Minggu, 29 Maret 2015

Cara Membuat Peniti Jilbab

Peniti jilbab ini terlihat sederhana dengan mengandalkan perpaduan warna manik-manik. Selain itu juga terlihat cantik dengan kombinasi bentuk manik-manik yang berbeda. 

Cara Membuat 
1) Ambil peniti jilbab yang masih berbentuk paku dan masukkan cup bros serta sebuah manik-manik bulat. 
2) Tutup manik-manik bulat dnegan cup bros lagi. 
3) Tambahkan manik-manik bentuk bulat pipih. 
4) Lanjutkan merangkai manik-manik hingga di dalam paku peniti ada 3 buah manik-manik bulat dan 2 manik-manik bulat pipih. 
5) Masukkan stoper berbebtuk bulatan kecil dan tekan stoper dengan tang. Stoper ini berfungsi menahan manik-manik agar tidak bergeser. 
6) Lekuk sisa paku ke arah berlawanan dengan bantuan tang hingga membentuk peniti jilbab

Video tutorialnya bisa dilihat di sini : 

.
This entry was posted in

Sabtu, 28 Maret 2015

Membuat Bando Bunga dari Bahan Stoking


Stoking banyak digunakan oleh wanita sebagai pelengkap fashion yaitu sebagai pengganti kaos kaki. Sayangnya stoking ini sangat mudah sobek. Kalau sudah begitu, stoking sudah tidak bisa lagi digunakan.

Stoking memang sangat mudah rusak. Sedikit saja berlubang sudah tidak pantas untuk digunakan sebagai penutup kaki. Namun kita bisa menggunakan stoking bekas namun masih banyak bagian yang bagus untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. 

Jadi jangan dulu buang stoking yang sudah sobek atau rusak. Stoking rusak ini bisa dimanfaatkan untuk membuat bunga yang bisa dijadikan sebagai asesoris yang cantik. 

Bando bunga-bunga ini cocok digunakan anak-anak untuk acara pesta. Bunga-bunga yang dipakai dibuat dari bahan stoking. warna-warni bahan stoking sangat mendukung untuk dibuat bunga-bunga yang cantik. 

Cara Membuat 

1) Ambil paralon dengan diameter sekitar 2 cm. Lingkarkan kawat bunga pada paralon. Pelintir kawat untuk mengunci kawat agar membentuk lingkaran sebesar paralon. Potong sisa kawat dengan tang. 

2) Lepaskan kawat dari paralon. 

3) Buat sebanyak mungkin sesuai dengan yang kita perlukan. Untuk satu buah bunga diperlukan 4-5 lingkaran kawat yang akan digunakan sebagai kelopak. 

4) Bungkus kawat dnegan kain stoking. Pada saat membungkus tarik kain stoking hingga bentuknya sesuai dnegan lingkaran kawat. Ikat bagian bawahnya dnegan menggunakan benang jahit. 

5) Ambil benang sari sebanyak 1-2 buah, lekuk menjadi dua.  
6) Ikat benang sari pada sebuah kelopak bunga dengan menggunakan benang jahit. 

7) Ikat kelopak satu persatu dengan benang jahit yang sama hingga keempat kelopak tergabung menjadi satu. 

8) Dengan menggunakan dua jari, tekan bagian ujung kelopak bunga hingga bentuknya meruncing di ujung. Lakukan hal yang sama pada semua kelopak bunga. 

9) Bungkus kawat yang tersisa dibawahnya dnegan fluorotip agar nampak rapi. 

10) Ambil bando polos, bungkus bagian ujungnya dengan cara melilitkan pita kain. Lapisi bando dengan pita hingga ¼ bagian bando. 

11) Ambil satu buah bunga dan satukan dengan bando. Lilitkan pita hingga membungkus bando dan tangkai bunga secara bersama-sama. 

12) Lakukan hal yang sama pada semua bunga sesuai dengan kreasi yang kita inginkan

Untuk lebih jelasnya bisa melihat video berikut ini : 

This entry was posted in

Jumat, 27 Maret 2015

Cara Membuat Anting dari Manik-manik


Anting ini terdiri dari dua buah manik-manik yang berbeda bentuk dan berbeda warna. Kesan simple dari anting-anting ini sangat cocok dipakai oleh siapapun, mulai dari anak-anak, remaja hingga wanita dewasa. Warna merah dan orange merupakan perpaduan warna senada yang berkesan berani dan gembira.

Cara Membuat 

1) Ambil pin paku, masukkan manik-manik bentuk bulat pipih ke dalamnya. 

2) Buat bulatan dari sisa pin yang ada dengan bantuan tang. 

3) Ambil pin bulat, masukkan cup manik-manik dan tambahkan juga manik-manik bulat. 

4) MAsukkan cup manik-manik ke dalamnya untuk menutup manik-manik. Potong pin yang tersisa dan lekuk bagian ujung pin hingga membentuk bulatan dengan bantuan tang. 

5) Satukan manik-manik bulat dengan manik-manik bulat pipih dengan menambahkan ring pengait untuk menggabungkan lubang yang ada pada keduanya. 

6) Satukan rangkaian kedua

BErikut ini adalah video cara membuat Anting dari bahan manik-manik : 

This entry was posted in

Kamis, 26 Maret 2015

Kreasi Anting Flannel Bentuk Bebek


Bebek kecil ini akan mempercantik penampilan anting yang kita buat. Anting ini cocok bagi remaja dan dipakai pada saat jalan-jalan atau acara santai lainnya. Dengan bandul dibawahnya memberi kesan seolah bebek ini sedang membawa serta telurnya.

Cara Membuat 

1) Gunting kain flannel sesuai dengan pola. Satu buah bebek memerlukan 2 lembar kain bentuk bebek. Jadi untuk satu pasang anting kita perlu memotong flannel dengan pola bebek sebanyak 4 lembar. 

2) Gabungkan kedua lembar kain flannel bentuk bebek dengan cara menjahit dengan tusuk feston. Ambil pin berlubang dan selipkan di bagian tengah bebek. Bagian lubang pada pin berada di bawah. 

3) Lanjutkan menjahit hingga seluruh keliling badan bebek dijahit. 

