Rabu, 23 Juli 2014

Sheila Di Negeri Peri (1)

Cerita Dari Belanda 

Sheila tinggal di sebuah desa di tepi hutan. Di desanya tidak banyak anak kecil, sehingga Sheila susah mendapatkan teman yang sebaya dengannya untuk diajaknya bermain. Oleh karena itu ia lebih sering main sendirian. Terkadang ia pergi ke hutan, berjalan-jalan hingga ke dalam hutan. 

“Kau hanya bisa bermain sampai dengan dinding kabut di dalam hutan Sheila. Jangan pernah kau berusaha menerobosnya.” Begitu selalu pesan ibunya jika Sheila berpamitan ingin bermain ke hutan. 

Sheila sangat betah bermain di hutan. Ia bisa di sana sampai seharian. OLeh karena itu ibunya selalu membawakannya bekal makanan yang cukup banyak. 

Ibu Sheila juga berpesan, ”Jangan merusak apa yang ada di dalam hutan. Jika kau selesai makan, maka benahilah bekas makananmu dan buanglah sampahnya di luar hutan. Peri hutan pasti akan marah kalau kau mengotori dan merusak hutan.” 

Hari itu Sheila sudah berjalan-jalan di dalam hutan dengan membawa sekeranjang bekal makanan dan minuman yang dibawakan oleh ibunya. Sesekali ia menyapa burung-burung yang berkicau. Ketika lelah, Sheila beristirahat dan bercanda dengan kelinci yang muncul dengan malu-malu kemudian berlari-lari kecil dihadapan Sheila. Setelah hilang lelahnya, Sheila kemudian melanjutkan lagi perjalanannya. 

Hari sudah menjelang siang dan Sheila merasa sangat lapar. Ia kemudian mencari tempat yang nyaman dan membuka bekal pemberian ibunya. Sheila memakan roti isi dan minum jus strawberry buatan ibunya yang enak. Tiba-tiba ia mendengar sesuatu yang mencurigakan. Sheila menengok ke kiri dan ke kanan, tidak ada siapa-siapa. Ia pun kembali makan roti isi. Ketika akan meneguk jus strawberry, tiba-tiba dihadapannya muncul dua peri. 

“Jus strawberry itu kelihatannya enak sekali.” Kata salah satu peri 

Hampir saja Sheila tersedak karena kaget. Namun ia kemudian menawarkan jus strawberry kepada kedua peri itu. “Kalau kalian mau ambilah ini.” Sheila menyerahkan dua botol jus strawberry yang masih berada di dalam keranjangnya. 

Kedua peri itu sangat gembira . Mereka kemudian makan bertiga dengan sangat akrab. Sheila sangat senang mendengar cerita tentang negeri peri. 

“Jadi di mana sebenarnya negeri peri tempat kalian tinggal?” tanya Sheila penasaran “Negeri kami berada di balik dinding kabut itu.” Jawab salah satu peri 

“Bolehkah aku melihat negeri kalian?” Kedua peri itu saling berpandangan dan keduanya akhirnya mengangguk. Sheila sangat gembira karena ia diperbolehkan melihat negeri peri. 

“Tapi kau harus kami dandani seperti peri.” 

“Baiklah aku tidak keberatan,” jawab Sheila. 

Kedua peri itu kemudian mendandani Sheila dengan pakaian peri dan membuat kuping palsu hingga kuping Sheila menjadi lebih runcing seperti kuping peri-peri lainnya. Setelah semuanya selesai, Sheila dan kedua peri itu berjalan menuju dinding kabut. Sheila dapat dengan mudah menembus dinding kabut. Padahal dinding kabut itu sangat tebal dan tidak ada satu manusia pun yang bisa menembusnya.

0 komentar:

Posting Komentar