Sabtu, 04 Oktober 2014

Menulis Memoar Travelling

Aku sendiri sebenernya belum pernah menulis buku memoar traveling, tapi aku sering ngirim naskah traveling ke majalah dan setahuku naskah traveling yang diminati oleh penerbit emang sejenis memoar gitu. Memoar traveling juga bisa berupa kumpulan naskah traveling yang pernah kita muat di majalah, tapi tentu saja setelah kita permak lagi, agar antara satu bagian dengan bagian lain terkesan tidak terpisah. 

Memoar di sini adalah pengalaman pribadi tentang traveling yang tentu saja dialami sendiri oleh si penulis dan bisa jadi akan dialami oleh pembaca, kisahnya ditulis dari mulai persiapan keberangkatan sampai pasca traveling, termasuk misalnya ketika anak kelelahan apa yang kita lakukan dan bagaimana menyiasati cucian yang menumpuk pasca perjalanan dll. 

Terus kalau ada kejadian-kejadian menarik yang menarik sesimple apapun juga kita ceritakan, misalnya ketika jalan-jalan di vietnam jangan heran kalau semua acara televisi suaranya adalah hasil dubbing. 

Walaupun ini adalah kisah pengalaman pribadi, jangan lupa tentang standar naskah traveling yaitu : 

  • Budget yang kita keluarkan , keterangan ini perlu kita masukkan dalam cerita di setiap bagiannya, misalnya pada bagian "mencari makanan halal" kita bisa masukkan harga-harga makanan yang ada di sana, termasuk ongkos taksi dai hotel ke tempat makan. 
  • Alamat lengkap rekomendasi tempat makan, tempat belanja termasuk belanja souvenir, tempat wisata, penginapan. alamat ini bukan sebagai lampiran lho ya, tapi di ceritakan di dalam setiap bagiannya, karena perlu ada penjelasan lebih lanjut dan tentu saja akan lebih baik kalau dikasih pembandingnya. 
  • Cara mencapai tempat yang kita tuju. 
  • Keunikan atau kelebihan tempat yang kita rekomendasikan.

0 komentar:

Posting Komentar