4) Potong sisa pin dan lekuk bagian atas pin hingga membentik bulatan dengan bantuan tang. 

5) Ambil pin paku, masukkan cup manik-manik ke dalamnya. 

6) Masukkan manik-manik. 

7) Tambahkan lagi cup manik-manik. 

8) Lekuk sisa pin dengan bantuan tang hngga membentuk bulatan. Jika sisa pin masih panjang maka kita bisa memotongnya hingga tersisa untuk bulatan yang besarnya sesuai dengan yang kita inginkan. 

9) Gabungkan manik-manik dan bebek flannel dengan menambahkan ring pengait. Penggabungan ini dengan bantuan tang. 

10) Ambil satu buah anting dan gabungkan dengan ring pengait pada bulatan pin bagian atas bebek. 

11) Tambahkan mata mainan. Menempelkannya dengan bantuan lem tembak.

Video pembuatan anting flannel bentuk bebek ini bisa di lihat di sini : 

This entry was posted in

Rabu, 25 Maret 2015

Suatu Hari Di Sungai Sey


Judul: Suatu Hari di Sungai Sey 
Bahasa: Bahasa Indonesia 
Penulis: Agnes Bemoe 
Illustrator: Innerchild Studio 
Penerbit Tiga Ananda, Creative Imprint of Tiga Serangkai 
Jumlah halaman: viii, 80 halaman 
Ukuran: 24 cm 
Terbit: Cetakan Pertama 23 Februari 2015 
ISBN : 978-602-7690-93-6 
Harga :Rp. 40.000,-

Siapa bilang buaya selalu menakutkan? Bonnie, si buaya yang hidup di Sungai Sey ini sangat manis dengan kulit pinknya yang menggemaskan. Ada juga Lucy, Angsa ungu yang cantik dan baik hati. 

Kehidupan di Sungai Sey juga dimeriahkan dengan celoteh Edo si katak kecil yang ceria dan punya banyak ide. Di tambah lagi dengan Obbie, si Itik kecil biru yang tidak tahan lapar. 

Dalam buku yang berjudul "Suatu hari di Sungai Sey" ini kita tidak hanya diajak untuk melihat kehidupan binatang yang ada di sana. Tapi kita juga akan melihat betapa indahnya kehidupan yang selalu diwarnai dengan ucapan "terima kasih", "tolong", salam yang tulus serta meminta maaf. 

Behind The Scene penulisan buku ini bisa dilihat di sini :
This entry was posted in

Membuat Kalung Flannel Bentuk Rose

Rose yang digunakan pada kreasi ini sama dengan rose yang digunakan pada kreasi cincin. Besarnya bunga rose bisa disesuaikan dengan kreasi yang dibuat. 

Sebagai dasar bandul kalung di sini digunakan kain flannel warna yang sama dengan bunga rose. Selain kain flannel, sebagai alas bisa juga digunakan kain perca yang dilapisi dengan kain keras. 

BAhan : 

  • Tali KAtun 
  • Renda 
  • Kain Flannel
Alat 
  • Lem tembak 
  • Gunting 

Cara Membuat 

1) Potong kain flannel berbentuk tapal kuda seperti pada pola. 

2) Ambil renda sepanjang kurang lebih 50 cm. Kerut dengan menggunakan benang jahit hingga jika diukur pada kain flannel menyisakan 2 cm di kedua sisi atasnya. 

3) Gabungkan renda dan kain flannel dengan cara dijahit. 

4) Lubangi salah satu ujung kain flannel dengan jarak 1 cm dari bagian tepi. Untuk melubangi bisa menggunakan gunting. 

5) Lakukan hal yang sama pada ujung yang ada di seberangnya. 

6) Siapkan rose seperti yang ada pada kreasi cincin sebanyak empat buah. 

7) Tempelkan rose di atas renda dengan menggunakan lem tembak. 

8) Ambil tali katun, gunting sepanjang 90 cm. Sediakan sebanyak 3 buah tali. 

9) Ikatkan pada salah satu ujung flannel yang sudah dilubangi. 

10) Lakukan hal yang sama pada ujung yang ada di seberangnya hingga kedua ujung flannel terikat tali.

Video turorialnya bisa dilihat di sini : 

This entry was posted in

Selasa, 24 Maret 2015

Membuat Bros Bentuk Teratai dari Kain Flannel


Ide dasar kreasi ini masih bermain dengan pola dan menggabungkan dua warna kain flannel. Bentuk bunga terate ini selain bisa dipakai sebagai bros bisa juga dijadikan hiasan pada bando, gelang juga dikombinasi dengan bentuk bunga lain dan digunakan sebagai bandul kalung. 

Cara Membuat 

1) Potong kain flannel warna ungu dengan menggunakan pola yang lebih besar sebanyak enam lembar. Ini akan digunakan sebagai kelopak bunga bagian bawah. 

2) Lipat bagian bawah yaitu bagian yang datar. Tusukkan jarum dan benang jahit. 

3) Tusuk semua bagian bawah dengan benang dan jaum jahit, hingga keenam kelopak bunga berjajar menjadi satu. 

4) Satukan dengan menjahit kedua ujung kelopak bunga hingga keenam kelopak membentuk lingkaran. 

5) Potong kain flannel sesuai dengan pola yang lebih kecil sebanyak empat lembar 

6) Satukan dengan cara dijahit seperti pada bentuk kelopak yang lebih besar. 

7) Siapkan kelopak besar dan kecil. 

8) Satukan keduanya dengan cara dijahit atau bisa juga dengan menggunakan lem tembak. 

9) Tambahkan sebuah manik-manik di bagian tengahnya dnegan cara dijahit atau dengan menggunakan lem tembak. Manik-manik ini selain berfungsi sebagai penutup jahitan di bagian tengah juga untuk mempercantik kreasi. 

10) Tempelkan cup bros pada bagian bawah bunga terate dengan bantuan lem tembak.

Cara membuat bros teratai dari kain flannel ini juga bisa dilihat di sini : 

This entry was posted in

Senin, 23 Maret 2015

Membuat Kalung Roll dari Bahan Flannel


Kreasi ini sebenarnya simple. Teknik dasarnya adalah menggulung kain flanel dan memainkan kombinasi warna. Dengan menempel gulungan flanel kita bisa berkreasi lebih banyak lagi. Tali yang digunakan adalah pita kain dengan warna senada. 

