Selasa, 15 Juli 2014

Sekeping Uang Emas

Cerita Dari Armenia 

Ada seorang pemuda anak seorang saudagar kaya yang sangat menginginkan sebuah kuda. Padahal di rumahnya ada banyak sekali kuda yang seharusnya bisa ia miliki dengan mudahnya. Akan tetapi ayah dari pemuda itu tidak mendidik anaknya untuk menjadi seorang anak yang manja. 

“Aku tidak akan pernah memberikan kuda ini secara gratis padamu,nak.” Kata si Ayah ketika si pemuda meminta seekor kuda. 

“Bukankah aku ini anak ayah?” 

“Lalu kenapa kalau kau adalah anakku.” 

“Apa yang ayah miliki seharusnya menjadi milikku juga. Termasuk kuda-kuda ayah ini. Aku tidak meminta banyak ayah, hanya satu saja.” Si anak masih mencoba merayu ayahnya agar bisa diberikan seekor kuda. 

“Ini semua milik ayah yang aku dapatkan dari kerja keras, jadi kalau juga akan meilikinya , maka kau pun juga harus bekerja keras terlebih dahulu.” Jawaban si ayah tegas. 

“Baiklah aku akan bekerja keras, apa yang harus aku kerjakan,” tanya si anak. 

“Apa saja bisa kau kerjakan sampai kau bisa mendapatkan sekeping uang emas yang kau berikan padaku sebagai uang pembelian kuda. “ 

“Kalau begitu aku akan datang lagi pada ayah secepatnya dengan membawa sekeping uang emas.” 

Pemuda itu kemudian pergi dan keesokan harinya ia pun kembali menemui ayahnya dengan membawa sekeping uang emas. 

“Cepat sekali kau mendapatkan sekeping uang emas, apa saja yang sudah kau kerjakan?” tanya si ayah. 

“Aku bekerja sangat keras ayah,” 

Si ayah tidak bisa memepercayai ucapan anaknya begitu saja. Maka ia mengajak anaknya ke pinggir sungai. Di sana si ayah melempar sekeping uang emas itu jauh ke dalam sungai. Pemuda itu hanya bisa memandang heran atas apa yang telah diperbuat oleh ayahnya. 

“Uang itu sekarang sudah tidak ada, itu berarti kau belum memberikan uang pembelian kuda. Sekarang kau bekerja keraslah dan berikan pada ayah sekeping uang emas jika kau masih menginginkan kuda ayah.” 

Pemuda itu tidak berani membantah kata-kata ayahnya. IA pun segera pergi dan kembali lagi keesokan harinya dengan membawa sekeping uang emas lagi. Namun si ayah tetap melakukan hal yang sama yaitu membuang sekeping uang emas itu ke dalam sungai. 

“Mengapa ayah membuang uang itu lagi?” 

“Karena ayah tahu uang ini bukan hasil dari kerja kerasmu. Ayah tahu kau telah meminta sekeping uang emas pada ibumu untuk kau berikan pada ayah, itu sama juga uang milik ayah dan ayah berhak melakukan apa pun terhadap milik ayah. Jika kau memang masih menginginkan untuk membeli kuda ayah, maka ayah akan tunggu kau hingga mendapatkan uang hasil kerja kerasmu sendiri.” 

Pemuda itu kemudian pergi. Kali ini ia mencari pekerjaan untuk mendapatkan sekeping uang emas. Berhari-hari ia bekerja keras demi hingga akhirnya pada hari kesepuluh barulah ia bisa mengumpulkan sekeping uang emas. Dengan perasaan gembira dan bangga ia mendatangi ayahnya. 

Pemuda itu memberikan sekeping uang emas miliknya pada si ayah, “Aku sudah bekerja keras selama sepuluh hari hingga sekarang aku bisa mengumpulkan sekeping uang emas seperti yang ayah minta.” 

Si ayah tidak menjawab apa-apa, ia malah mengajak anaknya ke tepi sungai seperti yang pernah ia lakukan kemaren dulu. Pemuda itu merasa cemas kalau-kalau ayahnya akan membuang lagi uang emas itu ke sungai. Ternyata apa yang dikhawatirkan pemuda itu menjadi kenyataan. Namun ketika si ayah telah bersiap-siap akan melempar uang itu ke sungai, pemuda itu buru-buru bersimpuh dan memegangi kaki ayahnya. 

“Aku mohon jangan ayah buang uang ini. Susah payah aku mendapatkannya selama sepuluh hari. Aku tidak rela kalau ayah membuang begitu saja hasil keringatku.” 

Si ayah diam sejenak dan berkata,” baiklah, sekarang ayah percaya bahwa kau mendapatkan uang ini dengan kerja keras. Sekarang ikutlah ayah ke kandang dan pilihlah kuda terbaik yang kau mau.” 

PESAN 
Sesuatu yang diperoleh dengan kerja keras akan menjadi lebih berharga dari pada yang kita dapatkan secara cuma-cuma.

0 komentar:

Posting Komentar