Kamis, 24 Juli 2014

Si Kerudung Merah

Cerita Dari Jerman 

Nama sebenarnya bukan “Si Kerudung Merah,” tapi orang lain juga tidak pernah tahu siapa nama sebenarnya. Yang orang-orang tahu, anak kecil yang manis dan lucu itu sangat senang memakai kerudung merah dan sudah dipanggil dengan sebutan “Si kerudung merah sejak ia masih kecil. Si kerudung merah tinggal di sebuah desa di tepi hutan bersama dengan ibunya. 

Anak ini sangat rajin, namun sayangnya seringkali ia tidak menuruti nasehat ibunya. “Ibu tertalu bawel,” begitu selalu Si Kerudung Merah menggerutu kalau ibunya menasehati. Padahal nasehat ibunya adalah untuk kebaikan Si Kerudung Merah. Ibunya tahu kalau Si Kerudung Merah tidak pernah berhati-hati dalam segala hal. Makanya setiap saat ibu Si Kerudung Merah selalu member nasehat. Sayangnya nasehat itu terlalu banyak dan terlalu sering sehingga Si Kerudung Merah lama-lama menjadi bosan. 

Pada suatu hari ada orang yang datang mengabarkan bahwa nenek Si Kerudung Merah yang tinggal di desa seberang hutan sedang sakit dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Tentu saja Ibu Si Kerudung Merah merasa cemas, ia pun meminta Si Kerudung Merah mengantarkan makanan untuk neneknya. “Kerudung Merah, anak yang baik, tolong ibu antarkan makanan ini ke rumah nenekmu ya,” 

Dengan senyum riang Kerudung Merah mendekati ibunya, ”dengan senang hati, ibuku yang cantik. Aku sudah lama tidak kerumah nenek, jadi aku sangat rindu padanya.” 

“Tapi saat ini nenekmu sedang sakit Kerudung Merah, jadi kau harus menemaninya beberapa saat dan menemaninya makan dan minum obat yang ibu bawakan untuk nenekmu.” Kata Ibu Kerudung Merah sambil menata makanan dan juga obat serta bebberapa botol minuman hangat serta memasukkannya ke dalam keranjang kecil. 

“Tenang saja, ibu tidak perlu khawatir, aku pasti melakukan tugas ini dengan baik.” 

“Tapi perjalanan ke rumah nenekmu melalui hutan, di sana banyak serigala jahat dan licik. Pesan ibu berhati-hatilah kau pad orang yang tidak dikenal, karena serigala hutan akan dengan mudah mengelabui anak kecil sepertimu.” 

Seperti biasa, kerudung merah tidak menghiaraukan pesan ibunya. Ia langsung mengambil keranjang berisi makanan untuk neneknya dan pergi menyususri jalan setapak di depan rumahnya. Anak kecil yang periang ini bernyanyi-nyanyi di sepanjang jalan dengan gembira hingga tidak mengetahui bahwa ada sepasang mata yang terus mengawasinya. 

Ketika sudah sampai di tengah hutan, ada sebuah suara yang menyapa Si Kerudung Merah,”gembira sekali kau kelihatannya hari ini, mau kemana anak manis?” *Kerudung merah yang ramah menjawab sapaan orang tersebut, ”ke rumah nenek ku di seberang hutan, ia sedang sakit, jadi aku harus mengantarkan makanan ini untuknya.” 

Karena berjalan sambil bernyanyi, kerudung merah tidak mengetahui bahwa suara yang menyapanya tadi adalah milik serigala jahat yang mengincarkan untuk dijadikan mangsa hari ini. 

“Oh, ini adalah hari keberuntunganku. Anak kecil ini dagingnya pasti lezat cocok untuk dijadikan makan siangku. Dia bilang neneknya sedang sakit? Ini akan memudahkan aku memangsanya. 

Rumah neneknya adalah tempat yang tepat untuk menikmati makan siangku ini, kalau aku memangsanya di hutan ini, pastilah teman-temanku akan datang dan meminta bagian, mana mungkin aku kenyang.Lebih baik aku menikmati mangsaku ini sendiri di rumah neneknya. Sampai bertemu di rumah nenekmu manis,” kata serigala jahat dalam hati kemudian berlari menuju rumah nenek Si Kerudung Merah. 

Tidak sulit bagi serigala untuk menemukan rumah nenek Si Kerudung Merah karena di sebrang hutan hanya ada sedikit rumah dan serigala itu sudah hapal betul para penghuninya. Ia pun segera memasuki rumah nenek kerudung merah. Di dalam rumah nenek Si Keruddung merah sedang terbaring sakit di tempat tidur. Melihat kedtangan serigala, tentu saja si nenek kaget dan akhirnya pingsan. 

“Hi…hi…,” serigala tertawa gembira,” ternyata semuanya berjalan dengan mudahnya.” Serigala kemudian memindahkan nenek si kerudung merah ke dalam gudang. Ia kemudian menggantikan posisi nenek dengan berpura-pura sakit dan berbaring di tempat tidur menantikan kerudung merah datang. 

Tak lama kemudian terdengar suara mungil yang ditunggu-tunggu serigala,” nenek…….. nenek ada di mana? Ini aku Si Kerudung Merah datang membawa makanan untuk nenek.” 

“Nenek di kamar Kerudung Merah yang cantik, mendekatlah ke sini anak baik.” 

Si Kerudung Merah memasuki kamar dan melihat neneknya sedang terbaring dengan ditutupi selimut tebal. Ia tidak curiga sama sekali bahwa yang berda di sana adalah serigala jahat. Dengan lembut di belainya tubuh neneknya,”lama ya nek, kita tidak bertemu. Tapi mengapa sekarang tangan nenek berbulu?” 

“Ini supaya kau bisa merasa hangat berada dalam pelukan nenek.” 

Si Kerudung merah kemudian mendekat dan memeluk neneknya, tanpa sengaja tangannya menyentuh kuping serigala, kenapa kuping nenek sekarang menjadi panjang?” 

“Nenek kan sudah tua, pendengaran nenek sudah berkurang, jadi kuping nenek yang panjang ini akan membantu nenek mendengar suaramu yang merdu.” 

Si kerudung merah nampak senang dan tersenyum, ia memandang neneknya yang juga ikut tersenyum,”tapi kenapa sekarang gigi nenek bertaring?” 

“Ini untuk memangsa…….” Belum sempat serigala jahat menyelesaikan ucapannya, datanglah nenek si kerudung merah membawa sebuah batang kayu besar dan langsung memukulkannya pada tubuh serigala. 

Si kerudung merah kaget dan memeluk neneknya begitu tahu bahwa yang sedari tadi diajaknya bicara adalah serigala jahat. Ia menyesal telah mengabaikan pesan ibunya. Sejak saat itu Si Kerudung Merah selalu menuruti semua nasehat ibunya. 

PESAN 
 Semua yang di nasehatkan oleh orang tua pastilah untuk kebaikan anak-anaknya, karena semua orang tua pastilah sangat menyayangi anak-anaknya. Jadi jangan pernah mengabaikan nasehat orang tua ya.

0 komentar:

Posting Komentar