Cara Membuat 

1) Potong flannel dua warna berbeda , misalnya satu warna hijau dan satu lagi warna merah muda. Salah satu flannel yang kita potong lebih panjang dari yang satunya. Potongan flannel ini masing-masing selebar 2 cm dan panjang 30 cm dan 25 cm. 

2) Satukan kedua flannel yang sudah dipotong. Yang lebih panjang berada di bawah. Gulung gabungan kedua flannel tersebut. 3) Rekatkan ujung flannel dengan menggunakan lem tembak. 

4) Buat bentuk yang sama sebanyak 7 buah. 

5) Buat bentuk yang sama dari dua bahan yang berbeda warna. Siapkan 3 buah untuk warna ini. 

6) Satukan ketujuh flannel gulung hingga membentuk lingkaran dengan bantuan lem tembak. 

7) Satukan ketiga flannel gulung berjajar dengan warna lain dengan menggunakan lem tembak. 

8) Gabungkan flannel gulung yang membentuk lingkaran dan yang berjajar dengan menggunakan lem tembak. 

9) Ambil pita sepanjang kurang lebih 80 cm. Kerut sekitar 2 cm dari bagian ujungnya dengan bantuan jarum dan benang jahit. 

10) Gabungkan bagian pita yang sudah dikerut dengan salah satu ujung gulungan flannel. Cara menggabungkannya dengan cara menjahit dengan benang dan jarum jahit. 

11) Lakukan hal yang sama pada ujung gulungan flannel yang ada diseberangnya. Hingga kedua ujung pita menjadi satu dengan gulungan Flannel. 

Video tutorial dari kreasi ini bisa dilihat di sini : 

This entry was posted in

Minggu, 22 Maret 2015

Membuat Bando Bunga Matahari dari Kain Flannel


Ide dasar dari kreasi ini adalah bunga matahari. Bando yang digunakan dilapis dengan pita atau kain perca agar terlihat lebih cantik. Kreasi bunga matahari dari bahan flannel ditempelkan dengan menggunakan lem tembak di bagian samping kepala. 

Cara Membuat 
1) Potong kain flannel sesuai dengan pola sebanyak 7 buah dari kain flannel warna kuning. 
2) Tusukkan masing-masing pola yang sudah dipotong pada jarum yang sudha ada benang jahitnya. Hingga ketujuh bentuk kelopak bunga matahari berjajar. 
3) Satukan kedua ujung kelopak bunga dengan cara menusukkan jarum dan benang jahit hingga membentuk lingkaran. 
4) Rapikan dan matikan jahitan sambil bentuk kelopak matahari diatur agar bulatannya terlihat rapi. 
5) Potong bulatan dari bahan kain flannel 4 warna berbeda. Bulatan seperti pada pola atau diameter sekitar 3-4 cm. 
6) Ambil salah satu bulatan, lipak menjadi dua bagian.
7) Lipat lagi hingga menjadi empat bagian 
8) Tusukkan jarum dan benang jahit dibagian ujung lipatan flannel. 
9) Buat bentuk yang sama pada keempat lingkaran flannel yang ada. Satukan keempatnya dengan cara menusukkan pada jarum dan benang jahit. 
10) MAtikan jahitan pada bagian bawah dan rapikan hingga membentuk bulatan. 
11) Ambil bando polos dan mulailah membungku dengan pita. Dengan bantuan lem tembak, rekatkan ujung pita pada ujung bando. 
12) Lilitkan pita pada bando dengan arah menyerong. 
13) Teruskan melilitkan pita hingga semua bagian bando tertutup dengan pita. 
14) Ambil kelopak bunga matahari dari flannel. Tempelkan pada bagian samping bando dengan bantuan lem tembak. 
15) Rekatkan bulatan flannel warna-warni di atas kelopak bunga matahari dengan bantuan lem tembak. 

Berikut ini adalah video tutorial pembuatan bando bentuk bunga matahari dari kain Flannel : 

This entry was posted in

Kamis, 19 Maret 2015

Tipuan buah-buahan

Strawberry terlihat sangat ranum dan mengundang siapapun yang menginginkan kesegaran untuk menikmatinya, tapi nyatanya buah ini mempunyai sensasi rasa yang mengejutkan hingga orang bisa terlonjak dan memejamkan mata ketika menemukan strawberry yang sangat asam.

Bengkoang mempunyai kulit coklat bahkan terkadang terlihat kusam karena tanah. Tapi ketika kita kupas kulitnya, maka akan didapat buah yang putih bersih, berair dan terlihat menyegarkan. Buah ini tidak saja bisa menghilangkan dahaga tapi juga mengenyangkan.


*Kita tidak bisa menilai sesuatu dari kulitnya sebelum kita mengenalnya lebih dalam lagi.

Tidak Ada Manusia Yang Sempurna

Nila setitik memang bisa merusak susu sebelanga, tapi orang bijak akan selalu mengingat susu sebelanga, bukan nila setitik, atau susu sebelanga yang tercampur nila setitik. Ini karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia. 

Jika orang lebih melihat nila setitik, itu artinya orang tersebut lebih suka melihat keburukan dibanding melihat kebaikan yang ada pada orang lain. Itu artinya orang tersebut bukanlah tipe orang yang suka berterima kasih (bersyukur). Alih-alih bersyukur pada Tuhannya, bahkan brsyukur atau berterima kasih pada sesama manusia pun ia enggan. 

Beda halnya dnegan orang yang selalu melihat pada susu. Atau sesuatu yang bersih. Ini menandakan kebersihan hatinya dan keikhlasan jiwanya. Orang seperti inilah yang menjadikan syukur sebagai bagian dari kehidupannya. Bukan hanya berterima kasih pada Tuhannya tapi juga sesama manusia. Bukankah hutang budi akan dibawa sampai mati? 

Jumat, 13 Maret 2015

Sate Hadori Yang Legendaris


Sate Hadori ini berada sangat dekat dengan stasiun Bandung pintu Selatan. Warung sate Hadori ada di Jalan Stasiun Timur no 11-12 tepatnya di terminal Stasiun Hall. Dari stasiun Bandung kita bisa keluar lewat pintu Selatan kemudian melewati jalan kecil yang berada di belakang tugu kereta api. 

