Kamis, 30 Oktober 2014

Gatot, Si Hitam Manis Yang Kenyal


Dahulu gatot merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Gunung Kidul DI. Yogyakarta. Tapi kini kita bisa menemukan gatot sebagai jajanan pasar dengan mudah di pasar-pasar tradisional di JAwa Tengah dan Yogyakarta. 

Gatot dibuat dari singkong yang dikeringkan atau dikenal sebagai gaplek. Biasanya gaplek yang berkualitas baik yaitu yang berwarna putih akan dibuat menajdi tiwul. Sedangkan gaplek yang berwarna hitam akan dibuat menjadi gatot. Kualitas gaplek ini ditentukan oleh kualitas singkong dan kualitas pengeringan juga. 

Gaplek yang berwarna hitam ini harus di rendam dengan air kapur sirih terlebih dahul selama satu malam. Setelah itu barulah di potong-potong dadu dan di kukus. Sebelum dihidangkan, gatot yang sudah matang ini perlu didinginkan terlebih dahulu. 

Biasanya gatot akan disajikan bersama dengan parutan kelapa dan saus gula merah yang disebut dengan juruh. Gatot ini teksturnya kenyal jika dimakan. Rasanya gurih khas singkong. Rasa manis akan kita temukan dari gula merah.  

Putu Ayu


Putu ayu bisa dengan mudah di jumpai di pasar tradisional. Jajanan pasar yang satu ini warnanya memang menarik hati. Perpaduan warna hijau pandan dan putih kelapa di bagian atasnya tentu akan menumbuhkan selera makan. 

Jajanan pasar ini biasanya dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di pagi hari. Terbuat dari bahan dasar tepung terigu yang diolah dengan santan serta gula, membuat putu ayu ini terasa manis dan gurih. 

Warna yang biasa dipakai adalah hijau. Namun kita bisa juga menggantinya dengan warna lain, seperti menambahkan pasta strawberry agar diperoleh warna merah muda. 

Bahan 

  • 250 gram tepung terigu 
  • 250 gram gula pasir 
  • 4 butir telur 
  • 150 ml santan 
  • 1 sdt ovalet 
  • 1 sdt pasta pandan 
  • 1 sdt garam 
  • 200 gram kelapa parut 


Cara Membuat 

  1. Campurkan telur , ovalet dan gula pasir. Kocok hingga mengembang. 
  2. Tambahkan santan dan tepung terigu seidkit demi seidkit ke dalam adonan telur.
  3. Tambahkan pewarna hijau, aduk hingga rata. 
  4. Siapkan cetakan putu ayu, olesi dengan minyak. 
  5. Masukkan kelapa parut di dasar cetakan sambil ditekan. 
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan. 
  7. Kukus adonan putu ayu kurang lebih selama 45 menit atau hingga matang. 
  8. Keluarkan dari cetakan dan sajikan.
This entry was posted in

Konflik Dalam Cerita

*Apa dalam cerita harus ada konflik? 
Yang namanya konflik itu harus ada dalam cerita. Tanpa konflik, cerita itu bagai masakan tanpa garam. Hambar.Konflik yang biasa-biasa saja juga akan membuat jalan cerita kita menjadi datar bahkan terasa garing. Kalau sudah seperti ini maka pembaca akan bosan dan akan mengabaikan cerita kita begitu saja atau tidak akan melanjutkan membaca lagi.

*Jadi apa sebenarnya peranan koflik dalam cerita yang kita buat? 
Konflik itu akan membuat cerita yang kita tulis menjadi dinamis. Artinya bisa mempengaruhi emosi pembaca sehingga pembaca akan penasaran pada kelanjutan ceritanya bahkan akhir ceritanya. Dengan demikian maka pembaca akan membaca hingga akhir dari cerita yang kita buat. 

*Apakah konflik itu terdiri dari beberapa jenis atau hanya satu jenis saja? 
Konflik itu terdiri dari 4 jenis yang bisa saja kita kombinasinasikan. JAdi kita tidak hanya memakai satu jenis konflik saja dalam membuat sebuah cerita. Kita bisa lho memakai 2 bahkan 4 konflik sekaligus. Yang perlu diingat adalah konflik yang kita buat tersebut harus saling mendukung satu dengan yang lainnya. 

*Apa saja keempat jenis konflik tersebut? 

  1. Individu vs individu. Di sini yang berkonflik adalah tokoh utama dengan tokoh lain yang ada dalam cerita yang kita buat. 
  2. Individu vs Kelompok. Konflik terjadi pada tokoh utama dengan sebuah kelompok, seperti geng anak-anak nakal yang ada di sekolah. 
  3. Individu vs diri sendiri. Bisa dibilang ini merupakan perang batin dalam diri si tokoh utama. 
  4. Individu vs Lingkungan. Ini adalah konflik si tokoh utama dengan alam sekitarnya. Bisa saja si tokoh utama berkonflik dengan banjir yang selalu melanda daerah pemukimannya. 
*Bagaimana penyelesaian dari konflik yang sudah kita buat? 
  1. Untuk memudahkan penyelesaian konflik, ada baiknya kita membuat tabel konflik yang berisi konflik serta cara menyelesaikan konflik yang kita buat. 
  2. Konflik tidak harus selalu berakhir bahagia
  3. Konflik yang kita buat sebaiknya disertai dengan solusinya 
  4. Konflik harus ada penyelesaiannya ketika cerita berakhir. 
  5. Cara menyelesaikan konflik haruslah masuk akal.
  6. Konflik sebaikya diletakkan di awal cerita karena ini yang akan membuat cerita kita menjadi menarik.  


Minggu, 26 Oktober 2014

Romantisme Horor Di Rumah Gurita


Rumah ini ada patung gurita besar di atas atapnya. Jadi orang mengenalnya sebagai "Rumah Gurita". Tapi ada juga yang mengenal rumah ini sebagai gereja setan. 

