Kamis, 30 Oktober 2014

Konflik Dalam Cerita

*Apa dalam cerita harus ada konflik? 
Yang namanya konflik itu harus ada dalam cerita. Tanpa konflik, cerita itu bagai masakan tanpa garam. Hambar.Konflik yang biasa-biasa saja juga akan membuat jalan cerita kita menjadi datar bahkan terasa garing. Kalau sudah seperti ini maka pembaca akan bosan dan akan mengabaikan cerita kita begitu saja atau tidak akan melanjutkan membaca lagi.

*Jadi apa sebenarnya peranan koflik dalam cerita yang kita buat? 
Konflik itu akan membuat cerita yang kita tulis menjadi dinamis. Artinya bisa mempengaruhi emosi pembaca sehingga pembaca akan penasaran pada kelanjutan ceritanya bahkan akhir ceritanya. Dengan demikian maka pembaca akan membaca hingga akhir dari cerita yang kita buat. 

*Apakah konflik itu terdiri dari beberapa jenis atau hanya satu jenis saja? 
Konflik itu terdiri dari 4 jenis yang bisa saja kita kombinasinasikan. JAdi kita tidak hanya memakai satu jenis konflik saja dalam membuat sebuah cerita. Kita bisa lho memakai 2 bahkan 4 konflik sekaligus. Yang perlu diingat adalah konflik yang kita buat tersebut harus saling mendukung satu dengan yang lainnya. 

*Apa saja keempat jenis konflik tersebut? 

  1. Individu vs individu. Di sini yang berkonflik adalah tokoh utama dengan tokoh lain yang ada dalam cerita yang kita buat. 
  2. Individu vs Kelompok. Konflik terjadi pada tokoh utama dengan sebuah kelompok, seperti geng anak-anak nakal yang ada di sekolah. 
  3. Individu vs diri sendiri. Bisa dibilang ini merupakan perang batin dalam diri si tokoh utama. 
  4. Individu vs Lingkungan. Ini adalah konflik si tokoh utama dengan alam sekitarnya. Bisa saja si tokoh utama berkonflik dengan banjir yang selalu melanda daerah pemukimannya. 
*Bagaimana penyelesaian dari konflik yang sudah kita buat? 
  1. Untuk memudahkan penyelesaian konflik, ada baiknya kita membuat tabel konflik yang berisi konflik serta cara menyelesaikan konflik yang kita buat. 
  2. Konflik tidak harus selalu berakhir bahagia
  3. Konflik yang kita buat sebaiknya disertai dengan solusinya 
  4. Konflik harus ada penyelesaiannya ketika cerita berakhir. 
  5. Cara menyelesaikan konflik haruslah masuk akal.
  6. Konflik sebaikya diletakkan di awal cerita karena ini yang akan membuat cerita kita menjadi menarik.  


0 komentar:

Posting Komentar