Sabtu, 12 Juli 2014

Tas Berisi Koin Emas

Cerita Dari Israel 

Dahulu ada seorang pedagang kaya raya namun serakah. Kekayaannya ia kumpulkan dari menipu orang lain dan berbuat curang dalam perdagangan. Hartanya semakin berlimpah tapi ia tetap saja belum puas. Banyak sudah orang yang ia rugikan. Pedagang ini tidak peduli apakah ia telah merugikan orang miskin atau orang kaya, baginya yang terpenting adalah pundi-pundi uangnya bertambah setiap hari bagaimana pun caranya. 

Pada suatu hari pedagang itu memberikan pengumuman yang dibacakan oleh pelayannya berkeliling kota. Pengumuman itu berbunyi 

“ Barang siapa yang telah menemukan tas berisi koin emas, dimohon untuk mengembalikannya kepada tuan pedagang kaya. Bagi penemu tas tersebut akan diberikan hadiah yang sangat besar.” 

Orang-orang yang mendengarnya banyak yang berbisik-bisik satu sama lainnya. “Pasti ini hanya akal-akalan si pedagang saja.” Bisik seseorang yang mendengar pengumuman itu. 

Temannya membenarkan, “memangnya kita tidak tahu apa bagaimana sifat tuan pedagang kaya yang licik itu.” “Lagi pula kalau itu benar adanya si pedagang kaya telah kehilangan tas koin dan aku yang menemukannya, maka aku tidak akan mengembalikan padanya.” 

“Benar, untuk apa dikembalikan dan hanya diberi hadiah sebagian uang yang ada di dalam tas, lebih baik diam-diam kita ambil dan kita akan mendapatkan semua koin emas yang berada daam tas itu.” 

Berbagai sangakaan orang terhadap pedagang kaya itu terdengar dalam bisikan orang-orangan di sepanjang jalan pengumuman itu dibacakan. 

Sementara itu, di sebuah jalanan sepi di sudut kota, seorang pengemis tua berjalan tertatih mengais-ngais tong sampah mencari barang rongsokan yang mungkin saja bisa ia manfaatkan kembali. Tiba-tiba pengemis itu menemukan sebuah tas yang indah, ia pun kemudian mengambilnya. Tas itu terasa berat dan pengemis tua itu penasaran untuk mengetahui apa isi tas tersebut. 

Betapa terkejutnya si pengemis ketika mengetahui di dalam tas tersebut terdapat koin emas sebnyak seratus keeping. Pengemis itu adalah seorang yang sangat jujur, maka ia justru endak mencari siapa pemilik tas berisi koin ini. 

“Pemilik tas ini pasti sekarang sedang mencari tasnya yang hilang ini. Aku harus mencari tahu siapa pemiliknya dan aku akan mengembalikannya.” Kata pengemis itu dalam hati. 

Si pengemis terus berjalan sambil mencari tahu siapa pemilik tas tersebut. Untunglah tak berapa lama ia bertemu dan mendengar pelayang si pedagang kaya sedang membacakan pengumuman. 

Maka pengemis itu pun segera menghampirinya, “tuan-tuan, aku telah menemukan tas yang kalian cari.” 

Pelayan pedagang kaya itu kemudian mengajak si pengemis tua untuk mengahadap pedagang kaya. Sesampainya di tempat pedagang kaya, pengemis tua langsung menyerahkan tas yang ia temukan kepada si pedagang kaya. 

Pedagang kaya itu sangat gembira menerima tas berisi koin emas kemudian menghitung koin tersebut. “Kau pasti telah mengambilnya.” Tuduh pedagang kaya. 

“Tidak tuan, hamba tidak mengambil satu keeping pun dari seratus koin yang ada dalam tas itu.” Jawab si pengemis. 

“Tidak mungkin. Tas ini berisi dua ratus keeping uang emas, tapi megapa sekarang hanya tinggal seratus keping. Berarti kau telah mengambil yang seratus keping lagi, jadi sekarang kembalikan padaku seratus keping koin emas lagi.” 

“Walau pun hamba sangat miskin tapi hamba tidak pernah mencuri tuan. Yang hamba temukan memang hanya seratus keping saja. Agar lebih adil bagaimana kalau kita pergi kepada hakim. Biarlah hakim yang memutuskan apakah saya harus mengembalikan koin pada tuan atau tidak. ” Pengemis itu membela diri. 

Keduanya kemudian menghadap hakim. Pedagang kaya itu menceritakan duduk perkaranya kepada hakim. 

“Apakah kau menyebutkan jumlah keping emas yang hilang dalam pegumumanmu wahai tuan pedagang kaya?” tanya hakim kepada si pedagang kaya. 

“Tidak pak hakim, karena saya pikir hal itu tidak penting.” Jawab si pedagang kaya. 

“Kalau begitu berarti tas berisi koin emas itu bukan milikmu karena kau sendiri juga tidak tahu berapa isinya. JAdi aku putuskan tas berisi seratus koin emas itu adalah milik si pengemis karena memang tidak ada bukti bahwa tas itu adalah milikmu wahai tuan pedagang kaya.” Keputusan hakim ini tidak bisa diganggu gugat. 

Pedagang kaya itu sekarang kena batunya, niatnya mengakali orang lain, tapi justru dia sendiri yang merugi. 

PESANBagaimana pun juga kejujuran akan selalu menang. Oleh karena itu jadilah selalu anak yang jujur. Sifat serakah dan suka menipu akan merugikan orang lain dan menyesatkan diri sendiri..

0 komentar:

Posting Komentar