Di pojokan stasiun Hall Bandung ada warung sate dengan tulisan “Sate Hadori”. Ada dua pintu di sini, tapi kita bisa masuk lewat pintu yang mana saja. Di depan pintu ada pemilik warung sate yang sedang menyiapkan sate pesanan untuk dibakar. Kita bisa memesan langsung di sini. 


Istimewanya sate Hadori adalah irisannya yang besar-besar. Selain itu satenya dipersiapkan sesaat akan dibakar. Jadi dagingnya pun masih segar. Walaupun irisannya tebal, tapi daging kambing di sini sangat lembut dan mudah dimakan. Di sini ada beberapa pilihan sate yang bisa dipesan. Yaitu sate kambing, sate ati kambing, sate ayam dan sate sapi. 

Sate akan dihidangkan dalam piring disertai sepiring kecil samabl kecap plus irisan bawang dan cabe serta sepiring kecil sambal kacang. Karena irisan daging di sini besar, jadi sebenarnya 5 tusuk sate atau ½ porsi saja sudah cukup untuk satu orang. 

Untuk nasi kita akan diberikan satu bakul kecil untuk satu atau dua orang. Di sini ada juga gule kambing. Isinya adalah jeroan dan daging berlemak. Kuahnya mirip kuah tengkleng di Jawa karena tidak begitu kental. Satu mangkuk gule kambing juga bisa dinikmati untuk dua orang karena porsinya yang lumayan banyak. 

Warung sate Hadori ini buka setiap hari sejak pagi atau setelah subuh dan tutup hingga malam hari sekitar jam 2 atau jam 3 pagi. Bahkan kata si pemilik warung sate ini, seringkali warung sate Hadori buka hingga 24 jam. Jadi bagi yang kelaparan malam-malam di Bandung bisa datang ke sini. Atau bagi yang ingin sarapan pagi bisa ke sini dan menikmati semangkok gule kabing atau satu porsi sate sebagai sumber energy hingga siang hari. 

Selain satenya yang enak dengan irisan besar, sate Hadori juga terkenal karena sudah ada sejak jaman penjajahan Jepang dulu, yaitu sekitar tahun 1940. Wawan Hadori, pemilik warung sate Hadori yang sekarang adalah generasi ketiga. Usaha sate Hadori ini berawal dari nenek Una dan kakek Inung yang sering mengungsi dan berpindah tempat ketika masa pendudukan Jepang dulu. Di pengungsian inilah keduanya berjualan sate karena saat itu membuat sate adalah cara berjualan yang mudah. 

Pada tahun 1940, ketika kakek Inung dan nenek Una mengungsi ke Garut, keduanya membuka kios dan menjual sate di Pasar Baru Garut. Di tahun 1950 an keduanya mengungsi ke Tegalega dan jualan sate mereka pun pindah ke Tegalega. Tidak lama kemudian keduanya pindah berjualan ke Stasiun Bandung hingga menempati sebuah kios berukuran 4X4 m. 

Masa kejayaan sate Inung pada tahun 1961. Hingga akhirnya tahun 1962, kakek Inung meninggal. Usaha pun dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Hadori. Nama warung sate itupun berganti dnegan nama “Sate Hadori”. Ketika Hadori menjadi ketua pedagang stasiun, kios sate ini pun diperluas hingga menempati empat petak kios dengan ukuran keseluruhan 16 X 4 meter. 

Pak HAdori meninggal pada tahun 1990. Usaha pun dilanjutkan oleh anak pertamanya yaitu pak Wawan Hadori yang sekarang masih mengelola warung sate ini. Selain di stasiun Bandung, kini Sate HAdori bisa kita nikmati di beberapa cabangnya di Bandung yaitu di Be Mall, JAlan NAripan, Jalan Cihampelas dan Jalan Sersan Badjuri Cimahi.

Kamis, 12 Maret 2015

Toko Kue Sumber Hidangan


Toko kue ini berdiri sejak tahun 1929 dan menempati bangunan tua di jalan Braga No.20-22. Di sini kita bisa membeli kue-kue Belanda tempo dulu atau bisa juga menyantapnya di kursi-kursi yang disediakan. Toko kue ini buka setiap hari kerja pada jam 09.00 hingga 15.30. 

Interior di Toko kue Sumber Hidangan ini dijaga keasliannya sejak dulu. Bangunan bergaya art deco ini memiliki langit-langit yang tinggi sekitar 5 meter. Ruangan restoran bersebelahan dengan toko kue dengan dua pintu masuk yang berbeda. Hanya saja kedua ruangan ini saling terhubung. 


Jika kita duduk di bangku, maka pelayan toko tersebut akan menghampiri dan memberikan kertas menu. Ada pilihan menu yang bisa kita lihat di kertas yang disampul plastik. Yang khas di sini adalah es cream tempo dulu ala Sumber Hidangan. Hanya saja kalau makan di sini jangan berharap ada wifi atau colokan listrik ya. 

Berbagai kue jaman dulu yang bisa kita beli dan dijadikan oleh-oleh diantaranya bokkepoot, doublet, krentenbrood, ananastaart, suiker hagelslag, likeur bonbon, mocca truffel, katettong (lidah kucing) dll. Kue kering yang ada di sini dimasukkan ke dalam stoples berukuran besar. Sedangkan roti dan bolu dipajang di etalase. 

Jika mau makanan berat di sini kita juga bisa menikmati steak juga nasi goreng. Makanan berat ini dihidangkan dengan menggunakan styrofoam walaupun dimakan di sini. Air putih di sini diberikan gratis, jadi kalau memesan makanan berat kita tidak perlu memesan air mineral lagi. 

Sambil duduk di bangku kuno yang ada di sini, kita bisa menikmati kopi, teh ataupun coklat susu panas. Coklat susu yang ada di sini dihidangkan dalam gelas belimbing 150 ml. Sebagai teman minum teh bisa dicoba roti kismis atau cake kacang yang beraroma kayu manis dengan bumbu spekuk. Kalau memilih makan berat, maka ice cream tutti frutti bisa jadi pilihan.

