Kamis, 31 Juli 2014

Si Bodoh

Cerita Dari Cina 

Dulu ada seorang nelayan yang sangat bodoh hingga orang-orang di sekitarnya memanggilnya dengan sebutan “Si Bodoh”. Ia tidak pernah bersekolah sehingga tidak ada ilmu yang ia miliki selain cara menangkap ikan dengan anak panah. Setiap hari ia selalu pergi kelaut untuk menangkap ikan. 

Bekalnya adalah seikat anak panah dan sebungkus nasi untuknya makan serta sebotol air untuknya minum. Karena ia sangat rajin maka kemampuannya menangkap ikan selalu terasah. Anak panahnya selalu tepat mengenai sasaran sehingga setiap hari ia selalu membawa ikan yang sangat banyak untuk dijual. 


Pada suatu hari, seperti biasanya Si bodoh pergi ke laut untuk mencari ikan. Saat itu langit mendung, tapi Si Bodoh tetap membawa perahunya ke laut. Angin bertiup sangat kencang dan tak lama kemudian badai datang. Ombak bergulung sangat besar hingga membuat perahu Si Bodoh terombang-ambing menuju kea rah pantai dan akhirnya terbalik. Untunglah Si bodoh pandai berenang, namun seikat anak panah miliknya jatuh ke laut yang tidak begitu dalam. 

Si bodoh kemudian menarik perahunya yang terbalik itu untuk menandai tempat jatuhnya seikat anak panah miliknya. “Besok kalau cuaca sudah membaik aku akan mencarinya.” Pikir Si Bodoh sebelum ia berenang menuju pantai dan pulang ke rumahnya. 

Keesokan harinya cuaca sangat cerah. Para nelayan yang lainnya sudah terlebuh dahulu pergi ke laut. Si Bodoh sedikit kesiangan hari ini karena kelelahan berenang kemaren. Ia melihat perahunya masih dalamkeadaan terbalik dan terombang-ambing ditengah lautan. 

“JAuh juga ternyata kemaren aku berenang, pantas saja badanku sekarang sakit semua.” Pikir Si Bodoh. 

Si Bodoh kemudian menumpang perahu milik temannya menuju perahu miliknya yang terbalik. Setelah Si Bodoh dibantu oleh temannya membalikkan perahu, ia pun bersiap-siap untuk menyelam ke dalam laut. 

“HAi Bodoh, apa yang akan kau lakukan?” tanya temannya heran. 

“Aku akan mengambil anak panahku yang terjatuh di sini kemaren.” Jawab Si Bodoh 

“Apa kau yakin anak panahmu jatuh di sini?” 

“Ya, aku yakin sekali karena aku sudah membuat tanda di tempat jatuhnya anak panahku.” 

Sebelum temannya sempat bertanya lagi, Si Bodoh sudah terjun menyelam ke dalam laut. TAk lama kemudian Si Bodoh muncul. 

“Mana anak panahmu?” tanya temannya ketika melihat Si Bodoh muncul tanpa membawa apapun. 

“Tidak ada. Coba aku cari sekali lagi.” 

Si Bodoh kembali menyelam ke dalam laut. TAk lama kemudian ia muncul dan tetap tidak membawa apapun. “Anak panahku tidak ada, padahal di sini kemaren anak panah itu jatuh. Aku tidak mungkin salah membuat tanda.” Kata Si Bodoh. 

“Mana tanda yang kau buat?” teman si Bodoh penasaran karena sedari tadi ia tidak melihat satu pun tanda di sekitar perahunya berada. 

“Perahuku itu tandanya.” 

“Maksudmu kau menandai tempat jatuhnya anak panahmu itu dengan perahu?” tanya teman Si Bodoh lagi. 

“Iya benar.” 

Mendengar jawaban Si Bodoh temannya tertawa terbahak-bahak, “dasar bodoh.” 

“Kenapa kau malah menertawaiku?” 

“Jelas saja aku tertawa. Kau tahu bodoh, perahu itu akan terombang-ambing terbawa air atau di tiup angin. Jadi tempat perahu ini berada kemaren dengan sekarang sudah berbeda. Perahu ini sudah berpindah tempat dari tempatnya semula sekarang, kau mengerti?” 

Si Bodoh memang tidak pernah tahu akan hal itu. Sekarang ia harus bersusah payah membuat anak panah baru. Kebodohannya membuat dirinya harus kehilangan banyak waktu mencari ikan karena waktunya ia gunakan untuk membuat anak panah. 

PESAN 
Carilah ilmu sebanyak mungkin, tidak hanya dibangku sekolah, tapi juga belajarlah dari pengalaman dan kejadian di sekitar kita karena ilmu apapun yang kita miliki pasti akan berguna suatu saat nanti

0 komentar:

Posting Komentar