Jumat, 24 Oktober 2014

Tips Memulai Cerita

Seringkali terjadi di kepala kita ada banyak sekali cerita yang ingin di tulis. Akan tetapi ketika sudah berada di depan komputer kita justru tidak tahu harus memulai dari mana. Atau kita udah membuat kerangka karangan, sudah ada alurnya juga tapi kita tidak tahu ingin memulai dengan kalimat apa. Tapi biasanya kalau sudah ketemu kalimat atau paragraf di awal maka cerita akan mengalir terus tanpa mau berhenti. 

Apalagi yang namanya bagian awal cerita ini bertujuan untuk menggiring pembaca untuk penasaran dan akhirnya membaca bagian selanjutnya. NAh kalau di awal cerita bagus maka pembaca akan melanjutkkan membacanya, tapi kalau di awal sudah membosankan tentu saja pembaca akan malas melanjutkan membaca. 

Memulai sebuah cerita tidak harus dengan narasi. KIta bia juga kok dengan mengawali cerita dengan dialog. Tentu saja dialog yang mewakili cerita dan membuat penasaran pembacanya ya. Dialog yang seperti ini akan memancing perhatian pembaca untuk tahu lebih jauh tentang cerita yang kamu buat. 

Kita juga bisa mengawali cerita dengan sebuah konflik yang membuat orang penasaran. Misalnya saja cerita yang menampilkan tokoh anak kaya dan miskin. Baju baru si anak kaya kotor penuh lumpur sementara si anak miskin menunduk dan memegang baju tersebut. Apakah si anak miskin yang mengotori baju itu karena ia merasa iri? 

Membuat deskripsi tentang suasana yang seru juga bisa dilakukan untuk mengawali cerita. Misalnya saja suasana sebuah pesta meriah yang tiba-tiba saja dikejutkan oleh seorang anak yang jatuh pingsan. PAsti pembaca akan penasaran apa yang menyebabkan anak ini pingsan. Apakah karena keracunan makanan? atau karena ada anak lain yang membuatnya pingsan? Atau ada alasan yang lain lagi.  

Yang perlu diingat adalah apapun bentuknya awal cerita itu jangan sampai bertele-tele alias mutar muter ke sana kemari gak jelas. Kalau ini terjadi maka pembaca akan merasa bosan dan akhirnya akan meninggalkan ceritamu. 



0 komentar:

Posting Komentar