Rabu, 11 Maret 2015

Braga Permai - Café tempo dulu


Braga Permai didirikan oleh L.Van Bogerijen pada tahun 1918. Maison Bogerijen ini awalnya berada di timur Bragaweg dan persimpangan Oude Hospitalweg. Dulu Maison Bogerijen merupakan rumah makan dnegan ruang makan terbuka yang menghadap taman dan dinaungi oleh kanopi dua pohon besar. 

Pada bagian tengah bangunan ini ada symbol kerajaan Belanda. Di bagian atap ada beberapa istilah dalam bahasa Perancis seperti Clacier, Cuisinier serta Confisur. Di tahun 1923, rumah makan Braga Permai pindah ke jalan Braga yaitu lokasi Braga Permai yang bisa kita temui sekarang. 


Maison Bogerijon merupakan restoran paling elit di kota Bandung. Konon restoran ini mendapat restu langsung dari Ratu Belanda. Semua menu yang ada di sini ditulis dalam bahasa Perancis. 

Pelanggan Maison Bogerijon merupakan tokoh-tokoh terkemuka kerajaan Belanda juga para gubernur jenderal Hindia Timur Belanda. Mereka tinggal di daerah sekitar Braga seperti Coorde Alley, Telefoon Alley, Bruyn & Thuyssen Alley, Oude Hospitalaweg juga Tamblongweg. Mereka biasa datang dengan berjalan kaki untuk menikmati sarapan setiap hari. 

PAda tahun 1980, Braga permai menyediakan layanan antar bagi para pelanggannya. Walaupun bangunan asli MAison Bogerijen ini sudah berubah, tapi jika masuk ke dalamnya kita masih bisa melihat beberapa hal yang masih dipertahankan. Seperti dapur tua tempat memasak roti, termasuk oven serta pengaduk adonan, juga pipa gas.

Selasa, 10 Maret 2015

Ngopi di Braga Permai


Braga permai merupakan café yang berada di Jalan Braga no.86. Sekilas dari luar empat ini adalah tempat makan yang mewah. Tapi jika sudah melihat buku menu yang tersedia di luar café, maka kita akan mendapati harga makanan dan minuman yang murah di sini. Jika sudah merasakan hidangan di sini pasti ingin kembali dan kembali lagi. 

Duduk di bagian luar Braga Permai adalah tempat yang paling menyenangkan untuk menikmati suasana jalan Braga. Hanya saja jika cuaca mendung lebih baik kita duduk di bangku yang ada di teras agar jika hujan turun, kita tidak kerepotan pindah tempat. 


Braga Permai merupakan café tempo dulu. Jadi di sini kita bisa menjumpai turis asing yang ingin bernostalgia dengan cerita kakek maupun nenek mereka. Makanan dan minuman yang ada di sini adalah menu-menu yang sudah ada sejak jaman Belanda dulu. 

Selain harga makanan yang tergolong murah, di café ini juga tersedia compliment atau makanan gratis. Yaitu sekeranjang kecil yang berisi empat potong roti garlic dan lima cheese stick. Air putih di sini juga gratis. Para pelayan di Braga Permai sangat cekatan dan perhatian. Begitu melihat gelas air putih kita kosong maka akan segera diisi. 

Pelayan di Braga Permai sangat ramah. Mereka tidak hanya didominasi oleh anak muda. Di sini juga ada pelayan yang sudah bekerja selama 25 tahun. Dari pelayan inilah kita bisa bertanya tentang makanan yang khas dan enak serta menjadi andalan café ini sejak dulu. 

Nongkrong di Braga Permai tidak harus membawa banyak uang. Bahkan jika uang kita terbatas pun, kita bisa kok minum kopi di sini. Ada kopi tubruk seharga Rp 12.000 yang dihidangkan bersama satu bookkepoot. 

Sebagi teman minum kopi kita bisa memilih snack asin ala Belanda seperti kroket atau Bitterbalen. Ada juga cheese cake yang rasa kejunya dominan banget. Selain itu ada cake maupun bolu khas Belanda seperti Onbitjkoek, Ntbijtkoek, Gevulde Speculaas, Almond Speculaas, serta Choocolate Volcano Cake. Resep Cake dan bolu ini tidak berubah sejak jaman dulu dan kuenya bisa bertahan hingga 10 hari. Yang khas dari kue-kue ala Belanda adalah menggunakan almond oil dan kayu manis. 

Di Braga Permai juga tersedia Ice Cream yang dibuat dengan resep sejak dulu. Kita bisa mencoba ice cream Hawaian Coconut. Yaitu tiga scoop ice cream vanilla, strawberry dan coklat yang dihidangkan di kelapa muda dan ditambahkan whipped cream serta taburan kismis di atasnya.

Senin, 09 Maret 2015

Mengenal Gedung Gas Negara Bandung


Jika menyusuri Jalan Braga, maka di bagian kanan Jalan, tepatnya sesudah melewati toko roti Sumber Hidangan, maka kita akan menemui sebuah Gedung tua bertuliskan Gas Negara di atasnya. Gedung ini merupakan salah satu gedung Cagar Budaya di Bandung. 

Di bagian depan gedung terdapat marmer persegi empat yang ditanam di dinding gedung. Pada marmer tersebut bertuliskan “ Gedung gas Negara”. Ada juga penjelasan bahwa gedung ini dibangun pada tahun 1930 karya R.L.A. Schoemaker. Gedung ini dulu berfungsi sebagai kantor pemasaran Pabrik gas. Bangunan ini dijadikan sebagai Cagar Budaya dengan perda Kota Bandung no.19/2009. 

Dulu gedung ini memang digunakan sebagai kantor perusahaan N.V Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij (NIGM). Hanya saja gedung ini berfungsi sebagai kantor administrasi. Sedangkan pabrik gasnya sendiri berada di daerah Kiaracondong, Bandung dan mulai beroperasi sejak 17 Februari 1921. 

Saat itu penggunaan gas di Bandung ditujukan bagi dapur-dapur hotel, pabrik roti, bahan bakar penghangat di penginapan, barak maupun rumah sakit. Gas di Bandung dijual dengan cara disalurkan melalui pipa sambungan gas. Hingga tahun 1930 telah ada 3.750 sambungan gas di Bandung. 

