Senin, 20 April 2015

Naik Banana Boat di Pulau Bidadari


Pulau Bidadari merupakan sebuah pulau resort yang paling dekat dengan Jakarta. Jadi kalau ingin berkunjung ke pulau ini kita bisa saja tidak menginap. Selain berkeliling pulau, di Pulau Bidadari ini kita juga bisa melakukan olah raga air seperti misalnya naik kano di laut dekat dermaga. 

Jika datang dengan banyak teman, maka kita bisa menikmati keseruan bersama-sama dengan naik Banana Boat. Dari namanya maka kita bisa menebak bahwa Banana itu bentuknya memanjang dengan ujung lancip menyerupai pisang. Di Pulau Bidadari ini ada dua Banana Boat, yang satu berwarna kuning dan satu lagi berwarna merah. 


Banana boat yang berwarna kuning cukup untuk dinaiki oleh 5 orang. Sedangkan yang berwarna merah bisa dinaiki oleh 7 orang. Banana boat ini akan ditarik oleh speed boat berkeliling di laut dekat dermaga. Untuk bisa menikmati banana boat ini cukup membayar Rp 250.000 untuk satu boat yang berisi 5 orang, maka kita bisa menikmati keseruannya selama 15 menit. 

Awalnya penumpang Banana boat akan dibawa memutar dengan kecepatan rendah, semakin lama kecepatan pun di tambah. Keseruan akan bertambah ketika speed  boat membawa Banana boat berbelok dengan menikung tajam. Di saat inilah penumpang Banana boat akan terjatuh dan mengapung di laut. 

Itu sebabnya setiap penumpang Banana boat diwajibkan memakai life jaket agar bisa mengapung ketika terjatuh di air. Bagi penumpang Banana boat, upaya untuk naik ke perahu setelah terjatuh lumayan sulit. Ini karena harus membalikkan posisi Banana boat yang terbalik. Setelah itu barulah satu persatu penumpang akan berusaha naik ke atas. 

Tapi inilah serunya naik Banana boat. Jika kita tidak ingin dijatuhkan ke laut, maka sebelum berangkat kita bisa memesan kepada supir speed boat. Sehingga speed boat akan dijalankan dengan kecepatan yang biasa saja. Tapi tentu saja tidak akan seru kalau tidak jatuh ke laut bukan ? 

Keseruan naik Banana boat bisa dilihat di sini : 




This entry was posted in

Minggu, 19 April 2015

Vlogger Gathering Pulau Bidadari


Pagi ini udara sangat cerah. Blogger Vivalog sudah berkumpul di area pantai Marina Ancol dekat dermaga 15. Gathering kali ini memberi warna yang berbeda karena diadakan di tempat yang tidak biasa yaitu Pulau Bidadari yang berada di Kepulauan Seribu Jakarta. 

Tepat jam 9 pagi kami pun berangkat dengan speed boat menuju Pulau Bidadari. Perjalanan menyeberangi laut Jawa tidak memerlukan waktu yang lama. Cukup 20 menit saja , speed boat pun sudah merapat di Pulau Bidadari. 


Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Bidadari kami disambut dengan pasir putih. Di lobbi resort pulau Bidadari kami di sambut dengan welcome drink dan tarian selamat datang. Sebuah sambutan selamat datang yang indah. 

Setelah istirahat sejenak kami pun dibawa berkeliling pulau dengan dipandu oleh "guide" yang lucu dan menarik. Tidak hanya melihat kamar-kamar yang tersedia di resort pulau Bidadari, kami juga dibawa melihat kamar terapung yang ada di atas laut. 

Perjalanan dilanjutkan dengan melihat lumba-lumba. Kemudian kami menuju Benteng Martello dan melihat sarang elang bondol dari kejauhan. Benteng ini merupakan situs bersejarah yang sangat indah untuk dijadikan objek fotografi. 

Setelah lelah berjalan, kami pun istirahat sejenak di "Pohon jodoh". Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan melihat rusa totol serta kegiatan daur ulang di Pulau Bidadari. Menjelang tengah hari kami pun makan siang di depan panggung utama Pulau Bidadari. 

Acara dilanjutkan di sebuah ruangan berpendingin udara. Di sini kami mendengarkan cerita tentang potensi wisata Indonesia dari Pulau Bidadari Resort yang dibawakan oleh Bapak DR.H. Agus Rochiyardi, MM. Yang dilanjutkan dengan kesempatan blogger menjadi personal agent Pulau BIdadari Resort yang dibawakan oleh GM Pemasaran Pulau Bidadari Resort. 

Dalam acara gathering ini tentu saja ada tanya jawab antara para Blogger dan Vivalog. PErtanyaan dan usulan para blogger ditanggapi dan dijawab dnegan baik oleh mas MAriadi dan Ahmad Fawzi dari Vivalog.

