Rabu, 16 Juli 2014

Seekor Katak Dan Seorang Pemuda

Cerita Dari Rusia 

Seekor katak melompat dari batu yang satu ke batu yang lainnya di dalam sebuah danau kecil di pinggir hutan. Ia nampak gembira ketika sesekali bermain air dengan teman-temannya sesama katak. Terkadang suara merdu mereka bersautan hingga terdengar sebagai sebuah paduan suara. Suasana pinggir kolam yang sepi dengan angin sepoi-sepoi yang bertiup di sela-sela pepohonan membuat siapapun yang berada di sana terasa damai. Nyanyian katak-katak itu menjadi pelengkap kedamaian tempat itu. 

Tak heran jika seorang pemuda sangat senang datang , bahkan setiap hari ia duduk di bawah sebuah pohon besar. Pagi hari pemuda itu datang, duduk melamun bahkan tertidur dan baru menjelang sore hari ia kembali ke rumahnya. Seekor katak yang senang melompat di batu selalu mengawasi pemuda itu. 

Hingga pada suatu hari, si katak memberanikan diri mendekati si pemuda dan mengajaknya berbicara. 

“Hai….., “ sapa si katak dengan suara kecilnya yang merdu. 

KArena badan si katak kecil, maka pemuda itu tidak melihatnya. Ia pun mencari-cari suara yang menegurnya tadi. 

“Hai…. Aku di sini,” katak yang melihat si pemuda mencari-cari dirinya berusaha untuk memberitahu dimana ia berada. 

Mungkin ia tidak mengira kalau suara itu berasal dari seekor katak, sehingga walaupun ia sudah melihat si katak, ia tetap saja mencari asal suara yang telah dua kali menyapanya tadi. 

Si katak sedikit kesal hingga nada suaranya sekarang ia tinggikan dan berbpindah tempat berdiri, sekarang ia berada tepat dihadapan si pemuda. 

”Hai pemuda, apakah kau tidak bisa melihat diriku. Aku sekarang dihadapanmu.” 

Tentu saja si pemuda heran,”apakah seekor katak ini yang telah menyapaku tadi?” 

“Ya…… memang aku yang menyapamu sejak tadi.” Si katak sedikit kesal. 

“Oh, maafkan aku kalau begitu, bukan maksudku meragukan dirimu, tapi aku masih belum bisa percaya kalau ada katak bisa berbicara dan sekarang sedang berada dihadapanku.” 

“Memangnya apa yang sedang kau lakukan di sini, sepertinya kau sedang bersedih,” selidik si katak. 

“Iya kamu memang benar katak. Aku sekarang sedang bersedih. “ 

“Kenapa?” 

"Ibuku menyuruhku menikah.” 

“Lalu kenapa kamu justru sedih disuruh menikah oleh ibumu.” 

Pemuda itu menghela nafas dalam dan tersenyum sejenak, “ Aku sedih karena ibuku memintaku menikah dengan perempuan yang bisa menenun, agar aku nantinya bisa selalu berpenampilan baik dengan baju-baju hasil tenunan istriku.” 

“Lalu apa masalahnya. Bukankah ada banyak perempuan yang bisa kau pilih.” 

“Masalahnya adalah karena para wanita itu sebagian besar tidak bisa menenun, kalaupun ada mereka sudah menjadi milik pemuda lain.” 

“Aku bisa menenun,” ucapan katak kali ini membuat si pemuda tertawa. 

“Ha….ha….ha….kau ini lucu sekali katak.” 

“Aku serius…. Ini bukan lelucon. AKu memang bisa menenun.” Si katak menunjukkan raut muka sedikit cemberut karena pemuda itu tidak menyangsikan dirinya. 

“Sudahlah katak, terima kasih kamu telah menghiburku kali ini.” 

Si Katak tetap saja ingin meyakinkan si pemuda kalau dirinya memang bisa menenun, ”Kalau kamu tidak percaya, bawalah aku ke rumahmu dan siapkan alat tenun di dalam kamar, akan aku buktikan bahwa aku memang bisa menenun. Dalam waktu semalam aku akan buatkan sehelai baju untukmu. Tapi kamu harus berjanji padaku, kalau aku sudah membuktikan bahwa aku memang bisa menenun, maka kamu akan menjadikanku istrimu ” 

“Baiklah, aku akan menerima tantanganmu, kita kerumahku sekarang.” 

Si katak mengikuti si pemuda ke rumahnya. Sampai di sana keduanya di sambut oleh ibu si pemuda. Setelah diceritakan oleh si pemuda apa yang diminta oleh si katak, ibunya tertawa terbahak-bahak dan menganggap hal itu hanyalah guarauan belaka. Namun begitu mereka berdua tetap menyiapkan alat tenun dan membiarkan si katak menenun di dalam kamar. 

Alangkah terkejutya si pemuda dan ibunya ketika keesokan harinya mereka menemukan sehelai baju dan si katak yang sedang tidur kelelahan di samping alat tenun. Ini berarti si pemuda harus menepati janjinya. Maka beberapa hari kemudian dilangsungkan pernikahan yang langka itu. 

Anehnya ketika janji suci pernikahan itu selesai diucapkan, tiba-tiba muncul asap tebal yang menyelimuti tubuh si katak, dan ketika asap tebal itu menghilang, si katak telah berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik. 

Tentu saja si pemuda menjadi heran,”kamukah itu si katak yang menjadi istriku?” 

“Benar,” jawab putri katak sambil tersenyum. 

Putri katak kemudian bercerita bahwa dulu ia adalah seorang putrid raja. Pada suatu hari datang penyihir jahat yang akan menguasai kerajaannya. Penyihir itu kemudian menyihir dirinya menjadi katak dan menguasai kerajaan. Ketika putri katak pergi meninggalkan istana, di tengah perjalanan, ia diberi tahu oleh seorang peri bahwa kekuatan penyihir itu akan hilang dengan dengan sendirinya jika ada seorang pemuda yang mau menikah dengan katak jelmaan sang putri. 

Maka setelah melangsungkan pernikahan, si pemuda pergi ke kerajaan sang putri untuk merebut kembali kerajaan dari tangan penyihir jahat yang sekarang sudah kehilangan kekuatannya tersebut. 

PESANJadilah orang yang menepati janji seperti si pemuda. Ia pun tidak tahu sebelumnya kalau akhirnya ia malah mendapatkan hal yang lebih dari yang diinginkannya.

0 komentar:

Posting Komentar