Jumat, 01 Agustus 2014

Tips Mengirim Naskah Fiksi Ke Penerbit

Rasa takut kalau naskah kita ditolak oleh penerbit seringkali melebihi rasa takut pada hantu. Editor serasa menjadi makhluk horor. PAdahal mbak-mbak dan mas-mas editor yang ada di kantor penerbit itu sebagian besar adalah makhluk manis yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Hanya saja para editor tentu saja mencari naskah yang bagus. 

Nah kriteria naskah bagus dari para editor ini tentu saja berbeda dengan kriteria bagus menurut kita. Para editor itu tentu saja mencari naskah yang nantinya bisa disenangi oleh pembaca dan sukur-sukur kalau menemukan naskah yang bisa berpotensi menjadi best seller. 


Berikut ini adalah tips supaya naskah kita bisa menarik hati sang editor. Terutama untuk naskah fiksi.

1. Berikan sinopsis dengan ide cerita yang menarik 
Ada banyak naskah yang masuk ke meja editor. Bahkan tidak jarang naskah itu kemudian menjadi tupukan yang mirip gunung kertas. Jadi kalau sinopsisnya saja tidak menarik, maka editor pasti akan malas membaca lebih jauh lagi. Ukuran ide cerita yang menarik memang bermacam-macam. Ide cerita yang unik dan membuat orang menjadi penasaran untuk membaca cerita lengkapnya pasti juga akan menarik hati sang editor. Apalagi kalau akhir ceritanya tidak muda ditebak. 

2. Buat bagian pertama yang seru. 
Kalau bagian pertamanya seru dan bisa memancing pembaca untuk melanjutkan cerita berikutnya, tentu saja ini akan menjadi sebuah cerita yang menarik. Tapi jangan hanya pada bab pertama saja. Teknik ini harus konsisten dipakai dalam setiap bab. Untuk bisa membuat pembaca penasaran dengan cerita kita, maka kemampuan kita membuat plot yang baik sangatlah diperlukan. 

3. Buat tulisan yang enak dibaca 
Yang dimaksud dengan tulisan yang enak dibaca atau bagus di sini antara lain:

  • Tulisan sudah diedit sendiri setidaknya tidak banyak kata yang kurang huruf misalnya. 
  • Termasuk juga pemakaian tanda baca yang benar sehingga editor juga akan enak membacanya. 
  • Tidak kebanyakan memakai bahasa alay, walaupun itu novel remaja misalnya. 
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 
  • Gunakan kalimat efektif Menulis dengan narasi yang benar. 


0 komentar:

Posting Komentar