Rabu, 23 Juli 2014

Sheila Di Negeri Peri (2)

Begitu keluar dari dinding kabut, Sheila melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Ia melihat rumah-rumah lucu yang sebelumnya belum pernah ia lihat. Sheila sangat senang di ajak berkeliling negeri peri oleh kedua peri temannya tadi. 

Di sebuah jalan yang cukup besar, tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang menegur mereka. “Siapa ini?’” tanya wanita itu dengan lantang. 

Kedua peri yang mengajak Sheila nampak ketakutan, mereka gemetar ketika memberikan jawaban. “Ia teman kami dari hutan sebelah tuan ratu.” 

Rupanya wanita cantik itu adalah ratu di negeri peri ini. Pantas saja kedua peri itu sangat ketakutan. Namun sebenarnya yang membuat mereka takut bukanlah karena bertemu ratu, akan tetapi mereka berdua takut akan ketahuan ratu telah membawa manusia masuk ke dalam negeri peri. 

Ratu Peri kemudian berjalan meninggalkan mereka. Kedua peri yang mengantar Sheila merasa lega karena ratu tidak curiga pada Sheila. Keduanya berpikir bahwa ratu percaya kalau Sheila adalah bangsa peri juga. Baru beberapa langkah, ratu peri merasa ada hal yang mencurigakan, sehingga ia membalikkan badannya dan kembali menemui Sheila. 

Ratu memandangi seluruh bagian tubuh Sheila dari atas hingga ke bawah. Ia menjadi curiga pada kuping Sheila yang sedikit terlihat aneh. Kemudian Ratu Peri berjalan lebih mendekati Sheila dan memegangi kupingnya. Ketika Ratu Peri menarik kembali tangannya, bagian yang menyambung kuping Sheila hingga terlihat sedikit panjang terlepas dan yang terlihat kini adalah telinga manusia. 

“Siapa yang mengijinkan manusia masuk ke tempat ini. Siapapun itu harus mendapat hukuman yang berat” Ratu Peri terlihat sangat marah. 

Kedua peri yang mengajak Sheila sangat ketakutan. Mereka tahu hukuman yang dimaksud oleh Ratu Peri adalah direbus didalam panic besar dihadapan seluruh rakyat negeri Peri. 

“Jangan salahkan kedua peri ini Ratu. Sayalah yang salah. Saya yang telah meminta mereka untuk membawa saya ke tempat ini. ” Sheila memohon kepada Ratu Peri 

“Baiklah kalau kamu mengakui kesalahanmu. Kalau begitu kamuah yang harus menjalani hukuman besok.” Ratu Peri kemudian memerintahkan pengawal negeri Peri untuk menangkap Sheila. 

Ketika hukuman itu tiba, terjadi sebuah keajaiban. Sheila ternyata tidak merasa kepanasan ketika direbus didalam panci besar. Hingga akhirnya Ratu Peri memerintahkan untuk membiarkan Sheila keluar dari panci. 

“Hatimu yang bersih telah menyelamatkanmu dari panci panas itu Sheila.” Kata Ratu Peri sambil tersenyum 

Setelah berkata demikian, Ratu Peri kemudianmengahpus ingatan Sheila sehingga ia tidak bisa menginat kejadian yang ia alami di negeri Peri serta mengembalikannya ke rumahnya. Sheila menemukan dirinya sudah berada ditempat tidur dan merasa seperti telah bermimpi indah. 

PESAN Berani mengakui kesalahan seperti Sheila adalah tindakan yang terpuji.

0 komentar:

Posting Komentar