pun ikan perempuan.” Rupanya nelayan itu sudah tahu rencana buruk sang ratu yang sudah terkenal pelit itu. 

Sang raja yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum. Diam-diam tanpa sepengetahuan ratu ia menambah jumlah uang yang dihadiahkan untuk nelayan yang pintar itu. 

PESAN 
Lebih baik menjadi orang yang dermawan yang sering bersedekah dari pada menjadi orang pelit. Karena orang yang menerima sedekah kita akan memberikan kita doa-doa yang baik untuk kita.

0 komentar:

Posting Komentar