Bangunan yang berada di Jalan Braga 33 tersebut dibeli oleh NIGM pada bulan September 1928. Sebelumnya bangunan ini digunakan sebagai sekretariat Bandoeng Vooruit dan kantor N.V.Becker & Co. Setelah kemerdekaan Indonesia, perusahaan gas NIGM berpindah tangan ke Perusahaan gas Negara hingga saat ini. Kini bangunan gedung Gas Negara ini dalam kondisi kosong.

Minggu, 08 Maret 2015

Menyusuri Jalan Braga


Dulu Bandung dikenal karena keindahannya sehingga dikenal dnegan nama Paris Van Java atau Parisnya Jawa. Salah satu pusat keramaian kota Bandung saat itu salah Jalan Braga. Jalan Braga ini sudah ada sejak tahun 1882. Di jalan Braga ini dulu ada café, tempat belanja, toko buku juga bioskop. Bahkan dulu Jalan Braga pernah diibaratkan sebagai Via Condotti yang ada di Romma Italia. 


Jalan Braga juga dikenal dengan nama Bragaweg. Sebelum diberi nama Bragaweg, jalan ini awalnya bernama Karrenweg atau Jalan Pedati. Ini karena pada jaman dulu jalan ini banyak dilewati oleh pedati. Menurut MA Salmun yang merupakan sastrawan Sunda, jalan sepanjang sungai disebut dengan “Baraga”. Oleh karena itulah jalan tersebut kemudian dikenal dnegan nama Braga karena letaknya memang tidak jauh dari sungai Cikapundung. 

Hingga kini jalan Braga juga masih digunakan sebagai tempat bersosialisasi. Di sini masih bisa kita lihat toko kue tua yang dikenal dengan Toko Sumber Hidangan. Ada juga tempat nongkrong yang sudah ada sejak jaman Belanda dulu dan sangat enak dijadikan tempat menikmati suasana jalan Braga yaitu café Braga Permai. 

Ketika memasuki jalan Braga kita bisa melihat galeri lukisan. Ada juga penjual lukisan yang memajang lukisan mereka di tepi jalan. Ada juga bangunan-bangunan cagar budaya sepanjang jalan Baraga seperti Gedung Gas Bandung. Di dekat bangunan cagar budaya ini kita juga bisa mendapati pedagang souvenir khas Bandung seperti wayang golek.

This entry was posted in

Sejarah Pendirian Museum Konferensi Asia Afrika


Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada tanggal 18-24 April 1955 dianggap sebagai peristiwa yang sangat bersejarah bagi Indonesia. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dan berpengaruh pada KAA seharusnya diabadikan dalam sebuah museum agar bisa dijadikan isnpirasi bagi generasi penerus bangsa Indonesia. 


Gagasan pendirian Museum Konferensi Asia Afrika ini diungkapkan oleh Menteri luar negeri Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 1978-1988 yaitu Prof.Dr. Mochtar Kusumaatmaja, S.H, LL.M. Beliau menyampaikan gagasan ini pada forum Asia Afrika tahun 1980. Gagasan ini kemudian diwujudkan oleh Joop Ave yang saat itu menjadi Ketua Harian Panitia 

Peringatan 25 tahun KAA. Hingga akhirnya Museum Asia Afrika diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1980 pada puncak acara Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika. 

Kedudukan Museum Konferensi Asia Afrika ini dialihkan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ke Departemen Luar Negeri pada tanggal 18 Juni 1986. Hingga saat ini UPT Museum Konferensi Asia Afrika berada di dalam koordinasi Direktorat Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri. 

Pada 22-24 April tahun 2005 dilakukan penataan kembali Museum Konferensi Asia Afrika. Kegiatan ini bersamaan dengan peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika 1955. Penataan ini atas prakarsa Menteri Luar Negeri Republik Indoneisa yaitu Dr.N. Hassan Wirajuda.

Sabtu, 07 Maret 2015

Museum Asia Afrika

Museum Asia Afrika berada di Gedung Merdeka jalan Asia Afrika No. 65 Bandung. Tidak ada biaya masuk alias gratis untuk bisa melihat koleksi museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1980 ini. Di sini kita bisa melihat koleksi benda-benda yang digunakan pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tahun 1955, juga foto-foto serta diorama. 

Museum ini buka dari hari Selasa hingga Mingu. Jadi kalau hari Senin museum ini tuutp. Pada hari Selasa hingga Kamis museum Asia Afrika ini buka sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Hari Jum’at Museum ini hanya buka pada pukul 14.00 hingga 16.00. Jika hari Sabtu – Minggu Museum Asia Afrika buka pada pukul 09.00 hingga 16.00. 
Jika memerlukan jasa pemandu maka di Museum Asia Afrika ini juga disediakan bagi pengunjung. Baik itu pengunjung umum ataupun pengunjung resmi pemerintahan. Untuk jasa pemandu ini gratis, karena di bagian depan museum ditulis “mohon tidak memberikan tips kepada petugas” atau “No Tips Please”. 

Begitu masuk ke dalam Museum Asia Afrika, kita diminta untuk mengisi buku tamu. Selanjutnya kita akan dipersilahkan melihat-lihat ruang pamer yang berisi koleksi benda-benda serta foto-foto dookumentasi peristiwa . Benda dan foto yang ada di sini bukan saja akan mengingatkan kita pada Konferensi Asia Afrika 1955 tapi juga Pertemuan tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor. 

Ada banyak foto di ruang pamer Museum Asia Afrika yang bisa memberikan gambaran kepada kita tentang peristiwa yang metarbelakangi lahirnya Konferensi Asia Afrika. Juga dampak dari Konferensi Asia Afrika bagi dunia internasional. Selain itu kita juga bisa melihat foto gedung Merdeka dari masa ke masa. Profil negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika juga bisa kita lihat dalam bentuk Multimedia di museum ini. 

Begitu masuk kita akan melihat diorama yang menggambarkan situasi pembukaan Konferensi Asia Afrika 1955. Di museum ini juga ada perpustakaan yang berisi buku-buku sejarah, sosial, politik serta budaya negara-negara Asia dan Afrika juga dokumen-dokumen KAA. 