Di sela-sela acara talk show juga diselingi dengan games-games menarik yang berhadiah uang tunai serta voucher. Menjelang sore acara bebas pun diberikan pada peserta agar bisa lebih puas berfoto-foto di Pulau Bidadari. Ada juga yang berkesempatan menikmati Banana Boat. 

Lewat pukul 4 sore kamipun harus bersiap-siap pulang. Dalam perjalanan pulang kami melewati Pulau Kelor, Pulau Kahyangan dan Pulau Onrust. Dan speed boat pun melaju menuju pantai Marina Jakarta. 

KEseruan acara vivalog gathering bisa dilihat di sini : 



This entry was posted in

Jumat, 17 April 2015

Ramalan Tarot


Judul : Tarot 
Pemain : Boy William , Shandy Aulia 
Produksi : Hitmaker Studio 
Sutradara : Jose Poernomo 
Tayang Perdana : 7 Mei 2015 

Sebuah ramalan memang akan menjadi kenyataan ketika diyakini oleh orang yang diramal. Namun ramalan Tarot bukanlah ramalan biasa. Ramalan Tarot bisa jadi merupakan perwujudan pikiran dari orang yang diramal. 

Tapi tidak percaya pada Tarot bisa jadi malah akan diteror  oleh kejadian-kejadian buruk . Seperti yang menimpa Tristan dan Julie dalam film "Tarot". Kedua pasangan muda yang bahagia ini hidupnya berubah 180 derajat setelah minta diramal dengan kartu Tarot. 

Apa yang terjadi pada Tristan dan Julie sebenarnya? Saksikan kisah menegangkan mereka dalam film Tarot yang akan tayang pernama serentak di seluruh XXI di INdonesia pada 7 Mei 2015. 

This entry was posted in

Sabtu, 11 April 2015

Bangku Merah Putih

Judul: Bangku Merah Putih - Kisah Keteladanan dan Budi Pekerti Disertai Permainan Seru
Penulis: Dwi Rahmawati & Rauhiyatul Jannah
ISBN: 978-979-29-4281-1
Harga : Rp 59.000
Terbit : 20 Januari 2015
Ukuran : 32X20 cm 

Budi pekerti harus ditanamkan pada anak sejak usia dini. Pendidikan budi pekerti bukan saja menjadi urusan guru di sekolah. Lebih dari itu, budi pekerti menjadi tanggung jawab moral orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya. 

Bukankah anak pendidikan bukan hanya soal akademis saja? Yang namanya pendidikan itu harus mencakup segi hubungan sosial anak, kepribadian anak sebagai individu, akademis serta vocasional sebagai bekal hidup anak di masa depan nanti. 

Sayangnya saat ini pendidikan budi pekerti ini masih sering terabaikan. Buku anak yang berjudul Bangku merah putih ini bisa memberikan teladan bagi anak dalam mempelajari budi pekerti. 

Pendidikan budi pekerti dalam buku ini disajikan dalam bentuk cerita yang menarik. Selain itu juga ada permainan yang edukatif sehingga bisa menjadi sarana edukatif yang menyenangkan bagi anak. Di setiap akhir cerita akan diberikan pesan singkat yang bisa di terima oleh anak-anak. 

Sebagian isi buku BAngku Merah Putih bisa dilihat di sini : 

This entry was posted in

Rabu, 01 April 2015

Nasi Goreng - Makanan Terlezat di Dunia


Sebuah polling online yang dilakukan oleh CNN pada tahun 2011 menempatkan Nasi Goreng sebagai makanan terlezat kedua di dunia. Sedangkan di urutan pertama dari 50 makanan lain di dunia adalah Rendang. Polling ini sendiri diikuti oleh 35 ribu orang. 

Nasi goreng sendiri sudah dikenal sejak tahun 4000 SM. Menurut catatan sejarah, nasi goreng merupakan masakan tradisional Tionghoa. Menyebarnya nasi goreng di kawasan Asia, karena dibawa oleh pedagang Tionghoa.

Adanya nasi goreng berawal dari kebiasaan masyarakat Tionghoa yang tidak mau membuang makanan. Sehingga nasi yang masih tersisa diolah kembali menjadi menu masakan yang berbeda. 

Dinamakan nasi goreng karena nasi ini dimasak dengan cara digoreng sebelum disajikan. Tentu saja ada unsur minyak yang digunakan untuk menggorng. Hanya saja minyak yang digunakan tidak sebanyak minyak yang digunakan untuk menggoreng tahu atau tempe. Minyak yang digunakan dalam nasi goreng berfungsi untuk menumis bumbu. 

Bumbu yang ditambahkan pada nasi goreng juga beragam. Mulai dari bawang merah, bawang putih, cabe bahkan tomat. Ada juga yang menggunakan bumbu kari seperti nasi goreng Aceh misalnya. 

Selain nasi, di dalam nasi goreng juga ditambahkan bahan pelengkap. Seperti misalnya telur, daging ayam, bakso, sosis, udang, cumi bahkan ikan asin. Krupuk serta acar juga seringkali ditambahkan di saat nasi goreng disajikan dalam piring.