Film Rumah Gurita ini memang diangkat dari kisah nyata. Seperti ketiga film sebelumnya, kali ini Hitmaker juga mengangkat urban legend. Rumah Gurita atau gereja setan ini menjadi film keempat bertema horor yang dibintangi oleh Shandy Aulia. 

Istimewanya film horor yang satu ini, kita tidak hanya bisa menikmati ketegangan saja. Akan tetapi juga romantisme antara Boy william dan Shandy Aulia yang sama-sama memiliki indra keenam. 


Walaupun ini film horor, tapi jangan berharap akan melihat pocong, kuntilanak atau setan lainnya. Suasana horor yang ada di sini diciptakan dari ketegangan dan aura mistis yang ada di dalam rumah gurita ini. 

Lalu misteri apa yang ada di balik patung gurita di atas atap rumah tersebut? Mengapa rumah ini disebut sebagai gereja setan? Apakah benar di sini sering dilakukan ritual pemujaan pada setan? Temukan jawabannya dan nikmati ketegangan dan romantisme film ini yang akan tayang perdana pada tanggal 30 Oktober 2014 di XXI dan Cinemax di seluruh Indonesia. 


This entry was posted in

Menulis Faksi

Pernah dengar Faksi? Faksi adalah singkatan dari Fakta-Fiksi. Yaitu buku yang disusun dari kisah nyata yang benar-benar terjadi. Menulis buku seperti ini perlu penelitian yang lumayan lama dan bahan yang lumayan banyak. 

Penelitian bisa dilakukan dengan melakukan wawancara atau pun pengamatan langsung. Mengumpulkan bahan berupa data bisa dilakukan dengan searching di internet atau mencari buku-buku lama di perpustakaan. 

Faksi yang bisa ditulis diantaranya: 

  1. Memoar 
  2. Kumpulan Kisah Nyata 
  3. Biografi 
  4. Cerita Sejarah 
  5. Kisah Para Nabi atau bisa juga kisah para pahlawan 



Jumat, 24 Oktober 2014

Bola-bola Ubi Goreng


Ubi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Berbagai varietas ubi bisa kita jumpai dengan mudah di pasar-pasar tradisional bahkan hingga pasar modern. Sebut saja ubi merah, ubi kuning, ubi ungu dan yang paling banyak adalah ubi putih. 

Tentu saja kita akan bosan jika menikmati ubi dengan olahan itu-itu saja seperti digoreng atau direbus. Dengan sedikit kreatifitas, maka kita bisa menyajikan variasi ubi goreng. Bola-bola ubi goreng ini di dalamnya bisa diisi dengan berbagai jenis isian. Bisa diisi dengan unti (kelapa parut yang dimasak dengan gula), gula merah dll. Kali ini aku mencba mengisi bola-bola ubi ini dengan coklat. 

Bahan 

  • 250 gram ubi jalar di kukus 
  • 100 gram dark coklat diiris-iris. 

Bahan celupan 

  • 1 butir telur 
  • 2 sdm tepung terigu 
  • 50 ml air 
  • Minyak untuk menggoreng secukupnya. 

Cara Membuat

  1. Kupas kulit ubi jalar dan haluskan. 
  2. Ambil satu sendok makan ubi jalar dan bentuk bulatan. 
  3. Tekan bulatan hingga pipih, isikan irisan dark coklat di dalamnya. 
  4. Tutup kembali bulatan ubi jalar dan bentuk menjadi bola-bola ubi. 
  5. Buat celupan : campur telur, terigu dan air menjadi satu, aduk hingga rata. 
  6. Masukkan bola-bola ubi ke dalam celupan. 
  7. Panaskan minyak, goreng bola-bola ubi hingga matang atau kecoklatan.
This entry was posted in

Tips Memulai Cerita

Seringkali terjadi di kepala kita ada banyak sekali cerita yang ingin di tulis. Akan tetapi ketika sudah berada di depan komputer kita justru tidak tahu harus memulai dari mana. Atau kita udah membuat kerangka karangan, sudah ada alurnya juga tapi kita tidak tahu ingin memulai dengan kalimat apa. Tapi biasanya kalau sudah ketemu kalimat atau paragraf di awal maka cerita akan mengalir terus tanpa mau berhenti. 

Apalagi yang namanya bagian awal cerita ini bertujuan untuk menggiring pembaca untuk penasaran dan akhirnya membaca bagian selanjutnya. NAh kalau di awal cerita bagus maka pembaca akan melanjutkkan membacanya, tapi kalau di awal sudah membosankan tentu saja pembaca akan malas melanjutkan membaca. 

Memulai sebuah cerita tidak harus dengan narasi. KIta bia juga kok dengan mengawali cerita dengan dialog. Tentu saja dialog yang mewakili cerita dan membuat penasaran pembacanya ya. Dialog yang seperti ini akan memancing perhatian pembaca untuk tahu lebih jauh tentang cerita yang kamu buat. 

Kita juga bisa mengawali cerita dengan sebuah konflik yang membuat orang penasaran. Misalnya saja cerita yang menampilkan tokoh anak kaya dan miskin. Baju baru si anak kaya kotor penuh lumpur sementara si anak miskin menunduk dan memegang baju tersebut. Apakah si anak miskin yang mengotori baju itu karena ia merasa iri? 

Membuat deskripsi tentang suasana yang seru juga bisa dilakukan untuk mengawali cerita. Misalnya saja suasana sebuah pesta meriah yang tiba-tiba saja dikejutkan oleh seorang anak yang jatuh pingsan. PAsti pembaca akan penasaran apa yang menyebabkan anak ini pingsan. Apakah karena keracunan makanan? atau karena ada anak lain yang membuatnya pingsan? Atau ada alasan yang lain lagi.  

Yang perlu diingat adalah apapun bentuknya awal cerita itu jangan sampai bertele-tele alias mutar muter ke sana kemari gak jelas. Kalau ini terjadi maka pembaca akan merasa bosan dan akhirnya akan meninggalkan ceritamu. 



