Senin, 22 September 2014

Tips Membuat Judul Buku Yang Menjual

Sebenarnya ini adalah tulisan dalam rangka berbagi pengalaman memilih judul buku ketrampilan. Ini berdasarkan buku-buku ketrampilanku yang rata-rata sudah dicetak ulang 8 hingga 18 kali sejak tahun 2005, dan sampai sekarang juga masih dicetak ulang. Siapa sih yang gak kepengen dapat royalti terus hanya dengan menulis sekali. Bahkan beberapa buku tersebut sekarang akan direvisi dan dijadikan buku baru dengan perbaikan produk. Ini berarti harapan royalti bertambah karena harga bukunya pasti naik. 

Judul yang aku maksud di sini adalah jenis ketrampilan yang akan dijadikan buku serta kekhususan, keunggulan atau keunikan yang akan kita pilih, sehingga orang akan tertarik membeli buku kita, karena buku kita beda atau punya keunggulan dari buku-buku lain. Jadi bukan membuat kata-kata cantik untuk membuat judul ya, karena untuk mempercantik judul itu biasanya dibantu oleh editor. 

1. Pilih jenis ketrampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha. 
Dulu waktu pertama kali aku membuat buku, itu karena tidak sengaja. Awalnya aku cuma ingin menambah penghasilan dengan mengikuti kursus hantaran pengantin. Karena banyak yang aku pelajari, maka aku selalu mencatat dan menyimpan hasil praktekku dengan baik. Kemudian aku berpikir untuk membuat buku, karena aku pikir banyak orang yang juga akan membuat usaha jasa hantaran pengantin sepertiku. 

2. Pilih jenis ketrampilan yang belum dibuat buku 
Biasanya penerbit akan sangat senang dengan judul yang seperti ini dan mereka akan langsung bergerak cepat untuk mencetaknya. Ini pengalaman ketika aku menulis buku tentang kemasan kain. Aku mendapatkan idenya dari sebuah acara di TV, tentang ibu-ibu yang membuka usaha mengemas kue-kue kering dengan mengggunakan kain. Aku coba cari di toko buku, tapi gak ada buku tentang mengemas kain tersebut. akhirnya aku browsing di internet dan aku mendapat banyak sekali bahan tulisan. kemudian aku susun dan aku berikan kepada penerbit. responnya sangat baik, naskahku langsung diberi jadwal pemotretan. Padahal naskahku yang sudah lama aku serahkan saja belum dikberi jadwal pemotretan. 

3. Tunjukkan bahwa buku kita tampil beda 
Ini akan terjadi jika kita menulis buku, di mana buku dengan ketrampilan sejenis sudah dijual di toko buku. Ketika akan menulis buku Pintar menjahit untuk pemula, awalnya karena aku mencari-cari buku menjahit di toko buku. Di sana ada beberapa judul buku menjahit, tapi ketika aku baca, aku malah bingung, nggak ngerti. Akhirnya aku berpikir untuk membuat buku menjahit untuk orang yang sama sekali belum mengerti menjahit, namun bisa belajar sendiri di rumah dengan mempraktekkan apa yang ada dalam buku ku. Hasilnya, buku Pintar menjahit telah dicetak sebanyak 18 kali sejak tahun 2007 hingga sekarang, dan penjualannya juga masih sangat bagus (minimal 300 buku /bulan) saat ini. 

4. Pilih jenis ketrampilan yang tidak mudah ditiru oleh orang lain 
Biasanya buku ketrampilan yang sejenis akan muncul dan menjadi kompetitor bagi buku pendahulunya dengan mengandalkan kreasi yang berbeda. Jadi, kalau kita membuat buku yang tidak mudah di tiru oleh orang lain, maka buku kita akan terus bertahan dan penerbit akan terus mencetak buku kita. Ini juga yang terjadi pada buku Pintar menjahit. 

5. Tulis sub judul yang unik, menarik dan banyak diminati. 
Aku membuat sub judul "kemasan hadiah unik, dan go green " pada buku kemasan kain. Ini aku lakukan karena sekarang sedang diminati segala hal tentang go green.

0 komentar:

Posting Komentar