Perpustakaan di museum ini berdiri pada tahun 1985 dengan prakarsa Abdullah Kamil yang saat itu merupakan Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London. Selain perpustakaan, di tahun yang sama juga dibuat ruang audio visual untuk menayangkan film-film dokumenter. Film yang ada di ruangan ini tentang kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Kebudayaan negara-negara Asia Afrika serta Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi kelanjutannya. 

Sebelum keluar dari Museum Asia Afrika ini kita akna melewati aula tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika. Di sini masih tertata rapi kursi-kursi kayu yang dipakai dalam KAA dulu. Ada juga bendera negara-negara peserta KAA. Di bagian depan aula ini kita bisa melihat Gong Perdamaian Asia-Afrika. Di sampingnya terdapat prasasti yang bertuliskan nama-nama anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 

Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, Museum Konferensi Asia Afrika juga seringkali mengadakan pameran yang berkaitan dnegan politik luar negeri serta sejarah diplomasi Indonesia. Ada juga komunitas yang dibentuk serta didukung oleh Museum Konferensia Asia Afrika. Kegiatan komunitas ini diantaranya diskusi buku, diskusi film serta festival budaya.

Jumat, 06 Maret 2015

Gedung merdeka


Gedung Merdeka yang berada di Jalan Asia Afrika ini juga dikenal sebagai Museum Konferensi Aia Afrika. Gedung ini memang dulunya dipakai sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955. Di dalam gedung Merdeka ini dipamerkan berbagai benda-benda koleksi maupun foto-foto yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika 1955. 

Bangunan Gedung Merdeka ini hasil rancangan dua arsitek sekaligus guru besar Technische Hoogescholl te Bandoeng (Sekarang ITB). Kedua arsitek tersebut adalah Van Galen Last serta C.P. Wolf Schoemaker. Gedung Merdeka ini dibangun dengan nuansa Art Deco. 

Lantai Gedung Merdeka dibuat darii marmer Italia. Ada ruangan yang digunakan sebagai tempat minum-minum dan bersantai yang terbuat dari kayu cikenhout. Di dalam gedung ini dihiasi pula dengan lampu hias kristal yang sekaligus digunakan sebagai penerangan. 

Gedung Merdeka menempati area seluas 7.500 m2 dan dibangun pada tahun 1895. Pada awal dibangun, gedung ini bernama Societeit Concordia. Gedung ini digunakan sebagai tempat bersosialisasi orang-orang Belanda yang tinggal di Bandung dan sekitarnya. Mereka adalah pemilik kebun, pengusaha, perwira juga pembesar kota Bandung. Sehingga pada tahun 1921 gedung ini bernama Concordia. 

Tahun 1926 gedung ini di renovasi seluruhnya oleh Wolff Schoemacher, Aalbers serta Van Gallen. Tahun 1940 dilakukan renvasi pada sayap kiri dengan gaya arsitektur International Style. Renovasi kali ini hasil rancangan A.F. Aalbers dengan fungsi gedung sebagai tempat rekreasi. 

Di masa pendudukan Jepang, gedung ini diberi nama Dai Toa Kikan. Gedung ini digunakan sebagai pusat kebudayaan Jepang. Di sayap kiri bangunan dijadikan sebagai tempat minum yang diberi nama Yamato. Sayangnya tempat ini terbakar pada tahun 1944. 

Pada tanggal 17 Agustus 1945, saat proklamasi kemerdekaan Indonesia, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia. Saat itu tentara jepang masih belum mau menyerahkan kekuasaannya kepada Indoensia. Pada masa pemerintahan Haminte Bandung, Negara Pasundan dan Recomba Jawa Barat gedung ini digunakan sebagai tempat pertemuan. Ini berlangsung pada tahun 1946-1950. Fungsi gedung ini juga sebagai tempat rereasi sehinggi disini ada restoran dan juga diselenggarakan pertunjukan kesenian. 

Menjelang diadakannya KTT KAA, tepatnya pada awal tahun 1955 gedung ini mengalami pemugaran. Tanggal 7 April 1955 Presiden Soekarno mengubah nama gedung ini menjadi Gedung Merdeka. Pemugaran ini bertujuan mempersiapkan gedung ini sebagai tempat konferensi bertaraf Internasional. Pelaksanaan pemugaran ini dilakukan oleh Jawatan Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Ir. R. Srigati Santoso. 

Tahun 1955 Gedung Merdeka dijadikan sebagai Gedung Konstituante. Konstituante bertugas menetapkan dasar negara dan undang-undang dasar negara. Namun sayangnya Konstituante ini dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. Sehingga konstituante dibubarkan melalui Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959. Di tahun 1959, gedung ini juga pernah dijadikan sebagai tempat kegiatan Badan Perancang Nasional (Bapenas) 

Pada tahun 1960 dibentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). PAda tahun yang sama gedug Merdeka ini digunakan sebagai Gedung MPRS. Kegiatan MPRS ini kemudian dilaihkan ke Jakarta pada tahun 1971. Tahun 1965 di Gedung Merdeka berlangsung Konferensi Islam Asia Afrika. 

Ketika meletus pemberontakan G-30 S PKI, gedung merdeka ini sempat dikuasai oleh militer. Gedung ini digunakan sebagai tempat tahanan politik G30S. Di bulan Juli 1966 Gedung Merdeka diserahkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat . Gedung Merdeka ini kebali digunakan sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika ke-25 pada bulan Maret 1980. Setelah itu pada tahun 1980 seluruh gedung Merdeka ditetapkan sebagai Museum Asia Afrika.

Wajah Masjid Raya Bandung Dari Waktu ke Waktu


Sejak berdiri hingga saat ini, Masjid Raya Bandung sudah mengalami perombakan sebanyak 14 kali. Dari yang awalnya majid ini dibangun dengan bentuk rumah tradisional Sunda, kini sudah menjadi bangunan dengan arsitektur modern. 

1812. 
Pada awal berdiri, bangunan masjid Agung Bandung merupakan rumah panggung. Tiangnya dari kayu dengan dinding anyaman bambu dan beratap rumbia. Ada kolam air besar sebagai tempat mengambil air wudhlu. Kolam air sangat berjasa dalam memadamkan kebakaran yang terjadi di Alun-alun Bandung pada tahun 1825. 

1826 
Dilakukan perombakan dengan mengganti bilik bambu. Atap tidak lagi menggunakan rumbia tapi diganti atap dengan bahan kayu. 

1850 
Atas instruksi Bupati R.A Wiranatakusumah IV dilakukan perombakan dan perluasan bangunan masjid. Perombakan ini dilakukan bersamaan dengan dibangunnya Jalan Raya Pos (Groote Postweg). Atas masjid diganti dengan genteng dan dinding menjadi tembok batu bata. Atap berbentuk limas, bersusun tiga menjulang sehingga masyarakat mengenalnya dnegan sebutan bale nyungcung. Bangunan masjid ini diabadikan dalam bentuk lukisan oleh pelukis Inggris yaitu W Spreat di tahun 1852. 

1875 
Ditahun ini perubahan terlihat dengan penambahan pondasi juga tembok yang mengelilingi masjid. 

1900 
Bagian dalam masjid dilengkapi dengan mihrab dan teras yang berada di kiri dan kanan masjid. Teras ini dikenal sebagai pawestren. Penambahan fasilitas ini untuk mendukung kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid Agung ini seperti pengajian serta peringatan hari besar Islam. 

1930 
Dilakukan perombakan yang menjadikan pendopo sebagai teras masjid. Pembangunan juga dilakukan dengan menambahkan dua menara dengan atap yang bentuknya sama dengan atap masjid yaitu Nyungcung. 

1955 
Menjelang Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada tahun 1955 Presiden Soekarno merancang bangunan baru Masjid Agung. Kubah diganti menjadi bentuk segi empat bergaya timur tengah dengan ujungnya meruncing menyerupai bawang. Menara di kiir dan kanan masjid juga pawestren dan teras dibongkar. 

1970. 
Kubah berbentuk bawang diganti dengan kubah bukan berbentuk bawang. 

1973 
Lantai masjid diperluas dan dibuat tingkat. Ada tempat wudlu di basement. Dibangun menara baru di depan masjid dengan ornament logam bulat seperti bawang. Atap kubah masjid berbentuk joglo. 

2001 
Dilakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid agung Bandung pada tanggal 25 Pebruari 2001. Masjid Agung Bandung dan Alun-alun menjadi satu kesatuan. Atap limas diganti dengan kubah besar setengah bola dengan diameter 30 meter. Di depan masjid dibangun menara kembar 19 lantai.

Kamis, 05 Maret 2015

Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung yang berada di Jalan Asia Afrika ini dulu bernama Masjid Agung Bandung. Sejak dibangun pada tahun 1812, masjid Raya Bandung sudah mengalami beberapa kali perombakan dari bentuk aslinya. Pembangunan Msjid Agung Bandung dulu bersamaan dengan pindahnya pusat kota Bandung dari Krapyak ke pusat pusat kota yang sekarang. 

Di depan masjid Raya Bandung ini kita bisa melihat halaman yang sangat luas. Halaman inilah yang dikenal sebagai alun-alun Bandung. Ada satu kubah besar yang berada di atap bangunan masjid. Dinding masjid sendiri dibuat dari batu alam dengan kualitas tinggi. 

Di kiri dan kanan bangunan masjid ada dua buah menara kembar yang menjulang setinggi 18 meter. Menara ini dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Bangunan masjid seluas 8.575 m2 yang menempati tanah seluas 23.448 m2 ini mampu menampung 13.000 jamaah. 

MAsjid Raya Bandung bukan saja menjadi Masjid bagi masyarakat Bandung. Lebih dari itu Masjid Raya Bandung ini juga menjadi Masjid Propinsi bagi masyarakat Jawa Barat. Renovasi ke-14 Masjid Raya Bandung ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 25 Pebruari 2001. Setelah dilakukan pembangunan selama kurang lebih 2 tahun dan 99 hari, Masjid Raya 

Bandung ini pun diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak H.R Nuriana pada tanggal 4 Juni 2003. Ada dua bagian ruang di dalam Masjid Raya Bandung ini yaitu ruang depan dan ruang sholat utama. Ruang depan ini digunakan sebagai aula namun bisa juga digunakan sebagai tempat sholat. Ruang sholat utama cukup luas dengan dua lantai. Antara ruang depan dan ruang sholat utama dihubungkan dengan jembatan. Di bawah jembatan ini terdapat tempat wudhlu.
This entry was posted in

Menu Unik Di Bangi Kopitiam Bandung



Duduk di dalam café dan menikmati lalu lalang kendaraan di Jalan Kebon Jati, tentu akan nikmat sambil minum secangkir kopi. Selain kopi. Ada minuman yang bisa kita nikmati di sini yaitu teh tarik. Kita bisa melihat langsung bagaimana pembuat teh ini menarik ramuan teh dan menghidangkannya menjadi segelas teh tarik yang nikmat. 


Sebagai teman minum kopi atau teh tarik, kita bisa mencoba aneka roti tawar. Uniknya, roti tawar di sini irisannya tebal-tebal. Roti tawar ini ada yang disajikan dnegan dipanggar terlebih dahulu, tapi ada juga yang disajikan langsung dengan tambahan srikaya. Bagi yang suka es krim bisa mencoba “Ice Cream Thick Toas”. Yaitu roti tawar tebal dengan tambahan es krim di atasnya. 


Bagi yang suka dengan makanan atau minuman yang segar, di kopitiam yang satu ini ada minuman unik dan hanya ada di sini yaitu “Plum w Ambra Juice”. Ini adalah jus kedondong yang ditambah dengan sari jambu biji. Rasa kedondongnya dominan banget. 

Hawa sejuk Bandung sangat enak jika kita nikmati sambil makan sesuatu yang hangat namun segar. Di Bangi Kopiyiam ini kita bisa mencoba sup mi yang khas banget. Ada tambahan udang dan semacam sosis ikan yang diiris-iris tipis. Mie yang digunakan juga besar-besar.

Berikut ini adalah video membuat teh tarik di Bangi Kopitiam