Keberuntungan Dalam Perjalanan Di Pulau Harapan


Sebenarnya ini adalah kisah-kisah lucu hingga mengharu biru (*halah) yang terjadi selama kegiatan Writing Gateway di Pulau Harapan kemaren. Ada kisah hilangnya uang mbak Indri di My Hotel, hotel tempat kami transit. Ada kisah hilangnya gigi palsu mbak Hani, juga hilangnya handphone mbak Dala. Sampai cerita melon yang menghebohkan juga cerita mas Maskur, pemandu yang melayani kami dengan sepenuh hati selama di sana. 

Ketika turun dari kapal kami dijemput oleh mas Maskur di pelabuhan Pulau Harapan. Dari sini aku sudah berpikir bahwa dia adalah pemandu yang care. Hingga akhirnya kami sampai di home stay dan sudah tersedia makanan. feelingku adalah perjalanan kami akan menyenangkan karena urusan makan bisa diselesaikan dengan memuaskan. 

Setelah makan siang kegiatan dilanjutkan dengan acara snorkeling. Semua sangat bersemangat. Apalagi ketika sampai di Pulau Dolphin pemandu kami, si mas Maskur itu menjelaskan cara snorkeling dengan amat baik. Acara turun ke laut pun menjadi menyenangkan, padahal ada beberapa diantara kami yang gak bisa berenang, salah satunya adalah mbak Indri. Tapi mas Maskur ini dengan sabar mengajari teman-teman yang tidak bisa berenang ini dengan sabar. 

Snorkeling di spot pertama di Pulau Dolphin pun berakhir dengan memuaskan. Kami pun beranjak ke spot berikutnya, dan pilihan kami jatuh ke Pulau Genteng Besar. Setelah teman-teman turun ke laut, Alya justru menelpon. Tapi telpon Alya kali ini adalah kabar gembira bagi mbak Indri. Karena pihak My Hotel memberitahukan kalau uang mbak Indri ditemukan.

Alya ikutan bahagia, walaupun itu bukan uang miliknya. Tapi begitu memanggil mbak Indri berkali-kali ternyata tidak di dengar. Setelah kami memandang ke sekeliling ternyata mbak Indri masih belajar dengan tekun pada mas Maskur, si pemandu kami, yang dengan sepenuh hati mengajari mbak Indri snorkeling di tempat yang lebih dalam. 

Ketika mbak Indri mendekat ke perahu, tentu saja ia sangat bahagia dengan berita ini. Tapi kegembiraan mbak Indri ini dibarengi dengan kehilangan kedua dari mbak Hani. Kali ini mbak Hani yang saat itu memang lagi flu bersin di dekat perahu. Pada saat bersin inilah gigi palsu mbak Hani terlepas. Orang-orang yang ada di dekat perahu itu pun sibuk mencari gigi palsu mbak Hani. 

Tidak mdah memang menemukan gigi palsu mbak Hani. Ini karena warna gigi palsu itu tersamar dengan warna batu karang. Tapi akhirnya toh ketemu juga karena salah satu gigi palsu itu ada yang berwarna orange sehingga terlihat rada berbeda dengan warna batu karang. 

Menjelang senja kami ingin menikmati sunset di tempat yang lebih nyaman. Maka pergilah kami ke pulau Genteng Kecil, tapi toh akhirnya kami tidak bisa menyaksikan sunset dari sana. Akhirnya kami pun memutuskan kembali ke Pulau Harapan. Ketika perahu baru saja beranjak dari deraga, tiba-tiba mbak Dala tersadar kalau HP nya tidak ada. Akhirnya perau kami pun memutar dan merapat kembali ke dermaga Pulau Genteng Kecil. Sebagian besar dari kami turun dan mencari. TApi toh akhirnya lagi-lagi Alya yang terakhir turun, dia yang melihat Hp mbak Dala melambai-lambai diterpa air di pasir pantai. 

Kamipun kembali ke Pulau Harapan dengan hati lega. Toh Hp mbak Dala masih bisa diselamatkan. Sampai di homestay mbak Dala langsung merendam HP miliknya dnegan air tawar. Di masukkan ke dalam palstik. Aku bahkan mengira plastik itu berisi ikan yang ditemukan ketika snorkeling. Dan ternyata aku tertipu. 

Sampai di Homestay makanan sudah tersedia. Kali ini buah yang disajikan adalah melon. Entah karena pada lapar atau memang melon ini enak, yang jelas aku masih mendapatkan irisan terakhir, tapi setelah itu ada yang penasaran karena tidak kebagian melon. Dan cerita melon ini sebenarnya panjang tapi mungkin akan diceritakan oleh teman yang lain dalam postingan mereka. 

Kalau aku rasa ditemukannya semua barang yang hilang milik teman-teman kami adalah dari faktor kebahagiaan di hati mereka masing-masing. Sehingga perasaan kehilangan akan benda-benda penting milik mereka itu tidak menjadikan beban pikiran dan perasaan mereka. Transaksi hati memang selalu di dominasi oleh rasa cinta dan bahagia. 



Kamis, 23 Oktober 2014

Tape Goreng Coklat


Tape banyak dijumpai di pasar tradisional. Cara yang paling mudah untuk membuat camilan dari tape adalah dengan cara dibalut adonan tepung kemudian digoreng. 

Tape goreng coklat bisa jadi inspirasi bagi para penggemar kuliner berbahan baku tape singkong. Dengan tambahan coklat di dalamnya dan dibalut dengan kulit pangsit, maka tape goreng coklat ini bisa jadi camilan yang berbeda dan disukai oleh segala usia.  

