Sabtu, 11 Oktober 2014

Gempol Pleret Ala Pasar Gede Solo

Dulu sewaktu aku kecil gempol pleret ini dijajakan oleh simbok-simbok yang berkeliling kampung di Solo. Namun sekarang penjual gempol Pleret keliling di kota Solo sudah jarang dijumpai. Untuk bisa menikmati minuman khas Solo yang satu ini kita bisa datang ke pasar-pasar tradisional. 


Kalau kita datang ke pasar Gedhe Solo, maka di depan pintu masuk kita bisa menjumpai simbok yang menjual gempol Pleret ini. Tepatnya di sebelah kiri sebelum pintu masuk. Gempol pleret ini tidak hanya bisa dinikmati di tempat, tapi juga bisa dibawa pulang. 

Harga gempol pleret ini juga cukup murah yaitu Rp 3000/ mangkuk. Dalam satu mangkuk gempol pleret ini kita bisa menemukan bola-bola mirip bakso yang berwarna putih, pleret serta kuah santan dan es batu. Jajanan yang satu ini sangat nikmat dinikmati di saat panas seperti ini. 

Bola-bola putih ini dibuat dari tepung beras yang ditumbuk kasar dan dicampur santan hingga rasanya gurih. Beras yang seperti ini dikenal juga dengan nama meniran. Bola-bola dari meniran  yang disebut dengan gempol ini kemudian direbus hingga matang. 

Yang namanya pleret bentuknya mirip kulit pangsit. Kadang berwarna coklat kadang juga merah muda. Pleret ini dibuat dari tepung ketan dan gula jawa atau gula pasir. Yang berwarna coklat memakai gula jawa. Sedangkan pleret yang warnanya merah muda menggunakan gula pasir dan pewarna kue. 

Simbok penjual gempol pleret di pasar gede Solo ini sudah ada sejak jam 7 pagi. Ia akan berdagang sampai dnegan pukul 1 siang. Atau sampai dagangannya habis. Kalau musim panas begini dagangannya tentu saja sangat laris, jadi pada jam 12 atau bahkan kurang sudah habis. 





0 komentar:

Posting Komentar