Jumat, 25 Juli 2014

Tiara Putri Kajal

Cerita Dari India 

Perhiasan Putri Kajal yang terbuat dari tiara sangat indah dan mewah. Putri Kajal akan terlihat anggun dan mempesona jika menggunakan tiara tersebut. Oleh karena itu setiap Putri Kajal pergi ke suatu acara resmi ia tidak lupa memakai tiaranya. 

Tentu saja tiara Putri Kajal itu harganya sangat mahal dan hanya Putri Kajal lah satu-satunya orang di negeri ini yang mempunyai tiara seperti itu. Tiara itu adalah hadiah dari raja pada hari ulang tahun Putri Kajal setahun yang lalu. Raja ingin putrid kesayangannya mempunyai perhiasan terindah dan termahal di negerinya. 

Putri kajal mempunyai tiga orang pengasuh yang sangat setia dan menyayanginya. Pengasuh inilah yang selalu melayani kebutuhan Putri Kajal setiap hari, dari mulai pakaian, makanan dan lainnya. Selain itu mereka juga ditugaskan untuk menjaga Putri Kajal. 

Suatu ketika, Putri KAjal telah bersiap untuk menghadiri sebuah acara yang tempatnya berada di luar kota raja. Ini adalah acara resmi yang dihadiri oleh orang-orang pilihan dari negerinya, sehingga Putri Kajal harus berpenampilan sempurna.Tentu saja ia juga akan memakai tiaranya. NAmun betapa terkejutnya Putri Kajal ketika di dalam kotak perhiasan miliknya, tiara itu tidak ada.

 “Ada yang mencuri tiaraku.” Teriak Putri Kajal. 
Seluruh isi istanan gempar. Semua pengawal diperintahkan mencari tiara milik Putri Kajal. NAmun setelah lebih dari satu jam semua bagian istana di sisir, ternyata tiara itu tetap tidak ada. Raja kemudian memerintahkan patih untuk menyelidiki dan menemukan kembali tiara Putri KAjal yang hilang. 

PAtih memanggil ketiga pengasuh Putri Kajal dan menanyainya. Ketiga pengasuh ini diperiksa karena merekalah yang paling dekat dengan tiara Putri Kajal. Para pengasuh inilah yang setiap hari menyiapkan pakaian serta perhiasan untuk Putri Kajal. Patih meminta satu persatu dari pengasuh itu untuk masuk ke dalam ruangannya untuk ditanyai. Pengasuh tertua diminta menghadap untuk pertama kalinya 

“Apakah kau melihat tiara Putri KAjal sebelum hilang?” tanya patih 

“Hamba selalu meletakkan kembali tiara itu setelah dipakai oleh tuan putri dan hanya berani mengambilnya kembali hanya dengan perintah tuan putri, jadi hamba hanya tahu tiara itu ada dalam kotak perhiasan.” Jawab pengasuh tertua. 

Patih kemudian menyuruh pengasuh tertua keluar ruangan dan meminta pengasuh tengah untuk masuk. IA pun mengajukan ertanyaan yang sama kepada pengasuh tengah. 

“Hamba tidak berani menyentuh tiara itu tanpa seijin Putri KAjal, tuanku.” Jawab pengasuh tengah. “BAiklah kalau begitu, keluarlah sekarang dan panggillah pengasuh termuda untuk masuk.” Perintah Patih. Pengasuh tengah keluar ruangan bergantian dengan pengasuh termuda yang memasuki ruangan. PAtih masih menanyakan hal yang sama. 

“Hamba selalu mengambil dan meletakkan tiara itu hanya jika diperintahkan oleh Putri KAjal. Terakhir kali saya diperintahkan oleh tuan putri untuk meletakkan kembali tiara itu dalam kotak perhiasan.” 

Mendengar jawaban pengasuh termuda PAtih kemudian memerintahkan pengawal istana untuk memanggil pengasuh tertua, pengasuh tengah dan juga Putri KAjal. Mereka semua berkumpul diruangan PAtih. 

Tak lama kemudian Patih memutuskan,”“Aku sudah mendengar jawaban semua pengasuh. Semua mengatakan hanya melaksanakan sesuatu hal termasuk mengambil dan menyimpan tiara hanya dengan seijin Putri KAjal. Oleh karena itu aku memutuskan bahwa ini adalah kesalahan dari Putri KAjal yang lalai dalam memberikan perintah. Oleh karena itu aku akan memberikan hukuman kepada Putri Kajal untuk dipenjara dalam kamar selama satu bulan penuh.” 

Semua yang hadir di sana terkejut mendengar keputusan Patih. Para pengasuh yang sangat mencintai Putri KAjal sangat kasihan padanya. Hingga akhirnya pengasuh tertua bersujud dihadapan Patih. 

“Maafkan hamba tuanku. Sebenarnya hambalah yang bersalah. HAmba telah menyembunyikan tiara itu.” Ucapan pengasuh tertua ini membuat semua yang hadir di sana terkejut. 

“Untuk apa kau curi tiara itu?” tanya Patih. Ia tidak mau memutuskan sebuah hukuman tanpa tahu alasan pengasuh tertua melakukan tindakannya itu. “Hamba mendengar berita dari putra hamba bahwa akan ada perampokan di tempat berlangsungnya acara yang akan dihadiri Putri Kajal hari ini. Perampok itu mengincar tiara milik tuan putri. Oleh karena itu hamba menyembunyikannya agar Putri Kajal tidak memakainya.” 

“Mengapa tidak kau katakan hal ini pada Putri Kajal atau pun kami,” kata Patih lagi. 

“Hamba tahu, Putri Kajal tidak akan menuruti larangan untuk tidak memakai tiara itu, sehingga hamba pikir lebih baik menyembunyikannya saja agar tuan putri tidak bisa memakainya.” Jelas pengasuh tertua. 

Mendengar penjelasan pengasuh tertua, Putri KAjal menyesal karena ia memang tidak pernah mau dilarang, apalagi oleh pengasuhnya. Padahal yang dilakukan oleh pengasuhnya itu adalah untuk kebaikannya juga. 

Patih kemudian meminta semuanya untuk kembali. Putri Kajal tetap pergi ke acara di luar kota raja dengan segala persiapan untuk menghadapi perampok. Kali ini putri Kajal tetap memakai tiaranya. Hal ini disengaja untuk memancing perampok . 

Ketika pearampokan itu terjadi, pasukan istana telah dipersiapkan oleh Patih, sehingga semua pearampok bisa ditangkap dan menadapat hukuman yang setimpal. 

PESAN 

 Jika orng tua kita melarang anak-anaknya berbuat sesuatu, bukan berarti mereka tidak sayang, melainkan itu karena mereka tidak ingin terjadi hal-hal buruk yang menimpa anak-anak mereka. Ini berarti untuk kebaikan si anak juga.

0 komentar:

Posting Komentar