Bahan 

  • 10 lembar kulit pastel (resep lihat pada kulit pastel jamur) 
  • 250 gram tape singkong 
  • 100 gram dark coklat, diiris-iris. 
  • ½ sdt garam 
  • 1 sdm gula 
  • Minyak untuk menggoreng secukupnya 

Cara Membuat 

  1. Buang serat bagian tengah dari tape singkong. 
  2. Campur jadi satu tape singkong, garam dan gula. Aduk rata sambil menghaluskan tape singkong. 
  3. Ambil satu lembar kulit pastel, isikan ditengahnya dengan 1 sdm adonan tape dan irisan coklat sesuai selera. 
  4. Lipat kulit pastel menjadi dua dan rekatkan bagian tepinya agar isi bagian dalamnya tidak keluar. 
  5. Panaskan minyak, goreng tape hingga matang atau kecoklatan.
This entry was posted in

Mengenal Lebih Dekat Penyu Di Taman Nasional Kepulauan Seribu


Sebenarnya penyu yang paling banyak hidup di Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah Penyu Sisik. Namun ada beberapa penyu yang hidup diperairan Indonesia yang juga ada di Taman Nasional Kepulauan Seribu ini seperti penyu belimbing, penyu hijau, penyu ridel, penyu pipih serta penyu tempayan. 

Ada beberapa fakta tentang penyu yang perlu kita tahu. Diantaranya : 

  1. Penyu sudah ada di bumi lebih dari 250 tahun yang lalu. 
  2. Penyu termasuk hewan purba.
  3. Di dunia ada 7 jenis penyu dan 6 jenis diantaranya berada di Indonesia. 
  4. Semua jenis penyu tercatat dalam Appendix I CITES. 
  5. Di Indonesia semua jenis penyu dilindungi oleh undang-undang. 
  6. Penyu termasuk kedalam Reptil yang bernafas dengan paru-paru dan hidup di laut. 
  7. Penyu bisa menyelam selama 5 jam dan kemudian akan muncul ke permukaan untuk menghirup oksigen. 
  8. Penyu memiliki penciuman yang lebih tajam dibanding anjing maupun hiu. 
  9. Penyu itu buta warna
  10. Penyu dewasa bisa bertahan hidup hingga lebih dri 100 tahun 
  11. Penyu merupakan satwa pengembara yang mampu menyeberangi samudra. BAhkan penyu mampu mengarungi samudera pasifik. 
  12. Penyu merupakan perenang yang handal 
  13. Jenis kelamin penyu dipengaruhi oleh suhu. 
  14. Telur penyu tidak dijaga oleh induknya
  15. Penyu dapat merespon suara dan sangat sensitif
  16. Ketika mendarat, penyu akan mengeluarkan air mata
  17. Penyu hijau mampu berenang dengan kecepatan 1,5-2,5 km/ jam 
  18. Penyu Belimbing bisa berenang mulai dari 1,5 hingga 9,3 km/jam 
  19. Penyu mampu menghasilkan 50-250 butir telur dalam sekali bertelur. 

Jalan-jalan Pagi Ke Pulau Kelapa Satu Kepulauan Seribu


Pulau Kelapa Satu ini letaknya bersebelahan dengan Pulau Harapan. Jika kita menginap di PUlau Harapan, maka kita bisa berkunjung ke PUlau Kelapa satu dnegan berjalan kaki. 

Kita bisa berjalan menuju bagian belakang Pulau Harapan. Di sana kita akan menemukan jalanan paving block sepanjang kurang lebih 200 meter. Di kiri kanan jalan kita bisa melihat pemandangan laut dan tanaman mangrove.

Setelah melewati taman di ujung PUlau Harapan, maka kita akan bertemu dengan gapura selamat jalan Pulau Harapan. Tidak jauh dari sana kita sudah bisa juga melihat gapura selamat datang Pulau Kelapa. 

Pulau kelapa satu ini merupakan pulau yang terpadat penduduknya di Kepulauan Seribu Utara. Di pulau ini juga terdapat Kantor Polisi Sektor Kelupauan Seribu Utara. Di sini juga terdapat home stay yang bisa kita sewa untuk menginap. 

Disebut dengan Pulau Kelapa karena dulu di sini banyak terdapat pohon kelapa. Tapi sekarang Pohon kelapa itu sudah berganti dengan pemukiman penduduk yang padat. Sebagian besar penduduk Pulau Kelapa satu ini memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. 

Pulau ini juga memiliki dermaga sendiri. Dulu Pulau kelapa satu ini terpisah dengan Pulau Harapan. Baru kemudain pada tahun 1950 an dibangunlah jalan yang menghubungkan kedua pulau ini. 

Di dekat dermaga terdapat sebuah taman dengan tempat duduk yang luas. Taman ini dikenal dnegan nama Taman Terpadu. 


Bahasa Yang Membingungkan Pembaca

Bahasa yang ada di dalam sebuah cerita bisa saja membingungkan pembaca. Ini bisa saja terjadi karena : 
  • Pemilihan kata yang tidak tepat
  • Tata bahasa yang bermakna ganda
  • Dialog yang membosankan
  • Deskripsi yang tidak penting
  • Bahkan kalimat majemuk yang bertingkat-tingkat sehingga kalimat menjadi terlalu panjang. 
Supaya penulis tidak terjebak dalam bahasa yang membingungkan maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti : 
  1. Hindari menggunakan kalimat abigu yang bermakna ganda. Seperti misalnya : Rumah kakak Mia ada di seberang jalan. Kalimat ini bisa berarti ganda : Rumah kakaknya Mia atau rumah Si Kakak Mia . 
  2. Pilihlah kata yang jelas dan nyata agar pembaca bisa lebih mudah membayangkannya. Seperti misalnya lebih memilih kata "Sapi" daripada menggunakan kata "hewan".
  3. Karena kalimat yang terlalu panjang justru akan membingungkan pembaca, maka kata-kata yang tidak diperlukan atau deskripsi yang tidak penting sebaiknya dipotong. Seperti misalnya : "Banyak tanaman bunga di taman bunga yang indah ini." Kalimat ini bisa disingkat menjadi "Taman bunga yang indah", karena yang namanya taman bunga ya sudah pasti ada tanaman bunga, kalau gak ada tanaman bunga maka taman itu tidak bisa disebut sebagai taman bunga.  
  4. Hindari dialog yang tidak penting atau tidak bisa mendukung cerita seperti misalnya : "Hai apa kabarmu?" tanya si A. Kemudian dijawab si B, "baik." 
  5. Untuk menghindari kalimat majemuk bertingkat, maka kita bisa memotong sau kalimat menjadi dua kalimat. Seperti misalnya "Ibu memasak ayam panggang untuk diberikan kepada paman karena hari ini ia berulang tahun." kalimat ini bisa dijadikan dua kalimat menjadi : "Ibu memasak ayam panggang untuk paman. Ia berulang tahun hari ini." 

