Kamis, 23 Oktober 2014

Bahasa Yang Membingungkan Pembaca

Bahasa yang ada di dalam sebuah cerita bisa saja membingungkan pembaca. Ini bisa saja terjadi karena : 
  • Pemilihan kata yang tidak tepat
  • Tata bahasa yang bermakna ganda
  • Dialog yang membosankan
  • Deskripsi yang tidak penting
  • Bahkan kalimat majemuk yang bertingkat-tingkat sehingga kalimat menjadi terlalu panjang. 
Supaya penulis tidak terjebak dalam bahasa yang membingungkan maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti : 
  1. Hindari menggunakan kalimat abigu yang bermakna ganda. Seperti misalnya : Rumah kakak Mia ada di seberang jalan. Kalimat ini bisa berarti ganda : Rumah kakaknya Mia atau rumah Si Kakak Mia . 
  2. Pilihlah kata yang jelas dan nyata agar pembaca bisa lebih mudah membayangkannya. Seperti misalnya lebih memilih kata "Sapi" daripada menggunakan kata "hewan".
  3. Karena kalimat yang terlalu panjang justru akan membingungkan pembaca, maka kata-kata yang tidak diperlukan atau deskripsi yang tidak penting sebaiknya dipotong. Seperti misalnya : "Banyak tanaman bunga di taman bunga yang indah ini." Kalimat ini bisa disingkat menjadi "Taman bunga yang indah", karena yang namanya taman bunga ya sudah pasti ada tanaman bunga, kalau gak ada tanaman bunga maka taman itu tidak bisa disebut sebagai taman bunga.  
  4. Hindari dialog yang tidak penting atau tidak bisa mendukung cerita seperti misalnya : "Hai apa kabarmu?" tanya si A. Kemudian dijawab si B, "baik." 
  5. Untuk menghindari kalimat majemuk bertingkat, maka kita bisa memotong sau kalimat menjadi dua kalimat. Seperti misalnya "Ibu memasak ayam panggang untuk diberikan kepada paman karena hari ini ia berulang tahun." kalimat ini bisa dijadikan dua kalimat menjadi : "Ibu memasak ayam panggang untuk paman. Ia berulang tahun hari ini." 

§  

0 komentar:

Posting Komentar