Selasa, 04 November 2014

Cabuk Rambak, Ketupat Dengan Saus Wijen


Sudah sedikit sulit menemukan cabuk rambak ini di kota asalnya yaitu Solo. Tapi kalau kita mau pergi ke PAsar Gede Solo atau di stadion Manahan Solo di hari minggu, maka kita bisa menemukan pedagang Cabuk Rambak ini di sana. 

Satu pincuk Cabuk Rambak ini bisa kita nikmati dengan harga yang murah meriah. Yaitu antara Rp 3.000 - Rp 5.000. Dalam pincuk atau daun pisang yang dibuat wadah ini ada ketupat yang diiris tipis-tipis dan disiram dengan saus. Di atasnya ditambahkan juga rambak atau karak, yaitu kerupuk nasi. 

Sebenarnya yang namanya rambak itu adalah kerupuk dari kulit sapi. Tapi karena harga rambak ini mahal, maka rambak diganti dengan karak yang jauh lebih murah harganya. Karak ini dibuat dari nasi yang ditambahkan garam bleng kemudian di kukus dan ditumbuk. Setelah dingin barulah diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Karak kering ini kemudian digoreng. 

Cabuk adalah ampas wijen yang sudah diambil minyaknya. Tapi kini saus cabuk ini dibuat dari wijen utuh yang ditambahkan kelapa. Semua bahan ini kemudian disangrai dan ditumbuk hingga halus. 

Bumbu yang dihaluskan adalah kemiri, bawang putih, daun jeruk purut, kencur, lada bubuk, gula merah dan garam. Bumbu ini akan dicampur dnegan wijen dan kelapa halus. Ketika akan digunakan, barulah campuran ini ditambahkan air dan diaduk hingga mengental. 


0 komentar:

Posting Komentar