§  

Warna-Warni Cenil


Kalau kita ketemu penjual jajanan di pasar maka dengan mudah kita bisa menemukan cenil. Jajanan yang satu ini biasanya diberi warna merah dan putih. Tapi ada juga pedagang yang mewarnai cenilnya dengan beraneka macam warna seperti hijau atau coklat. 

Cenil dibuat dari bahan tepung tapioka. Jadi tidak heran kalau dimakan akan terasa kenyal tapi enak. Apalagi kalau dimakan dengan kelapa parut dan gula merah cair. 

Cara membuatnya juga sangat mudah. Cukup ditambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonannya bisa dibentuk kemudian direbus di dalam air hingga matang. Jika menginginkan diberi warna, maka bisa ditambahkan pewarna makanan pada saat membuat adonan. 

Cenil disajikan dengan kelapa parut. Agar tambah manis biasanya di atas kelapa akan ditambahkan saus gula merah. Dalam penyajiannya cenil juga ditemani oleh jajanan pasar yang lain seperti sawut, gatot, ketan hitam serta klepon. 

Rabu, 22 Oktober 2014

Membuat Cerita Anak Yang Seru

Sebuah cerita akan terasa biasa-biasa saja kalau akhirnya bisa ditebak. Ini bisa terjadi karena jalan ceritanya klise atau karakter tokohnya biasa-biasa saja. Lalu bagaimana caranya agar cerita yang kita buat menjadi seru dan pembaca akan penasaran dengan cerita tersebut. 

Untuk menghasilkan cerita yang seru bisa dilakukan dengan beberapa hal dibawah ini : 

  1. Menciptakan tokoh antagonis dengan karakter khas anak-anak dan kenakalan yang tidak berlebihan. Karena kenakalan yang berlebihan juga tidak akan mendidik. 
  2. Karakter tokoh protagoni dibuat sedikit bervarias. MAksudnya tidak melulu hanya memiliki sifat baik saja. Bisa saja tokoh protagonis ini memiliki sifat penakut yang justru bisa dibuat menjadi lucu.  
  3. Sisipkan kejadian-kejadian lucu atau misteri dalam cerita walaupun itu bukan cerita komedi atau cerita misteri. Rasa penasaran yang ada dalam cerita akan membuat pembaca ingin tahu lebih jauh tentang kelanjutan cerita. 
  4. Jika membuat cerita misteri, maka berilah petunjuk yang tersamar, karena cerita yang tanpa petunjuk sama sekali justru akan membuat pembaca bosan dan ceritanya menjadi aneh. 
  5. Akan tetapi petunjuk yang terlalu jelas juga tidak bagus karena pembaca akan mudah menebak ke mana arah jalan ceritanya. 
  6. Terkadang petunjuk yang menyesatkan akan bisa mengelabui pembaca di akhir cerita. Tapi perlu diingat bahwa petunjuk yang diberikan harus masuk akal ya. 
  7. Sebelum menulis pikirkan ending yang berbeda dengan cerita-cerita yang sudah ada, sukur-ukur kalau tidak pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya, karena ending yang sudah sering ada akan dengan mudah ditebak oleh pembaca sehingga ceritanya jadi tidak seru lagi. 


Mengasihi Makhluk Allah


Judul: Cerita Teladan Anak Sholeh 
Penulis: Rauhiyatul Jannah 
Illustrator: Heri Parwoko 
Penerbit: Wahyu Media Pustaka 
Jumlah halaman: 122. halaman 
Ukuran: .15X18 cm 
Terbit: 2014 
ISBN : 979-795-858-2 
Harga :Rp. 53.000

Mengasihi Makhluk Allah 

Wendi dan teman-temannya menemukan seekor kura-kura ketika pulang sekolah. Kura-kura itu terjebak di sebuah got yang kotor. Mereka berhasil menyelamatkan kura-kura itu. Tapi sayangnya kura-kura tersebut terluka. 

Lalu apa yang akan dilakukan oleh Wendi dan teman-temannya pada kura-kura selanjutnya? Di akhir cerita ini juga ada hadist tentang “menyayangi makhluk Allah” . Selain cerita Wendi menyelamatkan kura-kura, dalam buku ini masih ada 19 cerita lain. 

Semua cerita dalam buku ini dilengkapi dengan hadist pilihan sesuai dengan cerita yang ada. Buku ini sangat bagus dibaca agar anak-anak bisa mempelajari hadist sejak dini. Selain itu juga dilengkapi dengan ilustrasi yang sangat menarik bagi anak-anak.
This entry was posted in

Sarapan Sawut

Kalau di Solo orang menyebutnya dengan nama "Sawut". Tapi ketika di Jakarta orang mengenal makanan yang satu ini dengan nama "Ancemon". 

Sebenarnya sawut termasuk ke dalam jajanan pasar, karena kita bisa dengan mudah mendapatkannya di pasar-pasar tradisional. Akan tetapi karena kuliner ini dibuat dari bahan baku singkong, maka ia bisa jadi alternatif sarapan yang bisa mengenyangkan. 

Sawut dibuat dari singkong yang diparut dengan parutan khusus sehingga menghasilkan tekstur yang kasar. Setelah itu ditabahkan gula merah dan diaduk menjadi satu hingga tercampur rata. 

Adonan ini kemudian dikukus hingga matang dengan dialasi daun kelapa agar tidak menempel pada dandang. Disajikan dengan ditambahkan parutan kelapa muda. 

