Kamis, 24 Juli 2014

Si Penjahit Pintar Yang Pemberani

Cerita Dari Inggris 

Ada seorang penjahit yang sangat pintar. Selain itu ia juga menjahit baju dengan sangat rapi. Sehingga tidak mengherankan kalau akhirnya banyak orang yang datang untuk menjahitkan baju padanya. Penjahit itu sudah sangat terkenal dan pelanggannya biasanya adalah orang-orang kaya di kota. Walaupun penjahit itu memasang tarif mahal untuk pekerjaannya ini, namun tetap saja banyak orang yang datang padanya. 

Hal ini kemudian membuat para penjahit lain merasa iri. Mereka juga menginginkan mempunyai pelanggan yang banyak. Hingga ada beberpa orang yang kemudian berkumpul dan merencanakan hal buruk untuk menyingkirkan si penjahit pintar ini. 

“Kita buang saja ia ke hutan,” kata salah satu penjahit saingannya ketika beberapa orang penjahit yang iri hati itu mengadakan sebuah pertemuan. 

“Jangan, hal itu pasti akan dengan mudah diketahui orang dan kalau ia selamat, ia pasti akan melaporkan kita semua kepada polisi dan kemudian kita akan ditangkap serta dituduh sebagai penculik. Aku tidak mau masuk penjara.” Tambah yang lainnya. 

Mereka kemudian saling berpikir menemukan cara apa yang halus untuk menyingkirkan si penjahit pintar. Akhirnya salah satu dari mereka mengajukan sebuah usul, “bagaimana kalau kita berpura-pura mengadakan sebuah sayembara menjahit yang diadakan di pemakaman. 

Kalian pasti tahu hantu di pemakaman itu sangat jahat dan akan memakan siapa saja yang berani berada di sana pada malam hari. Kita tantang penjahit pintar mengikuti lomba, dia pasti mau memenuhi tantangan kita. Tapi nanti dia akan kita biarkan berada di sana sendiri, kita semua tidak usah datang.” 

“Lalu siapa yang akan menyediakan hadiahnya?” tanya yang lain. 

“Aku akan meminta tuan Mc.Donald untuk menyediakan hadiahnya, lomba ini akan membuat stelan baju dan celana untuk tuan Mc.Donald. Aku yakin ia pasti mau memberi hadiah uang yang sangat banyak.” 

Penjahit yang memberi usulan lomba itu kemudian pergi menemui tuan Mc.Donald, orang terkaya di kota tersebut. Seperti yang ia duga sebelumnya, tuan Mc.Donald menyetujui untuk memberikan hadiah bagi penjahit yang bisa membuatkan stelan terbaik untuknya. Sementara itu penjahit yang lain menemui si penjahit pintar dan membujuknya untuk mengikuti lomba. Si penjahit pintar menyetujui untuk mengikuti lomba. 

Pada hari lomba yang telah ditentukan, si penjahit pintar pergi menuju pemakaman dan mempersiapkan mesin jahit beserta kain juga peralatan yang akan ia pakai untuk menjahit. Persiapan itu ia lakukan sejak sore hingga malam hari. 

Namun ia heran, tak satu pun teman-temannya sesama penjahit yang datang ke tempat itu untuk berlomba seperti yang telah di sepakati. Namun begitu, penjahit pintar tetap meneruskan pekerjaannya. Baginya membuatkan stelan terbaik bagi tuan Mc.Donald adalah sebuah kehormatan, walaupun sebetulnya ia sudah seringkali menerima pesanan berbagai jenis pakaian untuk keluarga tuan Mc.Donald. 

Malam semakin larut, hingga pada tengah malam, tiba-tiba tanah disekitar pemakaman bergerak-gerak, namun si penjahit pintar tetap konsentrasi pada pekerjaannya, saat itu ia sedang menyelesaikan membuat pola baju. 

Sedangkan dari dalam tanah muncul sebuah kepala yang makin lama makin besar. Kepala itu kemudian mengeluarkan suara keras dan bergemuruh. “Hai manusia, berani sekali kau berada di sini pada malam hari, tidakkah kau lihat kepalaku yang besar ini.” 

Penjahit itu menjawab namun ia tetap berkonsentrasi pada pekerjaannya membuat pola, “aku tidak bisa melihatmu karena aku harus melihat pada pola yang aku buat ini, tapi aku bisa mendengarkan suara kerasmu.” 

Kepala besar itu bergerak ke atas dan sekarang bahunya yang besar juga terlihat. Ia kembali mengeluarkan suara besarnya yang bergemuruh,”Wahai manusia, tidakkah kau lihat bahuku yang besar ini.” 

“Aku tidak bisa melihatmu karena aku harus melihat kain yang akan aku potong ini, tapi aku masih mendengar suaramu.” 

Saat itu si penjahit sedang memotong kain sesuai dengan pola yang tadi ia buat sehingga ia harus berkonsentrasi penuh pada kain yang ada dihadapannya agar tidak salah gunting. 

Makhluk besar itu menjadi kesal, kali ini ia lebih meninggikan lagi posisinya, sekarang seluruh badannya termasuk kedua tangannya yang sangat besar juga terlihat. “Lihatlah badan dan tanganku yang besar ini manusia, tidakkah kau takut padaku?” 

Sekarang penjahit itu sudah mulai menjahit kain yang tadi ia potong, “Aku tidak bisa melihatmu karena aku harus melihat ke kain ini supaya aku tidak salah jahit gabungan potongan kain ini, tapi aku tetap masih bisa mendengar suaramu.” 

Penjahit itu sangat serius menjahit potongan kain yang akan ia jadikan stelan jas. Ia ingin tuan Mc.Donald segera bisa memakainya. Sementara itu , makhluk yang menyeramkan menjadi kesal karena manusia yang berada dihadapannya tidak takut sama sekali padanya. Ia menjadi ragu-ragu untuk melanjutkan menakut-nakuti si penjahit pintar. Sejenak makhluk menyeramkan itu berpikir. Sampai ia selesai berpikir, si penjahit pintar juga hampir menyelesaikan jahitannya. 

Akhirnya si makhluk menyeramkan tadi memutuskan untuk meninggikan lagi tubuhnya, kali ini seluruh badannya termasuk juga kedua kakinya yang besar sudah muncul ke permukaan tanah. Suaranya yang besar kembali bergemuruh. “Lihatlah sekarang tubuhku yang sangat besar dan menjulang tinggi ini, wahai manusia.” 

Di saat yang bersamaan, si penjahit pintar sudah menyelesaikan jahitannya dan ia pun segera membereskan mesin jahit serta stelan yang sudah siap pakai. “Maafkan aku sekali lagi, saat ini aku buru-buru sekali. Hari sudah menjelang pagi dan aku harus cepat-cepat menuju rumah tuan Mc.Donald ntuk menyerahkan stelan ini jadi aku tetap tidak bisa melihatmu kali ini, tapi aku tetap mendengar suaramu.” 

Setelah itu si penjahit pintar segera berlari meninggalkan pemakaman tanpa mempedulikan makhluk menyeramkan yang kesal karena usahanya kali ini untuk menakut-nakuti manusia tidak berhasil. Sedangkan si penjahit pintar justru mendapatkan hadiah uang yang sangat banyak dari tuan Mc.Donald seperti yang telah dijanjikan. Walaupun ia adalah peserta tunggal dalam lomba itu. 

PESAN 
 Kalau kita berani, maka siapapun yang berniat ingin menakut-nakuti kita bisa jadi malah akan mengurungkan niatnya karena merasa niatnya untuk menakut-nakuti itu adalah hal yang sia-sia.

0 komentar:

Posting Komentar