Kamis, 24 Juli 2014

Si Hitam BUkan Kuda Manja

Cerita Dari Spanyol 

Siapa yang tidak kenal dengan Si Hitam, kuda kesayangan raja. Si Hitam bisa berlari sangat kencang dan lihat melewati berbagai rintangan. Ia adalah kuda yang paling sering ditunggangi oleh raja. Perawakan Si Hitam tinggi besar dan kakinya yang kuat menunjukkan ia adlah kuda pelari yang terbaik. Sebagai seekor kuda istana tentu saja Si Hitam selalu mendaat perlakuan terbaik. Kandang yang selalu bersih juga makanan pilihan selalu diberikan untuk Si Hitam. 

Raja juga seringkali menengok kuda-kudanya di kandang yang terletak di belakang istana. Suatu kali ketika berkunjung ke kandang, ia melihat sebuah pemandangan yang aneh. Selama ini ia selalu melihat semua kuda yang ada di kandang makan rumput sendiri, namun kali ini raja melihat Si Hitam makan rumput di suapi oleh salah seorang penjaga kuda. “Manja sekali Si Hitam ini,”pikir raja. 

Raja kemudian mendekati kandang Si Hitam dan menyapa si penjaga kuda juga Si Hitam, “apa kabar Hitam, kau memang kuda terbaik yang ku miliki tapi aku tidak tahu kalau kau adalah seekor kuda yang manja. Apakah kau seringkali menyuapi rumput untuk Si Hitam penjaga?” 

“Tidak begitu tuanku, hamba terkadang memang menyuapi Si Hitam, tapi itu atas kemauan hamba sendiri, bahkan Si Hitam lebih sering makan rumput sendiri tanpa disuapi oleh siapapun.” Jawab si penjaga kuda. 

‘Kalau begitu pergilah, aku pun ingin menyuapi rumput pada Si Hitam.” Setelah si penjaga kuda pergi, raja kemudian mengambil rumput yang berada di samping sebuah air berisi cairan kecoklatan dan langsung menyuapinya. 

NAmun sayangnya Si Hitam tidak mau memakan rumput yang disuapkan oleh raja. Raja kemudian memilih rumput yang lebih segar dan menyuapkannya ke mulut Si Hitam, “Mungkin saja rumput yang tadi kurang segar.” Pikir raja. 

Tetap saja Si Hitam tidak mau memakan rumput yang disuapi oleh Raja. Kali ini Raja terlihat marah dan segera pergi meninggalkan kandang kuda. Ia pun menemui permaisuri dan menumpahkan segala kekesalannya pada Si Hitam. 

“Aku ini seorang raja, bagaimana mungkin seekor binatang seperti Si Hitam menolak untuk aku suapai.” Kata raja dengan nada marah. 

“Seharusnya anda bisa sedikit bersabar, mungkin saja saat itu Si HItam memang sudah kenyang setelah disuapi beberapa kali oleh si penjaga kuda.” Jawab permaisuri bijaksana. 

 “Bagaimana aku bisa tahu apakah saat itu dia sudah kenyang atau memang tidak mau aku suapi.” 

“Cobalah untuk mengutus salah seorang pengawal menyelidkinya.” Saran permaisuri. 

“Baiklah, aku akan mengutus seorang pengawal istana untuk menyelidiki hal ini. KAlau memang SI Hitam terbukti tidak mau aku suapai, itu berarti ia telah menghinaku dan aku akan menghukumnya dengan membuangnya ke tengah hutan.” 

Raja menuruti saran permaisuri. Seorang pengawal istana ia perintahkan untuk menyelidiki mengapa SI Hitam tidak mau memakan rumput yang disupakan oleh raja. Maka pengawal yang diutus tersebut pergi ke kandang kuda. Saat ia memasuki kandang, rupanya si penjaga kuda sedang menyuapi si hitam. 

“Ini kesempatan yang baik.” Pikir pengawal istana sambil menghampiri kandang. Pengawal istana kemudian menyapa si penjaga kuda, “manja sekali Si Hitam ini. Makan saja harus disupai.” 

“Hampir semua kuda di sini terkadang aku suapi jika aku punya banyak waktu senggang. Apakah kau juga ingin mencoba menyuapi Si Hitam pengawal?” Si penjaga kuda mundur sedikit dari tempatnya berdiri untuk member kesempatan bagi engawal member makan pada Si Hitam. 

“Ah, mana mungkin Si Hitam mau aku suapi,” jawab pengawal. 

“Tentu saja ia mau disuapi oleh siapaun.” 

“Baiklah kalau begitu, aku akan mencobanya.” Pengawal itu mengambil rumput yang berada di samping ember besar berisi air berwarna kecoklatan. NAmun SI Hitam tidak mau memakan rumput yang disupakan oleh pengawal itu. 

“Rupanya SI Hitam ini memang sangat manja, ia suka memilih orang yang menyuapinya ya, buktinya ia tidak mau aku suapi.” Kata si pengawal dengan raut wajah kecewa. 

Si penjaga kuda tersenyum kecil, “bukannya Si Hitam memilih siapa yang menyuapinya, tapi ia memilih rumput yang disuapkan untuknya. Sebelum disuapkan pada Si HItam, celupkan dahulu rumput pada air campuran madu yang ada dalam ember disamping tumpukan rumput itu.” 

Setelah melakukan apa yang disarankan oleh si penjaga kuda, Si Hitam mau memakan rumput yang disuapkan oleh pengawal istana. Raja sangat senang mendengar laporan pengawal istana. 

“Rupanya aku salah memberikan rumput.” Kata raja dalam hati. 

PESAN Jangan pernah berprasangka buruk terhadap sesuatu yang belum diselidiki kebenarannya

0 komentar:

Posting Komentar