Jumat, 16 Juni 2017

Bermain Aman Dengan Origami



Cuaca di luar seringkali panas bahkan hingga terik. Sepertinya cuaca sekarang ini tidak mendukung anak-anak untuk bermain di luar rumah. Kalau sudah begini maka bunda harus memberikan permainan yang menyenangkan dan aman dilakukan di dalam rumah. Salah satu permainan yang bisa dilakukan adalah membuat mainan sendiri dari kertas atau yang dikenal dengan origami.

Dalam bahasa Jepang, Origami berasal dari kata "Ori" yang berarti lipat dan "kami" yang artinya kertas. Jadi origami ini adalah seni lipat kertas yang pertama kali diperkenalkan di Jepang. Kreasi seni lipat kertas ini menghasilkan aneka bentuk mainan juga hiasan.

Origami ini sangat cocok buat anak-anak karena bisa melatih ketrampilan tangan dan juga melatih kesabaran serta kerapihan dalam berkreasi. Di sini anak akan dibiasakan untuk mencipta sesuatu sekaligus menggali kreatifitas. Selain gembira bisa menghasilkan sesuatu, anak-anak juga akan dibiasakan merasakan kepuasan dan menghargai hasil karya sendiri maupun hasil karya orang lain.

Sejak kapan ada origami? 


Origami di Jepang diperkirakan sudah ada sejak zaman Heian (741-1191). Kala itu origami dikenal sebagai orikata, orisui atau orimono. Fungsinya kala itu adalah sebagai penutup botol sake. Saat itu masih diperbolehkan memotong kertas dengan menggunakan pisau. 

Pada zaman Muromachi (1338 - 1573) diberlakukan larangan menggunakan pisau untuk memotong kertas. Sejak saat itu terjadi perbedaan kelas dalam golongan masyarakat Jepang yang dibedakan dengan tradisi origami ini. Para Samurai mengikuti ajaran Ise sedangkan masyarakat biasa mengikuti ajaran Ogasawa yang tidak memotong kertas dengan pisau. 

Origami kemudian digunakan dalam upacara keagamaan umat Shinto. Budaya pembuatan origami diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang hingga kini masih terus dipelajari oleh setiap generasi di Jepang.  

Kertas segi empat yang dipotong lipatannya merupakan lambang Dewa. Kertas ini kemudian digantung di kota Jingu yang merupakan Kuil Agung Imperial di Ise sebagai persembahan pada upacara perkimpoian Shinto. Origami juga digunaka dalam upacara keagamaan lainnya. 

Buku tentang panduan membuat origami untuk pertama kalinya ada sejak tahun 1797 yang ditulis oleh Kisato Rito. Saat itu origami masih dikenal sebagai orikata. Menyusul pada tahun 1819 dibuat buku tentang origami burung. Tahun 1845 keluar buku kumpulan lengkap tradisi lipatan Jepang. Hingga muncul buku panduan origami karya Ragusa pada tahun 1850. Di tahun 1880 seni melipat kertas mulai dikenal dengan nama Origami. 

10  Manfaat Origami bagi anak-anak 


  1. Anak-anak bisa membuat mainan sendiri. 
  2. Dalam proses membuat origami bisa melatih kesabaran pada anak. 
  3. Seringkali anak-anak membuat origami bersama dengan temannya, ini bisa melatih kerjasama anak dan rasa peduli pada orang lain. 
  4. Dengan membuat mainan ini akan melatih kreatifitas anak. Dalam kadaan terdesak tidak ada mainan, biasanya kreatifitas anak akan muncul dengan sendirinya. 
  5. Mainan yang dihasilkan akan melatih anak menghargai karya sendiri dan karya orang lain, karena dengan proses membuat maka anak akan tahu betapa sulitnya menghasilkan sesuatu sehingga mereka akan lebih menghargai mainan miliknya. 
  6. Sekali mencoba membuat satu  bentuk orgami, biasanya anak ingin mencoba bentuk yang lain. Hal ini sangat bagus untuk melatih rasa ingin tahu anak. 
  7. Kesulitan yang ditemui dalam proses membuat origami akan bisa membuat anak tidak mudah menyerah. 
  8. Dengan mencoba berbagai lipatan akan membiasakan anak-anak mendapatkan solusi dari setiap keadaan yang ditemuinya dengan memecahkan persoalan. 
  9. Dalam proses melipat, maka anak akan belajar proporsi bentuk di sini anak akan dilatih untuk berpikir sistematis. 
  10. Membuat origami sesuai dengan tingkat kesulitan akan membuat anak-anak merasa bahagia. Hal ini bisa menjadi terapi yang baik bagi jiwa anak-anak.

Membuat kreasi dari origami. 

Dihari yang panas ini saya mengajak Nayla dan Nadia untuk membuat origami di rumah. Kami membuat tiga bentuk origami yang mudah dan cocok bagi anak usia 4-6 tahun.

1. Membuat anak ayam 

2. Membuat Wadah Snack 


3. Membuat Baju 


Bermain Aman Di Saat Cuaca Yang Gak Bersahabat

Bermain origami dilakukan untuk menghindari cuaca yang tidak bersahabat pada anak seperti sekarang ini. Di cuaca yang tidak menentu ini anak-anak memang sangat mudah terkena flu yang didahului dengan demam ataupun panas. Yang namanya demam ini sendiri memang bukan sebuah penyakit. Tapi demam merupakan indikasi gejala suatu penyakit. Jadi jangan heran kalau anak demam itu kemudian diikuti dengan batuk, pilek, radang tenggorokan ataupun infeksi lainnya.

Nah kalau anak sudah panas dan demam gini biasanya orang tua langsung panik. Yang perlu diingat adalah bahwa demam itu merupakan mekanisme tubuh dalam melawan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh viru, bakteri dan sebagainya. Jadi yang namanya demam itu adalah ketika suhu tubuh anak  di atas ambang batas normal (yaitu lebih dari 37 derajat Celcius). Selain panas, demam juga disertai dengan badan yang menggigil.

Virus di dalam tubuh akan menyebabkan infeksi sehingga secara alami tubuh akan melakukan perlawanan. Jadi ketika anak demam karena virus, bunda tidak perlu memberikan antibiotik karena antibiotiltidak bisa membunuh virus. Justru pada saat tubuh panas akan membantu mencegah penyebaran virus di dalam tubuh. Dengan catatan suhu tubuh anak masih dibawah 39 derajat celcius , tidak kejang dan tidak terjadi muntah. Jika yang terjadi sebaliknya, maka ada baiknya bunda langsung membawa anak ke dokter.

Yang perlu dilakukan ketika anak demam

  1. Pantau suhu tubuh anak secara berkala dengan menggunakan thermometer khusus anak 
  2. Untuk menghindari dehidrasi, berikan cairan yang cukup pada anak
  3. Perkuat daya tahan tubuh anak dengan memberikan asupan makanan yang bergizi. 
  4. Cek sirkulasi udara, usahakan ada pergantian oksigen dengan baik dan tidak pengap.
  5. Berikan obat penurun panas ketika suhu sudah melewati 38 derajat celcius. Pemberian obat sebaiknya dihentikan ketika suhu badan anak sudah dibawah 38 derajat celcius. 
  6. Bila suhu anak mencapai 39 derajat celcisu, kompres dengan air hangat di bagian dahi, perut, lipatan ketiak juga paha. Air hangat ini akan membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar serta membuka pori-pori tubuh. Dengan demikian akan cepat terjadi penguapan. 
  7.  Jika anak menggigil, kenakan baju hangat yang menyerap keringat dan berikan juga selimut. Lepaskan baju hangat ketika menggigilnya hiilang. 
  8. Jika demam tidak segera turun segeralah bawa ke dokter. 
Penanganan demam yang salah justru akan bisa memperpanjang masa sakit. Kejang yang terjadi pada saat anak demam biasanya disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang pesat di tahap awal infeksi. Yang diperlukan anak ketika demam adalah istirahat.

Pemberian Obat Penurun Panas Yang Tepat Ketika Anak Demam. 


Obat penurun panas yang dianjurkan untuk anak adalah yang mengandung Paracetamol, bukan antibiotik. Ini karena paracetamol bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit.

Antipiretik merupakan obat yang berkhasiat menurunkan suhu tubuh dari suhu yang tinggi hingga menjadi normal. Sedangkan Analgetika merupakan obat yang dapat mengurangi ataupun menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.

Salah satu obat penurun panas yang direkomendasikan untuk anak usia 1-6 tahun adalah Tempra Syrup. Dengan rasa anggur yang pasti disukai oleh anak-anak, Setiap 5 ml tempra mengandung 160 mg paracetamol.

Jadi Tempra syrup ini mampu untuk meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, juga demam setelah imunisasi. Untuk penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter atau sesuai dengan dosis yang tertulis dalam kemasan. JIka anak sudah berumur lebih dari 6 tahun hingga 8 tahun sebaiknya minum Tempra Forte.

Yang perlu diingat adalah jangan sampai minum Tempra berlebihan sehingga mengakibatkan over dosis. Karena paracetamol yang berlebihan bisa menimbulkan keracunan pada hati. Jika demam masih terjadi dalam 2 hari dan nyeri masih berlangsung hingga 5 hari maka sebaiknya segera hubungi dokter. Simpan Tempra pada suhu kamar 25- 30 derajat celcius dan lindungi dari cahaya.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

0 komentar:

Posting Komentar