Kamis, 06 November 2014

Sayap Untuk Ayam

Para burung akan mengadakan pesta lagi. Semua burung membicarakan pesta yang akan mereka digelar. Semua bersuka cita menyambut berlangsungnya pesta tersebut. Kecuali ayam. Ayam tidak pernah diundang ke pesta burung. Meskipun ayam pada saat itu mempunyai kaki kecil sama seperti burung, namun ayam tidak mempunyai sayap. Ayam menjadi sangat sedih. Padahal ia ingin sekali ikut berpesta bersama burung-burung yang lain. 

“Mengapa kau bersedih ayam?” tanya burung hantu pada suatu malam. Saat itu ayam sedang bersedih di depan api unggun, tiba-tiba datang seekor burung hantu menghampirinya. 

“Aku tidak pernah diundang ke pesta para burung, karena aku tidak mempunyai sayap,” tutur ayam kepada burung hantu. Burung hantu merasa iba melihat ayam terus bersedih. Ia pun mencoba menolong ayam dengan memberikan sepasang sayap yang terbuat dari asap api unggun. 

“Sudahlah jangan bersedih terus. Aku akan menolongmu ayam. Aku akan menyihir asap api unggun ini menjadi sepasang sayap untukmu,” hibur burung hantu. Wajah ayam menjadi ceria kembali. Ia pun berterima kasih kepada burung hantu. 

Karena sudah mempunyai sayap, ayam pun diperbolehkan datang ke pesta para burung. Di pesta tersebut, ayam memamerkan sayap barunya. Semua burung mengagumi sayap baru ayam. Namun kebanggaan ayam dan kekaguman burung akan sayap baru tersebut hanya berlangsung sebentar. 

Sayap baru tersebut tidak bisa dipakai ayam untuk terbang jauh, sebab sayap itu hanya terbuat dari asap, hingga terlalu lemah untuk dibawa terbang jauh seperti burung. Ayam menjadi putus asa dan tidak ingin belajar terbang lagi.

0 komentar:

Posting Komentar