Arboretum Karang Taman Nasional Kepulauan Seribu

Acropora 
Selain menjadi arboretum MAngrove, Taman Nasional Kepulauan Seribu juga menjadi Arboretum Karang. Disebut sebagai arboretum karang karena di sini merupakan tempat yang dijadikan sebagai demplot beberapa jenis karang yang ada di Kepulauan Seribu. 

Setelah melakukan snorkeling di Pulau Dolphin maupun Pulau Genteng Besar, maka kita bisa yakin bahwa di perairan Kepulauan Seribu kaya akan terumbu karang. Bahkan kita bisa melihat terumbu karang dari atas perahu. 

Acropora
Ada 62 jenis karang keras dan 29 jenis karang lunak yang bisa kita jumpai di kawasan perairan Kepulauan Seribu. Beberapa karang lunak kini telah menjadi komoditas komersial. Namun untuk menjaga kelestariannya, maka menurut PP no 7 dan 8 tahun 1999, hanya f-2 dari jenis karang lunak saja yang bisa diambil dan dijadikan komoditas komersil.  

Pocillopora
Yang biasa dipakai sebagai komoditas komersial adalah karang-karang dari jenis Acropora sp, Porites sp, Farvia, Gorgonian sp. Untuk mendapatkan f-2 karang maka perlu dilakukan transplantasi baik dalam media rak PVC maupun dalam media beton. 

Itu sebabnya ketika melakukan snorkeling kita juga harus menjaga kelestarian karang-karang tersebut. Hal-hal yang bisa kita lakukan  untuk menjaga kelestarian karang dan biota laut diantaranya adalah : 
  1. Jangan membuat sampah di laut. 
  2. Jangan mengambil biota laut, baik itu ang dilindungi maupun yang tidak dilindungi
  3. Jangan berdiri di karang karena ini bisa merusak karang. 

Melihat Hutan Mangrove Pulau Harapan Kepulauan Seribu


Hari masih sangat pagi, bahkan matahari belum berani menampakkan diri ketik aku berjalan ke bagian ujung Pulau Harapan. Di bagian belakang pulau ini kita bisa menemukan pohon-pohon mangrove yang sudah tumbuh tinggi. 

Hutan mangrove ini berada di sebelah kiri dan kanan jalan yang menghubungkan antara pulau Harapan dan Pulau Kelapa satu. Jika di sebelah kiri jalan kita bisa melihat mangrove yang sudah tinggi, maka di sisi sebelah kanan kita bisa menjumpai mangrove yang masih pendek. 

Air yang ada di bawah pohon-pohon mangrove ini sangat bening. Bahkan kita bisa melihat ikan-ikan berlarian di dalamnya. 


Menanam Mangrove Di Pulau Kelapa Dua Kepulauan Seribu

Di area kantor Taman Nasional Kepulauan Seribu yang ada di Pulau Kelapa Dua ini, selain menjadi tempat penangkaran penyu sisik juga menjadi arboretum mangrove. Arboretum mangrove adalah tempat atau areal yang sengaja
dibuat untuk ditanami dengan berbagai jenis mangrove (bakau). 

Mangrove yang ditanam di tempat ini mewakili jenis-jenis mangrove yang ada di daerah penyebarannya yaitu di sekitar Taman Nasional Kepulauan Seribu. Abroretum ini bisa juga disebut sebagai tempat koleksi mangrove. 

Tujuan diadakannya arboretum mangrove ini adalah untuk: 
  1. Ilmu pengetahuan dan penelitian
  2. Pendidikan dan riset 
  3. Wisata alam
  4. Budidaya
Berbagai jenis mangrove yang ditanam di area Taman Nasional kepulauan seribu ini antara lain : 
  • Rhizopora stylosa (bakau) 
  • Rhizopora mucronata (bakau)
  • Rhizopora apiculata (bakau)
  • Bruquera cylindrica (bogem)
  • Bruquera gymnoriza (prepat)
  • Ceriop tagal (tegar)
  • Xylocarpus granatum (nyiri batu)
  • Avicennia marina (api-api)
  • Sonneratia alba (pedada-perapat laut)
Di sini kita bisa ikut menanam mangrove dengan membeli bibitnya seharga Rp 1.000/ pohon. Tapi minimal pembelian harus 50 batang. 

Penanaman dilakukan di tanah berpasir yang ada di belakang kantor. Jika ingin menanam mangrove sebaiknya kegiatan ini dilakukan pada pagi hari, karena jika siang hari maka akan sangat panas. 






Selasa, 21 Oktober 2014

Nuget PIsang


Ada banyak sekali pisang yang bisa kita temukan di pasar tradisional. Tapi kalau pisang selalu diolah menjadi pisang goreng atau pisang rebus tentu saja akan sangat membosankan. Selain itu pisang yang digoreng atau direbus itu hanya bisa bertahan selama satu hari saja. Selebihnya pisang akan basi dan tidak bisa dimakan. 


Nugget pisang ini bisa jadi pilihan untuk mencoba sesuatu yang berbeda dengan bahan olahan dari pisang. Keistimewaan dari nugget pisang adalah bisa disimpan di dalam lemari pendingin selamama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Jika ingin menikmati kita tinggal menggorengnya dan menyajikannya jika sewaktu-waktu perlu camilan atau sebagia suguhan untuk tamu. 

