Minggu, 06 Juli 2014

Setoples Kacang Dan Bocah Kecil

Cerita Dari Swiss 

Seorang bocah kecil sangat suka dengan kacang. Apapun makanan yang diolah dari kacang semuanya ia suka. Bocah kecil ini suka cookies kacang, cake kacang, apalagi permen kacang. Selain itu kacang panggang atau kacang goreng yang diolah dengan aneka rasa pastilah ia memakannya dengan sangat banyak. 

Setiap hari di meja makan selalu tersedia satu toples yang berisi kacang. Hari kemaren toples itu diisi dengan kacang panggang rasa keju, hari ini diisi dengan kacang goreng rasa bawang dan masih banyak lagi aneka rasa kacang yang disediakan oleh ibunya. 

Dalam sehari bocah kecil itu bisa menghabiskan setoples kacang yang disediakan untuknya. Selain toples yang berisi penuh dengan kacang, disampingnya selalu ada setumpuk piring kecil untuk tempat kacang yang akan dimakan serta sendok untuk mengambil kacang dari dalam toples. 

Dulu ibu si bocah kecil ini hanya menyediakan toples yang berisi penuh dengan kacang dan si bocah kecil akan mengambilnya dengan tangan yang dimasukkan kedalam toples. Biasanya si bocah kecil mengambil sedikit kacang yang ia taruh di telapak tanganya yang kecil itu kemudian ia pergi keluar dan memakan kacang tersebut sambil bermain dengan teman-temannya. Jika menginginkannya kembali bocah kecil itu akan mengambilnya ke dalam rumah , begitu seterusnya hingga seluruh kacang dalam toples itu habis. 

Pada suatu hari, seperti biasanya ibu si bocah kecil menyediakan satu toples yang kali ini diisi penuh dengan kacang panggang rasa keju. Ini adalah kacang favorit si bocah kecil. 

“Hmmmmm……. Baunya harum sekali, pasti enak sekali kacang panggang keju ini,” pikir bocah kecil itu. 

Bocah kecil itu kemudian membuka toples dan mengambil satu butir. Ia mencicipi kacang tersebut dan kemudian mengambil lagi dan mengambil lagi serta mengunyahnya dengan cepat. Tiba-tiba terdengar suara teman-temannya memanggil dan mengajaknya bermain. 

“Aku harus pergi sekarang,” kata si bocah kecil,” tapi aku harus mengambil kacang ini dulu.” 

Si bocah kecil mengambil segenggam kacang dengan tangannya. “Aku akan mengambil banyak karena ini adalah kacang kesukaanku.” Pikir si bocah kecil. 

Namun ketika bocah kecil itu akan menarik tangannya, ternyata tangan yang telah menggenggam kacang tersebut tidak dapat ditarik. Si bocah kecil berusaha sekuat tenaga akan tetapi tetap saja tidak berhasil. 

Bocah kecil itu kemudian berteriak meminta pertolongan ibunya,”Ibu…… tolong aku.” 

Ibu si bocah kecil berjalan terburu-buru mendatangi anaknya. Ia nampak cemas mendengar jeritan minta tolong si bocah kecil yang terdengar mengiba. “Apa yang terjadi denganmu, sayang?” 

“Tanganku tidak bisa keluar dari toples ini, bu.” Jawab si bocah kecil sambil terus berusaha. Tapi semakin lama ia berusaha untuk menarik tangannya dari dalam toples, justru tangannya semakin sakit. 

Ibu si bocah kecil memeriksa keadaan anaknya, ”mari sini ibu lihat ada apa di dalam toples yang menyebabkan tanganmu tidak bisa keluar.” 

Toples itu terbuat dari kaca sehingga isi dalamnya bisa terlihat dari luar. Setelah tahu apa yang terjadi di dalam toples, ibu si bocah kecil justru tersenyum. 

Dengan lembut ibu itu berkata,” Sayang, kau mengambil kacang terlalu banyak dalam genggamanmu sehingga tanganmu yang menggenggam kacang itu menjadi lebih besar ukurannya dari pada mulut toples ini. JAdi sekarang ibu mohon lepaskan semua kacang yang telah kau genggam baru kau keluarkan tanganmu dari dalam.” 

Si bocah kecil menuruti apa yang dikatakan ibunya. Ia kemudian melepaskan semua kacang yang sudah berada dalam genggamannya. 

Ibu si bocah kecil kemudian mengambil piring kecil dan sendok besar. Ia mengajari anaknya mengambil kacang dengan sendok besar kemudian meletakkannya dalam piring kecil. Mulai saat itu si bocah kecil selalu mengambil kacang didalam toples seperti yang telah diajarkan oleh ibunya. Ia tidak mau lagi mengambil dengan tangan karena takut kejadian serupa akan terulang lagi. 

PESAN Janganlah menjadi anak yang serakah, karena sifat serakah akan merugikan diri sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar