Selasa, 29 Mei 2018

Silaturahmi Antar Umat Beragama dalam Sambung Rasa Anak Bangsa


Negara Indonesia bagaikan taman bunga yang berwarna-warni. Keindahan yang tercipta dari kehidupan warna-warni ini harus dipelihara. Ibaratnya taman yang isinya hanya satu jenis tanaman saja tidak akan indah.

Jadi perbedaan yang ada di negara ini haruslah selalu dijaga agar terpelihara keindahan di dalamnya. Begitulah kira-kira pemikiran dari Romo Agustinus yang merupakan keynote speaker dalam acara Sambung Rasa Anak Bangsa yang berlangsung di gereja Santo Paskalis Cempaka putih Jakarta pusat pada Hari Sabtu tanggal 26 Mei 2018.

Acara Sambung Rasa Anak ini merupakan salah satu rangkaian dari ulang tahun Paroki ke-66. Dalam acara ini menghadirkan narasumber lintas agama. Ada putri Gus Dur yaitu Alissa Qotrunnada Wahid yang juga merupakan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian. Hadir juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yaitu Dr. H. Abdul Mu'ti M.Ed.

Ada juga praktisi kerukunan umat beragama yang tinggal di Tangerang yaitu Romo Felix Supranto SSCC. Acara ini dimoderatori oleh seorang Sosiolog yang juga merupakan guru besar Universitas Indonesia yaitu Prof. Paulus Wirutomo.

Acara ini mengambil tema Perjumpaan, dimana dengan perjumpaan ini akan dihasilkan sebuah kedekatan. Masing-masing saling mengenal. Sehingga tidak ada lagi rasa saling curiga. Seperti halnya pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang.

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari eksklusivitas umat beragama terjadi, masing-masing merasa agamanya paling benar dan agama orang lain salah. Maka dengan adanya perjumpaan dan saling mengenal ini diharapkan eksklusivitas ini akan berubah menjadi inklusifitas.

Inklusifitas inilah yang membuat setiap umat beragama bisa menghargai agama lain. Seperti diceritakan oleh Alissa Wahid ketika ia berkunjung ke Magelang. Di sana masjid yang dikunjungi lokasinya satu halaman dengan Gereja. Saat itu bulan Ramadhan dan masyarakat disekitarnya biasanya akan mengantarkan takjil untuk orang yang berbuka puasa di masjid.

Namun hari itu hingga langit gelap tidak juga terdengar azan. Sampai akhirnya penduduk yang sudah menyiapkan takjil mendatangi masjid dan menanyakan apakah tidak ada azan berkumandang hari ini. Oleh pengurus masjid kemudian dijawab bahwa azan tetap berkumandang namun tidak diperbesar suaranya karena gereja didepan masjid sedang ada misa.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa saling menghormati dalam menjalankan ibadah itu indah. Tuhan yang kita sembah itu sama, hanya cara kita beribadah saja yang berbeda. Jadi tidak ada salahnya jika kita bisa menghargai orang lain dengan cara menghargai cara mereka melakukan ibadah.

Romo Felix dalam menjalankan tugasnya selalu menjaga silaturahmi dengan tokoh agama disekitarnya. Itu sebabnya ia bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat disekitarnya yang mayoritas adalah muslim.

Dalam melaksanakan tugasnya Romo Felix selalu berpegang pada sembilan budaya kekitaaan untuk Indonesia yaitu :
  1. Kehidupan
  2. Kemajemukan
  3. Inklusifitas
  4. Solidaritas
  5. Toleransi
  6. Persaudaraan
  7. Dialog
  8. Kebenaran
  9. Kasih
Acara diakhiri dengan paduan suara yang menyanyikan lagu "Kita Bhinneka Kita Indonesia" , yang syairnya seperti ini :

Perbedaan bukan persoalan
Tapi Rahmat untuk persatuan
Di bawah Pancasila kita berada
Bhinneka tunggal Ika

Kita Bhinneka Kita Indonesia
Bersatu membangun bersama
Kita bhinneka kita Indonesia
Mari Amalkan Pancasila
Mari Amalkan Pancasila


Acara selesai bersamaan dengan waktu berbuka puasa tiba. Dari jaringan Gusdurian memimpin doa berbuka puasa dan dilanjutkan dengan pembatalan puasa. Pihak gereja Santo Paskalis telah menyiapkan takjil dan makanan untuk berbuka puasa. Sambil menikmati takjil para tamu undangan bisa mendengarkan alunan marawis. Bagi yang ingin melaksanakan sholat Maghrib juga disediakan tempat wudhu dan sholat. Kebersamaan dan silaturahmi itu indah bukan?








Jumat, 18 Mei 2018

Keliling Kota Tua Jakarta, Ini Hal-Hal Menarik Yang Bakal Kamu Temui di Sana

Kota Tua Jakarta, sebuah kawasan yang tak terlalu besar, luasnya hanya sekitar 1,3 kilometer persegi. Terletak di antara Jakarta Barat dan Jakarta Utara, banyak hal menarik yang bisa kamu temui di tempat penuh sejarah ini.

Tak hanya penuh dengan café yang menyajikan makanan khas Betawi atau yang bernuansa kuno. Kota Tua yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Jakarta juga punya banyak museum yang wajib banget dikunjungi buat menambah pengetahuan kamu tentang Ibukota dan banyak hal lainnya.

Menelisik Masa Lalu di Museum Sejarah Jakarta

Tempat pertama yang wajib kamu datangi di tempat wisata di Jakarta ini tentu Museum Fatahillah. Bangunan yang juga dikenal dengan nama Museum Sejarah Jakarta ini memiliki koleksi benda-benda bersejarah dari masa sebelum penjajahan hingga Indonesia merdeka.


foto:aktual.com

Tidak hanya isinya saja yang unik, bangunan Museum Sejarah Jakarta juga menarik. Kamu bisa melihat penjara bawah tanah langsung di ruangan bawah tanahnya di museum ini. Menarik bukan?
Museum ini berada di Jl. Taman Fatahillah No.1 dan buka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB. Tiket masuknya murah saja, hanya Rp 5 ribu per orang dan ada harga khusus untuk pelajar dan anak-anak.

Toko Merah Yang Cantik

Bergeser tak jauh dari Museum Sejarah Jakarta, ada Toko Merah yang menarik. Dinamakan Toko Merah karena dulunya pernah menjadi toko dan seluruh bangunan peninggalan era Belanda ini seluruhnya dicat dengan warna merah tua.


foto:kebudayaan.kemdikbud.go.id

Bangunan yang dibangun pada tahun 1730 ini beberapa kali beralih fungsi, mulai dari rumah tinggal hingga kantor dinas pemerintahan. Dan terakhir, Toko Merah menjadi cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah dan hanya bisa dikunjungi dengan izin melalui loket masuk.

Dengan harga tiket Rp. 10.000 per orang, kamu sudah bisa berwisata sejarah dan melihat keunikan Toko Merah yang menarik. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 16.30, Toko Merah ini wajib banget kamu kunjungi.

Gali Pengetahuan Baru di Museum Bank Indonesia

Seperti apa sih sejarah perbankan di negeri ini? Semua jawaban atas pertanyaan kamu soal perbankan di Indonesia bisa didapatkan di Museum Bank Indonesia yang terletak di Jakarta Barat.


foto:kebudayaan.kemdikbud.go.id

Museum ini menyimpan semua benda yang berhubungan dengan Bank Indonesia, mulai dari masa penjajahan Belanda hingga sekarang. Selain itu Museum Bank Indonesia juga punya berbagai koleksi menarik karya seniman dari dalam dan luar negeri.

Tiket masuk Museum Bank Indonesia Rp 5 ribu per orang, namun gratis untuk pelajar dan mahasiswa dan juga anak-anak di bawah tiga tahun. Tempat ini buka Selasa hingga Minggu, dan tutup di hari Senin.

Tambah Pengalaman di Museum Seni Rupa dan Keramik

Tak hanya menyimpan koleksi seni rupa dan keramik dari masa ke masa dan berbagai daerah di Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik. Museumnya juga memiliki kelas workshop. Mulai dari kelas melukis, kelas membuat keramik dan lain sebagainya.


foto:kebudayaan.kemdikbud.go.id

Buka hari Selasa sampai dengan Minggu mulai pukul 08.00 – 15.00, Museum yang bangunannya sudah berdiri sejak tahun 1870 ini hanya menarik tiket Rp 5 ribu per orang. Anak-anak dan pelajar dapat harga khusus, sementara lansia bisa masuk secara gratis.

Berada di Jl. Pos Kota, Museum Seni Rupa dan Keramik ini tak sekedar menambah pengetahuan. Tapi juga bisa membantu mengasah keterampilan di bidang seni.

Masih ada banyak hal seru lainnya di Kota Tua Jakarta. Selengkapnya, bisa kamu akses di halaman ini. Yang pasti, Kota Tua tidak hanya menjadi tempat wisata di Jakarta. Tapi juga pusat belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan di Ibukota. Oh ya, supaya lebih berkesan, coba naik Transjakarta untuk sampai ke tempat ini ya
This entry was posted in

Sabtu, 12 Mei 2018

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Lupus


Ada yang sudah pernah dengar tentang penyakit LUPUS? Bisa jadi sebagian besar belum ya. Sama dengan aku beberapa tahun yang lalu ketika bertemu dengan seorang teman penulis di sebuah acara gathering penulis. Namanya mbak Gina. Seorang wanita cantik, tubuhnya tinggi semampai dan terlihat sehat.

Namun ada satu hal yang mengejutkan ketika mbak GIna bilang kalau dirinya menderita penyakit LUPUS. Dia juga sering menulis tentang bagaimana penderitaannya. Batinku kala itu adalah , "ah masa iya dia sakit?" Dan pada saat itu juga aku masih berpikir bahwa penyakit LUPUS itu bukan merupakan penyakit berbahaya.

Hingga aku melihat di status beliau di FB yang seringkali memposting tentang kesedihannya mendengar kabar teman-temannya sesama penderita LUPUS meninggal dunia. Bahkan beliau juga menyatakan kesiapannya untuk meninggal kapanpun itu. Sampai di sini aku sendiri belum bisa percaya kalau LUPUS itu adalah penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

Pada suatu hari berita duka pun datang. MBak Gina meninggal dunia karena penyakit LUPUS yang dideritanya. Satu warisan beliau adalah sebuah buku yang ia tulis tentang penyakit LUPUS yang dideritanya.

Pengetahuanku tentang penyakit LUPUS akhirnya bertambah ketika berkesempatan menghadiri sebuah talk show yang diadakan oleh Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2TM) Kementrian Kesehatan. Bertempat di kantor Direktorat P2TM yang berada di Jln. Percetakan Negara Raya Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 8 Mei 2018.

Acara ini memang dibuat untuk memperingati hari LUPUS sedunia yang jatuh pada tanggal 10 MEi setiap tahunnya. Dalam talk show kali ini hadir Ibu Tiara yang merupakan orang dengan (ODA) LUPUS yang juga ketua yayasan Tiara, sebuah yayasan yang bergerak dalam sosialisasi LUPUS di masyarakat.


Tentang LUPUS

Lupus atau penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing (non-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.

Sebagian besar penderita lupus adalah perempuan dari kelompok usia produktif (15-50 tahun), meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak, dan remaja. Data SIRS Online 2016 menunjukkan proporsi pasien rawat inap lupus berjenis kelamin laki-laki mengalami peningkatan dari 48,2% pada 2014 menjadi 54,3% pada 2016. Sementara pasien lupus berjenis kelamin perempuan mengalami penurunan dari 51,8% menjadi 45,7%.

World Health Organization mencatat jumlah penderita lupus di dunia hingga saat ini mencapai lima juta orang, dan setiap tahunnya ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online 2016, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit lupus. Tren ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan 2014, dengan ditemukannya 1.169 kasus baru. Tingginya angka kematian akibat lupus perlu mendapat perhatian khusus karena 25% atau sekitar 550 jiwa meninggal akibat lupus pada 2016.

Lupus terdiri dari beberapa macam jenis, salah satu jenis yang paling sering dirujuk masyarakat umum adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES).

Lebih jauh Tentang LES


LES dikenal sebagai penyakit ‘Seribu Wajah’ merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis yang hingga kini belum jelas penyebabnya. LES juga memiliki sebaran gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam, sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya mengenalinya. LES dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan hingga parah.

Meski hingga kini faktor risiko LES belum diketahui secara jelas, namun faktor genetik, imunologik dan hormonal, serta lingkungan diduga memegang peran penting sebagai pemicu.

Berikut ini adalah penyebab LES

  • Faktor genetik : diketahui bahwa sekitar 7% pasien LES memiliki keluarga dekat (orang tua atau saudara kandung) yang juga didiagnosis LES.
  • Faktor lingkungan : infeksi, stres, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet (matahari), penggunaan obat-obatan tertentu, merokok, paparan kristal silica.
  • Faktor hormonal : umumnya perempuan lebih sering terkena penyakit LES dibandingkan laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit LES sebelum periode menstruasi atau selama kehamilan mendukung dugaan hormon estrogen menjadi pencetus penyakit LES.


Sadari LES sejak Dini 


LES memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk dideteksi. Tingkat keparahannya pun beragam mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. Gejala LES dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Pasien LES dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. Kesulitan dalam upaya mengenali LES sering kali mengakibatkan diagnosis dan penanganan yang terlambat.

LES merupakan beban sosio-ekonomi bagi masyarakat dan negara karena memerlukan penanganan yang tidak sederhana dan melibatkan banyak bidang keahlian. Selain itu biaya perawatannya pun mahal dan perlu dilakukan seumur hidup. Guna menekan tingginya prevalensi LES, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program deteksi dini LES yang disebut dengan Periksa Lupus Sendiri (SALURI). SALURI dapat dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), Puskesmas atau di sarana pelayanan kesehatan lainnya dengan cara mengenali gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Demam lebih dari 380C dengan sebab yang tidak jelas
  2. Rasa lelah dan lemah berlebihan
  3. Sensitif terhadap sinar matahari
  4. Rambut rontok
  5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi
  6. Ruam kemerahan di kulit
  7. Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
  8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
  9. Ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang
  11. Kejang atau kelainan saraf lainnya
  12. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter) :


  • Anemia : penurunan kadar sel darah merah
  • Leukositopenia : penurunan sel darah putih
  • Trombositopenia : penurunan kadar pembekuan darah
  • Hematuria dan proteinuria : darah dan protein pada pemeriksaan urin
  • Positif ANA dan atau Anti ds-DNA.


Jika pasien mengalami minimal 4 gejala dari seluruh gejala yang disebutkan di atas, maka dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Apa yang harus dilakukan bagi orang yang sudah tersernte LES?


Bagi pasien yang sudah didiagnosa menderita LES, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup sehingga penderita LES dapat hidup normal dan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.

  1. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan
  2. Hindari merokok
  3. Hindari perubahan cuaca karena memengaruhi proses inflamasi
  4. Hindari stres dan trauma fisik
  5. Diet khusus sesuai organ yang terkena
  6. Hindari paparan sinar matahari secara langsung, khususnya UV pada pukul 10.00 hingga 15.00
  7. Gunakan pakaian tertutup dan tabir surya minimal SPF 30PA++ 30 menit sebelum meninggalkan rumah
  8. Hindari paparan lampu UV
  9. Hindari pemakaian kontrasepsi atau obat lain yang mengandung hormon estrogen
  10. Kontrol secara teratur ke dokter
  11. Minum obat secara teratur


Hingga saat ini LES belum dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan adalah untuk mendapatkan remisi panjang, mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ, serta meningkatkan kesintasan. Berkat teknologi pengobatan LES yang terus berkembang, sebagian penderita LES dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Dukungan keluarga, teman, serta staf media juga berperan penting dalam membantu para penderita LES dalam menghadapi penyakitnya.

Lupus - Penyakit Tidak Menular Yang Harus Diwaspadai Para Bunda



Pernah dengar tentang penyakit yang bernama "LUPUS"? Yuk kita cari tahu apa sebenarnya penyakit LUPUS itu dan seberapa bahayanya bagi wanita. 
Tanggal 10 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai hari LUPUS sedunia. Mungkin sebagian besar baru mendengar tentang penyakkit LUPUS. Tapi bisa jadi penyakit ini pernah diderita oleh orang-orang disekitar kita. Jadi apa sebenarnya penyakit LUPUS itu dan seberapa berbahaya bagi para wanita khususnya para bunda yang merupakan wanita dengan usia subur? 

Apa itu penyakit LUPUS? 

Lupus atau penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing (non-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.



Apakah LUPUS merupakan penyakit yang berbahaya? 

Angka kejadian penyakit tidak menular (PTM) setiap tahunnya terus meningkat, di antaranya adalah penyakit lupus.World Health Organization mencatat jumlah penderita lupus di dunia hingga saat ini mencapai lima juta orang, dan setiap tahunnya ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online 2016, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit lupus. Tren ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan 2014, dengan ditemukannya 1.169 kasus baru. Tingginya angka kematian akibat lupus perlu mendapat perhatian khusus karena 25% atau sekitar 550 jiwa meninggal akibat lupus pada 2016.

Apa saja yang bisa menyebabkan penyakit LUPUS? 

  • Faktor genetik :  Interaksi banyak gen serta Riwayat keluarga berpengaruh pada kemungkinan seseorang menderita penyakit LUPUS. Diketahui bahwa sekitar 7% pasien LES memiliki keluarga dekat (orang tua atau saudara kandung) yang juga didiagnosis LES.
  • Faktor lingkungan : infeksi, stres, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet (matahari), penggunaan obat-obatan tertentu, merokok, paparan kristal silica.
  • Faktor hormonal : umumnya perempuan lebih sering terkena penyakit LES dibandingkan laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit LES sebelum periode menstruasi atau selama kehamilan mendukung dugaan hormon estrogen menjadi pencetus penyakit LES
  • Neuroendocrine system

    Di atas sudah disinggung soal pasien LES. Jadi apa itu LES? 

    Lupus terdiri dari beberapa macam jenis, salah satu jenis yang paling sering dirujuk masyarakat umum adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES). LES dikenal sebagai penyakit ‘Seribu Wajah’ merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis yang hingga kini belum jelas penyebabnya. LES juga memiliki sebaran gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam, sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya mengenalinya. LES dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan hingga parah. 

    LES memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk dideteksi. Tingkat keparahannya pun beragam mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. Gejala LES dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Pasien LES dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. Kesulitan dalam upaya mengenali LES sering kali mengakibatkan diagnosis dan penanganan yang terlambat.

    Hingga saat ini LES belum dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan adalah untuk mendapatkan remisi panjang, mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ, serta meningkatkan kesintasan. Berkat teknologi pengobatan LES yang terus berkembang, sebagian penderita LES dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Dukungan keluarga, teman, serta staf media juga berperan penting dalam membantu para penderita LES dalam menghadapi penyakitnya.

    Bagian Mana Saja di dalam Tubuh Yang bisa diserang? 

    • kulit 
    • sendi 
    • sistem saraf 
    • ginjal 
    • paru
    • jantung 
    • sel darah 
    • dsb
    Berikut ini adalah organ dengan keterlibatan terbanyak dalam gejala LUPUS. 
    1. Muskuloskeletal: nyeri sendi, peradangan sendi
    2. Mukokutan: ruam pada pipi, sensitivitas terhadap sinar matahari, ulkus oral/sariawan
    3. Ginjal: bengkak seluruh tubuh, BAK keruh/berbusa/kemerahan, gangguan fungsi ginjal
    4. Hematologi: anemia, leukopenia,


    Apa saja gejala-gejala yang bisa diketahui sejak awal agar kita bisa tahu kalau itu adalah penyakit LUPUS? 

    1. Demam lebih dari 380C dengan sebab yang tidak jelas
    2. Rasa lelah dan lemah berlebihan
    3. Sensitif terhadap sinar matahari
    4. Rambut rontok
    5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi
    6. Ruam kemerahan di kulit
    7. Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
    8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
    9. Ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin
    10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang
    11. Kejang atau kelainan saraf lainnya
    12. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter) :
    • Anemia : penurunan kadar sel darah merah
    • Leukositopenia : penurunan sel darah putih
    • Trombositopenia : penurunan kadar pembekuan darah
    • Hematuria dan proteinuria : darah dan protein pada pemeriksaan urin
    • Positif ANA dan atau Anti ds-DNA.

      Siapa saja yang bisa menderita penyakit LUPUS? 

      Sebagian besar penderita lupus adalah perempuan dari kelompok usia produktif (15-50 tahun), meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak, dan remaja. Data SIRS Online 2016 menunjukkan proporsi pasien rawat inap lupus berjenis kelamin laki-laki mengalami peningkatan dari 48,2% pada 2014 menjadi 54,3% pada 2016. Sementara pasien lupus berjenis kelamin perempuan mengalami penurunan dari 51,8% menjadi 45,7%.

      Apakah biaya pengobatan penyakit LUPUS bisa di-cover oleh BPJS? 

      Bisa. 

      Namun biaya perawatannya mahal dan perlu dilakukan seumur hidup. Selain itu LES memerlukan penanganan yang tidak sederhana dan melibatkan banyak bidang keahlian. Jadi bisa dikatakan bahwa LES merupakan beban sosio-ekonomi bagi masyarakat dan negara karena  

      Oleh karena itu guna menekan tingginya prevalensi LES, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program deteksi dini LES yang disebut dengan Periksa Lupus Sendiri (SALURI). SALURI dapat dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), Puskesmas atau di sarana pelayanan kesehatan lainnya dengan cara mengenali gejala-gejalanya.  








        Sabtu, 05 Mei 2018

        Cara Mudah Masak Ayam Bumbu Skippy


        Peringatan ! Jangan pernah nyoba resep ini kalau kalian gak mau hemat waktu. Ini karena dengan sekali dibumbui ayamnya bisa dimasak berkali-kali kapanpun kita mau. Jadi resep ini cocok buat stock lauk di kulkas. Resep ini nantinya akan bikin anak-anak kamu ketagihan. (Sudah terbukti pada anakku).

        Sumpah! Tadinya gak niat banget masak resep Ayam  Skippy ini, tapi berhubung ada temen yang datang ke rumah dan akhirnya jadi wawancara berkedok ngobrol, maka terciptalah resep kepepet ala-ala ini. Di awali dengan melihat aku pulang pasar dengan membawa dua kantong belanjaan, maka ngikutlah si teman yang juga tetangga sebelah rumah ini. 

        Temen : Tumben ke pasar 

        Lha seminggu sekali pasti aku ke pasar kali. Emangnya mau makan apa kalau gak ke pasar. Lebih hemat masak sendiri daripada beli masakan mateng. 

        Temen : Bukannya kalau beli masakan mateng itu lebih praktis? 

        Masak juga bisa kok praktis. Nih ya aku belanja seminggu sekali terus di cuci semua , masukkin ke kulkas. Jadi kapanpun mau masak tinggal ambil dan langsung masak. Gak perlu repot nyiangin lagi. 

        Temen : Kalau beli masakan mateng kan bisa ada banyak waktu buat "me time" 

        Masak yang praktis-praktis aja. Jadi masih punya banyak waktu. Hidup itu harus dinikmati. Jangan dihabiskan buat hal-hal yang bisa dilakukan dengan mudah tapi malah jadi mempersulit diri sendiri. 

        Temen : Jadi ngomong-ngomong itu kenapa beli ayamnya banyak banget. Mahal pasti ya. 

        Gak mahal juga. Ini sengaja beli sayap ayam. Harganya cuma Rp 2.500 sepotong. Ini juga bisa aku potong-potong jadi 2-3 bagian.  Ini tadi di pasar beli 12 potong sayap ayam harganya Rp 30.000 tapi karna langganan jadi cuma dihitung Rp 25.000 aja. Murah kan.

        Nanti ayamnya dimarinasi dulu pakai bumbu-bumbu. Terus disimpan di kulkas. Masaknya bisa kapan saja. Jadi bisa buat stock lauk. Kalau mau makan baru deh dimasak. 

        Temen : Terus sekarang ayamnya mau dimasak apa? 

        Masak yang gampang aja. Kebetulan aku punya Skippy sama saus sambal, ada kecap juga. Jadi aku mau marinasi dulu ayamnya sama bawang merah & bawang putih yang sudah dihaluskan sama garam juga. Terus tinggal tambah Skippy dan saus sambel. Diaduk terus diamkan dulu sebentar. Ini namanya di-marinasi.

        Temen : Apa itu Skippy? Halal gak? 

        Skippy itu selai kacang. Ada yang halus namanya creamy dan ada yang agak kasar juga, namanya Chunky.

        Kalau dari sumber wikipedia.com  yang pernah aku baca, Skippy ini resep awalnya ditemukan oleh Josep L. Rosefield. Nah kalau sekarang ini Skippy diproduksi oleh Hormel Foods yang pada tahun 2013 membeli merk dari Unilever. Ketersediaan Skippy di Indonesia ini karena diimpor oleh PT.Sukanda Djaya yang merupakan salah satu perusahaan importir makanan nasional yang besar. Skippy ini Alhamdulillah sudah ada label halal MUI jadi jelas halal dong.



        Temen : oh aku tahu. Skippy itu selai kacang yang suka buat makan roti itu kan? Emang enak buat masak? 

        Iya bener Skippy itu selai kacang. Paling sering buat teman sarapan makan roti. Nah kalau buat olesan roti ini ada juga Skippy yang rasa Coklat, Strawberry dan Anggur. Tapi kalau mau yang rasa asli kacang ya bisa aja pakai Skippy yang Creamy atau Chunky ini.  Selain untuk olesan roti, Skippy juga bisa banget dibuat minuman juga kue kering.


        Temen : Emang gak takut gemuk dan jerawatan ya makan selai kacang gitu?

        Ya gak lah. Yang namanya jerawat itu gak disebabkan sama kacang. Itu cuma mitos aja. Jerawat itu karena kita gak rajin bersihin muka. Jadi banyak debu dan kotoran yang menumpuk di wajah dan jadilah jerawat. 

        Kalau soal gemuk, nasi justru lebih berpotensi bikin kita gemuk daripada kacang. Lagian ini kan makannya gak juga sekilo sekaligus. Sedikit aja, alias secukupnya. Semua yang gak berlebihan itu akan jadi manfaat. Tapi kalau yang berlebihan itu nanti yang akan jadi mudharat. 


        Temen : Jadi kalau sekarang sudah bisa dilanjutkan belum masak ayamnya

        Sudah. Sekarang aku mau masak ayam balur Skippy. 

        Ayam Balur Skippy 


        Bahan : 
        • 12 Sayap ayam yang sudah dipotong-potong menjadi 2 bagian
        • 2 sdm skippy creamy
        • 4 siung bawang merah, dihaluskan
        • 5 siung bawang putih, dihaluskan
        • 1 sdt lada bubuk
        • 1 sdm saus cabe
        • 200 gram tepung terigu
        • Minyak untuk menggoreng secukupnya
        Saus 
        • 1 sdm skippy creamy
        • 2 sdm saus cabe
        • 1 sdm saus tiram
        • Garam secukupnya
        • 100 ml air
        • 1 sdm margarin
        Cara membuat : 
        1. Campurkan skippy creamy, saus cabe, lada bubuk, garam, bawang putih, bawang merah dan potongan ayam. 
        2. Aduk hingga rata dan diamkan minimal 1 jam agar bumbu meresap.
        3. Tambahkan tepung terigu pada ayam. Aduk hingga terigu menempel pada ayam.
        4. Panaskan minyak, goreng ayam hingga kecoklatan dengan api kecil.
        5. Angkat ayam dan sisihkan. 
        6. Buat saus : panaskan margarin hingga meleleh, tambahkan skippy creamy, saus tiram juga saus cabe. Tuangkan air, aduk hingga mengental.
        7. Masukkan ayam yang sudah digoreng, aduk hingga rata.
        8. Angkat dan sajikan. 

        Kalau mau tahu cara masaknya bisa lihat di video ini ya

           

        Teman : kayaknya enak nih. Tapi kalau digoreng gini bisa jadi nambah kolesterol.

        Kalau gak mau digoreng, dari ayam yang sudah dimarinasi tadi bisa kok dipanggang atau dibakar. Tinggal nambahin kecap aja kalau suka. Nanti dimakan sama saus skippy.

        Ayam bakar saus Skippy



        Bahan :

        • Ayam yang sudah dimarinasi (lihat resep di Ayam Balur Skippy)
        • Kecap manis secukupnya
        Saus Skippy
        • 2 sdm Skippy creamy
        • 1 sdm kecap manis
        • 50 ml air.
        Cara membuat : 
        1. Tambahkan kecap manis pada ayam yang sudah dimarinasi. Aduk hingga rata.
        2. Panaskan pan dan bakar ayam dengan api kecil.
        3. Buat saus: campur semua bahan saus Skippy sampai rata.
        4. Jika ayam sudah kecoklatan angkat dan sajikan bersama saus Skippy.

        Kalau mau tahu gimana cara bikinnya bisa dilihat di video berikut ini ya

         

        Teman : Enak juga ya satu langkah bisa jadi dua menu masakan. Tapi ngomong-ngomong kenapa sih kamu suka Skippy? Kan harganya mahal. 


        1. Gak mahal juga kali, setoples kecil gini ukuran 350 gram harganya cuma Rp 24 ribuan kok di mini market. Dan ini bisa untuk beberapa kali masak, jadi tetep irit kan.
        2. Dan Skippy creamy ini padet banget jadi walaupun pakainya cuma sesendok makan, tapi sudah bisa bikin masakan jadi kental. Coba deh bandingkan dengan saus kacang yang kacangnya hasil kita nguleg sendiri. Dengan kacang 200 gram 'yang digoreng terus diuleg hasil kekentalan sausnya sama dengan satu sdm skippy creamy.
        3. Selain itu Skippy creamy ini bikin gurih pada masakan. Jadi dengan satu sendok makan saja masakan sudah enak. 
        4. Skippy creamy ini praktis dan bisa langsung digunakan. Ogah banget kali ya aku disuruh nguleg kacang sekilo dan dibayar Rp 24 ribu atau seharga Skippy creamy setoples kecil ini. 
        5. Skippy peanut butter banyak varian nya jadi bisa buat bikin camilan atau minuman juga. 
        Akhir cerita, temanku mencoba ayam Balur Skippy. Dia bilang, "ini kok kaya yang di restoran Korea itu sayap ayamnya. Cuma yang ini lebih terasa selera Indonesianya karena pakai bumbu pasta khas Indonesia yaitu kacang."

        Entahlah dia ini doyan atau laper. Yang jelas saus ayam balur skippy yang masih tersisa dipiring juga dia ambil pakai jari. Sayangnya piring yang sudah licin itu gak sempat difoto karena dengan sadar diri gak mau merepotkan tuan rumah piring itu langsung dibawa ke belakang dan dicuci. 

        Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.