Bahan nugget 
• 2 buah Pisang tanduk 
• 2 sdm maizena 
• ½ sdt pasta vanilla 
• ½ sdt garam 
• 2 sdm tepung roti 
• 50 ml susu cair 
• 2 butir telur 

Bahan celupan 
• 5 sdm tepung terigu 
• 1 buti telur 
• 100 ml air 
• 200 gram tepung roti/panir 
• Minyak untuk menggoreng secukupnya 

Cara Membuat 

  1. Potong-potong pisang tanduk tanpa dikupas. 
  2. Kukus pisang tanduk hingga matang. 
  3. Kupas kulit pisnag tanduk dan haluskan dengan sendok makan. 
  4. Campur menjadi satu, pisang tanduk halus dan semua bahan nugget. 
  5. Ambil Loyang ukuran 20 X 20 cm, olesi dengan minyak goreng hingga rata pada permukaannya. 
  6. Masukkan adonan nugget dan kukus hingga matang atau kurang lebih selama 20 menit. 
  7. Angkat adonan nugget dan dinginkan. 
  8. Potong-potong adonan nugget sesuai selera. 
  9. Buat untuk celupan : campur terigu, telur dan air jadi satu. 
  10. Celupkan potongan nugget ke dalam adonan celupan.  
  11. Gulingkan nugget ke dalam tepung panir. 
  12. Simpan di dalam lemari pendingin selama minimal 1 jam, semakin lama semakin baik. 
  13. Panaskan minyak dan goreng nugget dalam minyak panas hingga kecoklatan.
*Jika tidak ada pisang tanduk bisa diganti dnegan pisang kepok kuning atau pisang raja. 

Catatan Sending NAskah

Dari namanya kita pasti akan tahu kalau Catatan Sending Naskah adalah sebuah catatan yang berisi tentang naskah-naskah yang kita kiirm, baik itu ke penerbit maupun ke media cetak. Dengan Catatan Sending Naskah (CSN) aja masih ada yang terlupa, apalagi kalau tidak punya CSN Di saat liburan kemaren, saya memang menyempatkan diri untuk membuka email, juga melakukan kegiatan kecil seperti merapikan catatan sending naskah. 

Secara kebetulan mata saya tertuju pada 4 bagian yang di hightlight warna biru. Ini adalah tanda yang saya berikan pada naskah yang belum saya selesaikan. Ini juga berarti ada 4 judul naskah yang belum saya selesaikan. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah tanggal disetujuinya naskah tersebut adalah awal bulan Juli. Itu artinya sudah lebih dari 6 yang lalu. 

Memang pada saat menerima surat persetujuan proposal naskah tersebut penerbit tidak mencantumkan dead linenya. Tentu saja ini bisa jadi bencana dan sekaligus bisa jadi anugrah karena saya menemukan harta karun yang terlupakan. INi bisa terjadi pada penulis manapun. Inilah pentingnya kita mempunyai catatan sending naskah. 

Dan sekarang yang akan saya lakukan adalah : 

1. Menelpon editornya untuk meminta maaf sekaligus menanyakan, apakah naskah saya masih bisa diterima lagi atau tidak. 

2. Jika masih bisa diterima maka saya akan menyelesaikan naskah tersebut dan mengirimkannya ke penerbit secepat mungkin. 

3.Ini berarti saya harus membuat jadwal ulang menulis di minggu terakhir bulan januari hingga beberapa minggu di bulan pebruari bahkan maret. 

4. JIka memang naskah saya sudah tidak bisa diterima lagi, maka saya akan membuat surat penarikan naskah. Ada beberapa alasan yang akan diberikan oleh penerbit jika mereka memutuskan untuk tidak menerima naskah saya lagi, diantaranya : 
*Kekosongan naskah saya ini telah diisi oleh penulis lain atau bahkan mungkin judul lain. 
*Naskah saya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan judul buku yang ada sekarang. 

5. Setelah surat penarikan naskah disetujui oleh penerbit maka saya akan merapikan naskah tersebut dan mengirimkannya kepada penerbit lain. 

6. Bertanya pada seorang teman , software apa yang lebih tepat untuk saya, yang bisa saya gunakan untuk membuat catatan sending naskah. Berhubung sejujurnya saya gaptek, maka selama ini saya hanya membuat catatan sederhana pada exel.

Senin, 20 Oktober 2014

Re-Write / Menulis Ulang Buku Non fiksi

Kebetulan kali ini aku sedang mempersiapkan penulisan buku craft, jadi terpikir untuk menulis postingan ini juga. Sama halnya dengan buku non fiksi yang lain, maka buku craft ini idenya banyak saya ambil dari beberapa web luar negeri dan juga buku-buku lama yang saya daur ulang kembali. 

Tentu saja ini bukan plagiat lho, karena ini bukan copy paste. Tapi memang pada dasarnya semua jenis buku nonfiksi merupakan hasil dari penulisan kembali (re-write) dari beberapa sumber yang telah kita kumpulkan. 

Bahkan ada ketentuan dari Pusat Perbukuan bahwa salah satu kriteria penilaian buku non fiksi adalah mencantumkan daftar pustaka, bahkan jumlah daftar pustaka yang kurang akan menyebabkan buku kita tidak lolos dalam penilaian, itu artinya, buku kita akan gagal masuk dalam daftar buku yang akan dipesan oleh proyek-proyek kementrian Dikbud. Itu artinya kesempatan kita mendapatkan royalty akan hilang. 

Adabeberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika melakukan re-write agar kita tidak dianggap sebagai plagiat. 
1.Membuat konsep baru dari beberapa jenis buku yang judulnya hampir sama. 
Misalnya : ada banyak buku tentang menanam buah dalam pot. Maka kita masih bisa kok menulis buku yang sama dengan konsep yang berbeda, seperti : menanam buah dalam pot secara komersial. 

2.Menuliskan dengan bahasa kita sendiri. 
Kita boleh mengambil sumber dari manapun, tapi kita harus menuliskan kembali dengan bahasa kita sendiri. 

3.Copy paste boleh dilakukan jika itu merupakan sebuah teori yang baku. 
Copy paste paragraf atau kalimat ini harus disebutkan sumbernya atau nama orang yang menyebutkan teori tersebut pada akhir atau di awal kalimat. Tulisan ini juga biasanya dicetak miring, untuk membedakan dengan tulisan yang lain. 

4.Kreasi serupa tapi tak sama. 
Ini biasanya terjadi pada penulisan buku ketrampilan. Misalnya kita melihat sumber yang menampilkan kreasi bantal flanel dengan motif binatang. Maka kita bisa membuat buku tentang bantal flanel dengan motif tanaman atau makanan atau yang lainnya. Kemudian kita foto dan kita beri naskah dengan bahasa kita sendiri tentunya. 

Selamat mencoba, dan jangan takut menulis kembali karena itu bukan plagiat. Karena setiap orang akan mempunyai konsep berbeda. Dari sebuah judul yang ada di dunia ini, bisa dikembangkan menjadi jutaan konsep dari jutaan orang yang berbeda, karena isi otak setiap manusia tidak akan pernah sama. 

 Have a wonderfull day ...............♥

Melihat Konservasi Penyu Di Pulau Kelapa Dua


Setelah selesai sarapan pagi kali ini acara kami adalah ke Pulau Kelapa Dua. Di sini ada perwakilan kantor Taman Nasional Kepulauan Seribu. Salah satu yang bisa dilihat di sini adalah penangkaran Penyu Sisik. 

Walaupun tidak sebesar penangkaran penyu sisik yang ada di Pulau Pramuka, tapi setidaknya di sini kita bisa melihat beberapa tukik dan penyu sisik dewasa. 

Tempat konservasi ini berada di tepi pantai pulau Kelapa Dua. Dari Pulau Harapan, butuh waktu sekitar 10 menit naik perahu untuk sampai ke Pulau Kelapa Dua.



Penangkaran penyu yang ada di Pulau Kelapa Dua ini merupakan penangkaran Penyu Semi Alami. Telur-telur penyu yang ada di pusat penangkaran ini diambil dari pulau-pulau yang ada di wilayah kerja Taman Nasional, yaitu pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Pulau Seribu Utara. 

Biasanya penyu akan bertelur pada bulan Januari hingga Maret. Untuk mengambil telur-telur ini pihak Taman Nasional sudah mempunyai orang-orang yang mengetahui jejak penyu yang akan bertelur. Sekali bertelur, penyu mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan telur. 

Telur yang ditemukan akan dimasukkan ke dalam ember berisi pasir. Di sini telur akan didiamkan selama lebih kurang 2 bulan hingga menetas. Walaupun di Taman Nasional ini banyak dijumpai Penyu Sisik, tapi seringkali juga ditemukan penyu jenis lain karena di sini adalah perairan bebas. 

Pusat penangkaran penyu ini dibuat dengan tujuan : 
  1. Memperbanyak habitat Penyu Sisik 
  2. Menyelamatkan Penyu Sisik dari Predator seperti biawak, elang serta manusia
  3. Membuat keseimbangan perairan. Ini karena penyu suka mematuk karang sehingga karang akan bersih. Jika karang bersih maka ikan pun akan banyak. 
Penyu yang dibesarkan di penangkaran ini diberi makan ikan selar. Bagi penyu yang masih kecil, maka ikan selar tersebut akan dipotong-potong kecil-kecil agar mudah dimakan. Sedangkan penyu dewasa, ikan selar yang diberikan juga dipotong tapi dalam ukuran potongan besar. 

Jika berkunjung ke pusat penangkaran penyu ini, kita perlu juga menjaga kenyamanan para penyu-penyu ini. Jika kalian memotret penyu maka usahakan jangan memakai lampu apalagi ketika memotret penyu dewasa yang akan bertelur. Ini karena cahaya bisa mengganggu psikomotorik mata penyu. Kamu juga harus tahu kalau penyu bertelur di tempat yang gelap tanpa cahaya sama sekali. 

Sebenarnya di sini sudah ditempeli tulisan yang melarang kita memegang penyu. Tapi selalu ada saja yang memegang penyu tanpa sepengetahuan petugas. Jika kalian memang ingin memegang penyu, jangan lama-lama karena penyu bisa strees. 

Jadi kalau berkunjung ke sini jangan hanya memikirkan kesenangan diri sendiri, apalagi kesombongan diri dengan bisa berfoto narsis dengan penyu. Pikirkan juga kenyamanan penyu, karena penyu juga makhluk hidup yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan biota laut. 











Berburu Sun Rise Di Pulau Harapan


Setelah hampir gagal mendapatkan foto sunset di Pulau Seribu, maka malam harinya aku semangat dan niat banget ingin mendapatkan foto sunrise di pulau harapan ini. Karena capek setelah berkeliling pulau di siang hari akhirnya malam itu bisa tepar dengan sempurna dengan meniatkan diri bangun pagi-pagi. 

Alhasil jam alarm yang distel pada pukul 5 pagi pun berhasil membangunkanku. Setelah mandi pagi ala kadarnya, aku pun membangunkan Pita, teman sekamar yang juga pengen ikutan melihat sunrise. 

Semua penghuni homestay masih terlelap tidur ketika kami keluar. Karena tidak tahu arah kahirnya kami menuju pantai. Tapi tidak ada tanda-tanda sunrise di sana. Akhirnya kami bertanya pada salah satu penduduk. Tapi kami justru bertanya di mana jalan menuju Pulau Kelapa satu. 

Niat kami memang pagi ini akan jalan-jalan keliling pulau dan menuju Pulau Kelapa Satu yang bisa dilalui dengan jalan kaki dari Pulau Harapan. Aku pikir akan keteu dnegan sunrise dalam perjalanan kami ke pulau Kelapa Satu. 

Tapi semakin terang kok kami masih belum juga melihat adanya tanda-tanda sunrise. "jangan-jangan tidak bisa melihat sunrise dari pulau ini " pikirku. 

Akhirnya aku dan Pita sampai ke pulau Kelapa satu dan melupakan tentang sunrise. Hingga kami pulang dan hari semakin terang. Mataku tertuju pada matahari yang berada dibalik daun kelapa. Kali ini aku teringat kembali pada misi utama pagi ini. 

Ternyata kami salah jalan. Seharusnya aku menuju ke sisi timur Pulau Harapan yang berlawan arah dengan jalan menuju Pulau Kelapa satu. Tapi nyatanya aku malah berjalan dengan arah berlawan dengan sunrise. 

Ya sudahlah. Hikmah dari peristiwa ini adalah bahwa ternyata mengetahui arah mata angin itu sangat penting. Kayaknya aku harus memikirkan untuk membeli kompas mulai dari sekarang.